Pemkot Semarang Akan Bangun Jalur Khusus BRT Sepanjang 17,4 KM

AKURAT.CO, Pemerintah Kota Semarang bakal membangun jalur khusus BRT Trans Semarang (BRT Dedicated Line) sepanjang 17,4 kilometer dengan halte sebanyak 35 buah. Direncanakan jalur khusus tersebut bakal dilayani 480 buah bus.
"Saat ini masih proses loan dari lembaga donor untuk bisa disetujui Bappenas. Kalau proses itu sudah selesai, tahun 2025 memasuki tahap persiapan semuanya,’’ ungkap Kepala Bappeda Kota Semarang Budi Prakosa, Kamis (4/1/2024).
Budi menambahkan detail proyek tersebut masih menunggu studi kelayakan. Termasuk apakah jalur khusus tersebut memakan badan jalan yang ada saat ini atau membuat jalur baru, disesuaikan studi kelayakan yang paling optimal.
Baca Juga: Target PAD 2023 Hanya Capai 97 Persen, Mbak Ita Minta OPD Genjot Inovasi
"Sebelum ini kita melakukan studi kelayakan, sehingga pilihan-pilihannya paling optimal untuk peningkatan pelayanan masyarakat Kota Semarang,’’ katanya.
Untuk tahap awal, kata dia, jalur yang dibangun dari Banjir Kanal Timur sampai Jalan Hanoman. Itu merupakan jalur khusus sebagai backbone. Ke depannya jalur tersebut disesuaikan dengan pengaturan rute kembali Bus Trans Semarang.
"Nanti disesuaikan rerouting, jalur-jalur semua ditegaskan. Nunggu kepastian pinjaman, timelin 2025, tunggu detailnya, tunggu kajian-kajian kelayakan,’’ kata dia.
Menurutnya jalur-jalur yang lama sudah bagus. Tetapi dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan, perlu pembangunan jalur khusus tersebut agar kinerja pelayanan lebih efektif dan efisien.
Baca Juga: Cerita Dibalik Museum Wayang: Misteri dan Kebudayaan di Balik Gedung Bersejarah Kota Tua
"Sekarang sudah bagus, nanti ditingkatkan lebih bagus lagi,’’ katanya.
Sebagaimanan telah diberitakan sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang tertinggi emisi karbon dan menjadi fokus utama dalam komitmen tersebut antara Pemerintah Indonesia dan Jerman.
KfW Development Bank Germany telah menyatakan minatnya memberi pinjaman ke Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk proyek BRT Semarang Raya dan BRT Surabaya dengan memberi dukungan berupa dokumen pra studi kelayakan.
Baca Juga: Capres Ganjar Pranowo Tantang KPU dan Bawaslu Tingkatkan Kinerja Menjelang Pilpres
Rencananya, BRT tersebut akan menggunakan bus listrik besar dan bus listrik menengah besar yang akan melayani 35 trayek di Semarang dan 94 trayek di Surabaya.
BRT Semarang akan melayani pada ruas jalan yang telah tersedia sepanjang 17,4 km dengan 35 halte dan 395 halte untuk sistem bus pelayanan langsung yang tersebar di sepanjang kawasan Metropolitan Kedungsepur.
Head of Division to The Urban Development and Mobility for Asia, Mr Dr Wolfram Erhardt saat kunjungan ke Semarang beberapa waktu lalu mengungkapkan KFW Development Bank dari Jerman telah menyiapkan pinjaman sebesar 150 juta euro atau sekitar Rp 2,3 triliun.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Apakah Besok Senin 24 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama Maulud Nabi? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 2Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 3Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 4Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 5Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 6Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 7Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain
- 8Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 9Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 10Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta









