Semarangker, Komunitas Unik yang Mendobrak Mitos dan Memiliki Program Sosial yang Bermanfaat Bagi Masyarakat

AKURAT.CO, Komunitas Semarangker sangat terkenal dengan jelajah tempat-tempat angker sejak terbentuk pada tahun 2007 silam.
Komunitas ini sebenarnya ingin mendobrak kepercayaan masyarakat terkait mitos yang beredar.
Pamuji Yuwono selaku Ketua Semarangker saat ditemui pada Selasa (23/1/2024) mengatakan dirinya tertantang untuk membuktikan hal-hal mistis yang dipercaya masyarakat.
Dia ingin membuktikan sendiri kepercayaan tersebut hanya mitos atau fakta.
Baca Juga: Banyak Caleg Semarang Datang ke Dukun Biar Menang Pemilu, Pamuji: Berdoa ke Allah
“Kegiatan Semarangker justru sebenarnya berusaha membuktikan mitos atau misteri yang dipercaya masyarakat apakah benar atau tidak,” tuturnya.
Salah satu yang pernah dilakukan Semarangker adalah pembuktian mitos Watukunti di Hutan Wisata Tinjomoyo Kota Semarang.
“Semisal Watukunti di hutan Tinjomoyo, itu ada sebuah batu besar yang mitosnya ada Kuntilanak, jika kita naiki maka akan kerasukan Kuntilanak tersebut,” ujarnya.
“Kemudian kita meminta ijin kepada juru kunci untuk menaiki, si juru kunci lalu mengijinkan dan memperingatkan kami bahwa semua resiko kami yang tanggung,” lanjutnya.
Baca Juga: Hotel Sky Garden Jadi Tempat Favorit Semarangker Uji Nyali, Apakah Benar Banyak Makhluk Jahat?
“Setelah mendapat ijin ya kami naiki, dan pada akhirnya ya kami turun biasa-biasa saja tidak ada yang kerasukan,” ungkapnya.
Kemudian Semarangker juga pernah menabrak atau melanggar sebuah mitos yang dipercaya masyarakat pantai selatan.
Di mana di sana memiliki mitos pantangan atau larangan mengenakan pakaian berwarna hijau karena akan ditarik oleh ratu kidul (ratu pantai selatan).
“Pantangan itu kami langgar dan baik-baik saja,” jawabnya sambil terkekeh saat ditanya apa yang terjadi.
Baca Juga: Lagi, Pengedar Sabu Dibekuk Satres Narkoba Polres Salatiga
Semarangker sendiri memiliki 6 divisi atau yang sering disebut The Sixsense Division of Semaranker, seperti Divisi Jelajah dan Survey, Divisi Sosial dan Alam, Divisi Seni dan Kreatif, Divisi Keamanan dan Satwa, Divisi Srikandi, serta Divisi Perlengkapan.
Pamuji mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya ingin menjadikan komunitas Semarangker bermanfaat bagi masyarakat, tidak melulu ‘angker’.
“Semisal kami melakukan penanaman Mangrove, pohon. Kemudian Divisi Keamanan dan Satwa itu menangani aduan masyarakat yang rumahnya kemasukan binatang berbisa seperti ular atau reptile. Ini gratis,” ungkapnya.
“Kemudian divisi seni dan kreatif kemarin ikut memeriahkan festival ogoh-ogoh, dan acara seni yang lain,” tambahnya.
“Divisi yang memang fokus di bidang keangkeran ya divisi jelajah dan survey,” tutupnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional








