Jateng

ASMARA: Kekerasan Terhadap Relawan Capres-Cawapres Hingga Meninggal Adalah Pelanggaran HAM

Theo Adi Pratama | 8 Januari 2024, 11:29 WIB
ASMARA: Kekerasan Terhadap Relawan Capres-Cawapres Hingga Meninggal Adalah Pelanggaran HAM


AKURAT.CO, Satu orang relawan Ganjar-Mahfud bernama Muhandi Mawanto di Sleman Yogyakarta meninggal dunia pada 28 Desember 2023 setelah dianiyaya sejumlah oknum pendukung capres cawapres lainnya di Simpang Tiga Maguwoharjo, pada Minggu 24 Desember lalu.

Sementara, 2 relawan Ganjar-Mahfud luka berat dan 5 lainnya menjalani rawat jalan setelah mengalami tindak kekerasan dan pengeroyokan oleh oknum aparat TNI di Boyolali pada 30 Desember 2023.

Menanggapi persoalan tersebut, Aliansi Masyarakat Sipil Magelang Raya (ASMARA) mengatakan bahwa tindakan pengeroyokan hingga membuat korban meninggal adalah pelanggaran HAM.

Baca Juga: Profil Instagram TikTok Carla Wiriinda, Sosok Perempuan yang Digosipkan dengan Bobby Nasution, Ternyata Dia....

"Kekerasan adalah musuh utama demokrasi, bertentangan dengan spirit dan substansinya. Demokrasi sebagai jalan hidup (way of life) dengan seperangkat institusinya adalah sarana non-kekerasan," ujar Chabibullah, koordinator ASMARA pada Senin (8/1/2024).

Chabibullah memgatakan, jelang Pemilu 2024 ini, ekspresi kekerasan mengemuka dalam ragam bentuk, antara lain kekerasan warga atas warga, kekerasan antar warga dan aparat, kekerasan negara atas warga, kekerasan warga atas negara, serta kekerasan antar aparat itu sendiri.

"Berbagai bentuk kekerasan itu berkelindan dengan kecenderungan meraih kekuasaan dengan mengoperasikan sarana pemaksaan dan kebencian (hate crime)," terang Chabibullah.

Baca Juga: Siapa Wanita yang Viral Unggahan Balasan Twitter Bobby Nasution, CEK FAKTA Ternyata Ini Sosoknya, Sungguh Tak Diduga

Chabibullah menjelaslan catatan kejadian kekerasan, arogansi dan repsifitas baik yang dilakukan oleh kelompok masyarakat sipil terorganisir maupun aparat keamanan diakhir tahun 2023 sebagai penghantar proses demokrasi Indonesia yang akan beralngsung tanggal 14 Pebruari 2024.

Hal ini menjadi keprihatinan bersama, 7 orang yang harus kena dampak dari peristiwa tersebut, 1 orang meningal dan 6 orang dirawat di rumah sakit.

"Dua peristiwa yang terjadi di Sleman dan Boyolali, yang secara kebetulan yang terdampak adalah masa pendukung pasangan 03 ( Ganjar- Mahfud)," tuturnya.

Kekersan yang melibatkan kelompok masyarakat sipil terorganisir dan Aparat keamanan adalah suatu bentuk tindakan yang tidak bisa ditolirer dan ini permasalahan yang serius, apalagi samapi ada yang meninggal ( Muhandi Miswanto).

Baca Juga: Misteri dan Mitos Tok Hitam: Sufi Penyembuh dan Tokoh Pemersatu Masyarakat di Sei Enam Bintan

"Sebuah pelanggaran HAM dan perlu tindakan serius bagi pelaksana Hukum di Negri ini. Hal ini juga menimbulkan keprihatinan bagi masyarakat sipil yang mendambakan proses demokrasi tanpa kekerasan dan ajang pesta serta konsolidasi masyarakat sipil unntuk mewjudkan demokrasi yang mampu menjawab problematika dan kebutuhan publik kedepan dangan adanya negara dan Pemerintahan dengan Pimpinanya," tuturnya.

ASMARA sendiri akan menggelar doa bersama pada malam ini, Senin (8/1/2024)

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem) Kota Yogyakarta, Yogie Prasetyo mengaku mendapat terror dari oknum pendukung pasangan capres tertentu.

Ancama itu ia terima sesaat setelah menyebarkan flyer ucapan duka cita atas meninggalnya Muhandi Mawanto di akun media sosial pribadinya. Muhandi merupakan warga yang diduga menjadi korban penganiayaan sejumlah oknum pendukung Prabowo-Gibran, Minggu (24/12/2023) lalu.

“Saya tegaskan bahwa apa yang saya sebarkan adalah fakta, bukan kabar bohong atau hoax apalagi fitnah,” tegas Yogie.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.