Jateng

Ade Bhakti Dinilai Lembaga Survey Sebagai Sosok Potensial Bakal Calon Walikota Semarang

Theo Adi Pratama | 20 Januari 2024, 10:22 WIB
Ade Bhakti Dinilai Lembaga Survey Sebagai Sosok Potensial Bakal Calon Walikota Semarang

AKURAT.CO, Nama Ade Bhakti Ariawan tiba-tiba muncul sebagai sosok potensial menjadi bakal calon walikota Semarang pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) yang akan digelar pada 27 November mendatang.

Tak main-main, sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran yang pernah menjadi Camat Gajahmungkur tersebut dinilai oleh lembaga survey Aksara Reaserch and Conculting muncul dari masyarakat bersama tokoh-tokoh beken lain seperti Hevearita G Rahayu (Walikota Semarang sekarang), Yoyok Sukawi (CEO PSIS Semarang), dan Iswar Aminuddin (Sekda Kota Semarang sekarang).

Saat dikonfrontasi pernyataan hasil survey tersebut, Ade Bhakti justru menolak untuk merespon.

Ade Bhakti meminta wartawan agar meminta Lembaga Survey Aksara memaparkan secara rinci hasil survey yang telah dilakukan.

Baca Juga: Ibu Kandung Ijinkan Ayah Tiri Setubuhi Anaknya, Keduanya Langsung Diamankan Polisi

Sebagai catatan, Aksara menyebut nama tokoh-tokoh potensial menjadi bakal calin walikota Semarang dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Forum Media Online Kota Semarang (FOMOS) di rumah Popo kawasan Kota Lama pada Jum’at (19/1/2024).

“Itu kan dari rilis lembaga survey ya mas. Jadi saya nggak tau metodenya bagaimana karena nggak pernah dipaparkan secara rinci,” ujar Ade saat dikonfrontasi hasil survey Aksara .

Ade Bhakti yakin setiap lembaga survey memiliki metode akademis dengan menggunakan rumusan statistik yang rinci dan akurat.

Baca Juga: Misteri Petilasan Raden Tumenggung Notopuro di Desa Sukoharjo: Keberkahan Spiritual dan Cerita Mistis

“Jadi silahkan Tanya ke lembaga surveynya, karena saya yakin lebih akademis dan menggunakan rumus statistik yang rinci dan akurat,” tandasnya.

Hanya saja, Ade Bhakti menyatakan jika itu memang benar-benar asli muncul dari masyarakat, maka dia tidak bisa menolak.

“Dan kalau memang itu asli muncul dari masyarakat ya gimana lagi. Kan ya nggak bisa nolak,” tuturnya.

Tapi kembali lagi, Ade Bhakti meminta wartawan untuk bertanya ke lembaga survey tersebut.

Baca Juga: Makna Kata: Jancok, Asal-Usul dan Sejarah serta Maknanya Bagi Masyarakat Jawa Timur

“Tapi ya silahkan tanyakan ke lembaga survey, kok bisa muncul nama saya,” ucapnya.

Ade Bhakti berterus terang dirinya tidak melakukan upaya apapun untuk mengkampanyekan dirinya. Apalagi sampai menuju pencalonan walikota.

“Karena jujur saja saya merasa nggak ngapa-ngapain,” tegasnya.

Ade mengatakan dirinya hanya bekerja seperti biasa sesuai dengan tugas yang diberikan.

“Saya bekerja seperti biasa, melakukan hal-hal yang menjadi tanggung jawab saya seperti kalau disuruh jadi camat ya jadi camat, sekarang di damkar sebagai sekdin ya bekerja sesuai tugas. Udah gitu aja,” tuturnya.

Baca Juga: Mahasiswa S1 Pariwisata USM Gelar Pentas Jawa

“Ya prinsip saya melayani dengan baik sesuai tugas aja,” tambahnya.

Terakhir, Ade Bhakti mengaku harus berpikir keras jika memang ada aspirasi yang memintanya maju menjadi bakal calon walikota Semarang.

“Cuma kalau memang ada kehendak dari masyarakat untuk saya (jadi walikota), ya saya harus berfikir dulu karena saya kan ASN,” ujuarnya.

“Terus kalau memang mau maju (jadi walikota) kan harus ada kendaraan (partai politik) juga,” tutupnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.