Dinamika Atmosfer dan Peringatan Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah Tanggal 9 - 11 Januari 2024

AKURAT.CO, Cuaca di wilayah Jawa Tengah dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer, yang pada saat ini menciptakan kondisi yang berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem.
Mari kita tinjau dinamika atmosfer yang sedang terjadi:
Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Sejumlah Peristiwa dan Perayaan pada Tanggal 9 Januari 2024
1. Hangatnya Suhu Muka Laut di Perairan Jawa Tengah
Suhu muka laut yang tinggi di wilayah perairan Jawa Tengah menjadi salah satu faktor penyebab dinamika atmosfer yang intens.
Suhu yang tinggi dapat memicu penguapan air laut yang berkontribusi pada pembentukan awan hujan.
2. Daerah Belokan dan Pertemuan Angin
Terlihat adanya daerah belokan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Jawa Tengah.
Fenomena ini dapat menciptakan kondisi yang mendukung pengangkatan udara yang memicu pembentukan awan hujan.
3. Madden-Julian Oscillation (MJO) di Kuadran 3
MJO, yang berada di kuadran 3, memberikan kontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat.
Ini menciptakan pola cuaca yang dinamis dan dapat meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
4. Labilitas Lokal Kuat
Terdapat labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal di Jawa Tengah.
Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif yang berujung pada hujan dengan intensitas yang signifikan.
Peringatan Cuaca Ekstrem
Berdasarkan dinamika atmosfer di atas, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Tengah.
Periode 09 - 11 Januari 2024 diperkirakan akan menghadirkan cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir/kilat, dan angin kencang.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak
Peringatan cuaca ekstrem berlaku untuk beberapa wilayah di Jawa Tengah pada tanggal-tanggal berikut:
Baca Juga: Sejarah Kisah Perjalanan T.B. Simatupang: Jenderal Muda yang Berani Berdebat dan Berkritik
-
Tanggal 09 Januari 2024: Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kota/Kab. Magelang, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Temanggung, Kab. Semarang, Salatiga Batang, Kab. Pekalongan, Brebes, dan sekitarnya.
-
Tanggal 10 Januari 2024: Cilacap, Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Demak, Grobogan, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Kota/ Kab. Magelang, Pati, Kota/Kab. Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Salatiga, Kota/Kab. Semarang, Sragen, Sukoharjo, Surakarta, Kab. Tegal, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo, dan sekitarnya.
-
Tanggal 11 Januari 2024: Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Batang, Boyolali, Brebes, Demak, Grobogan, Jepara, Karanganyar, Kendal, Kudus, Kota/ Kab. Magelang, Pati, Kota/Kab. Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Salatiga, Kab. Semarang, Kab. Tegal, Temanggung, Wonosobo, dan sekitarnya.
Baca Juga: Film Horor Sinden Gaib: Kisah Mistis Tentang Sinden Sarinten dari Universe Jagat Alam Gaib
Himbauan dan Informasi Terkini
BMKG menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Informasi terkini dapat diakses melalui website resmi BMKG, akun media sosial, aplikasi "Info BMKG," atau melalui call center 196 BMKG.
Warga yang tinggal di wilayah rawan bencana diimbau untuk selalu memperoleh informasi terkini dan mengikuti petunjuk evakuasi yang diberikan oleh pihak berwenang.
Akses media untuk mengetahui informasi terkait cuaca dari BMKG:
1. Website https://www.bmkg.go.id;
2. Instagram @cuaca_jateng dan Twitter @cuacajateng;
3. Aplikasi iOS dan android "Info BMKG";
4. Call center 196 BMKG;
5. atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?









