Ketua DPC PDIP Boyolali Ungkap Oknum TNI Juga Pernah Serang Warga

AKURAT.CO, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Boyolali mengumumkan penyiapan tim pendampingan hukum bagi korban penganiayaan relawan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
Insiden yang terjadi di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh, Jalan Perintis Kemerdekaan, Boyolali, pada Sabtu (30/12/2023), telah menarik perhatian publik.
Ketua DPC PDIP Boyolali, Susetya Kusuma Dwi Hartanta, bersama Sekretaris DPC PDIP Marsono, menegaskan komitmen mereka dalam mendukung korban, termasuk fasilitasi perawatan medis dan tindakan hukum yang diperlukan.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Akan Membesuk Korban Pengeroyokan oleh Oknum TNI di Boyolali
Susetya juga menyoroti bahwa insiden penganiayaan tidak hanya menimpa simpatisan PDIP, tetapi juga warga umum yang kebetulan melintas di lokasi.
Susetya mengkritik tindakan oknum anggota TNI yang langsung melakukan penyerangan tanpa peringatan atau komunikasi sebelumnya.
DPC PDIP Boyolali menekankan pentingnya penegakan hukum dan keadilan bagi korban.
"Jadi kalau melihat semuanya fakta di lapangan, saksi-saksi dan bukti itu, tidak ada yang berkaitannya dengan ada peringatan atau pemberitahuan atau kompromi dulu jangan melintas ke daerah sini, itu belum dilakukan sama sekali oleh oknum," katanya.
Baca Juga: DPC PDIP Boyolali Siapkan Tim Hukum untuk Korban Penganiayaan oleh Oknum TNI
"Hal ini, riil dan di dalam kompi dilakukan pemukulan terhadap korban. Para korban ditarik, ditendang, diseret ke dalam kompi oleh oknum. Korban ada enam orang dan yang masih dirawat di rumah sakit ada dua orang. Yang membuat kami merinding salah satu korban yang masih dirawat di rumah sakit anak yatim piatu," sambungnya.
Susetya menyatakan dukungan penuh terhadap perawatan korban di RSUD Pandan Arang hingga pulih sepenuhnya, termasuk jika ada korban yang mengalami cacat permanen.
"Kami melakukan pendampingan hukum terhadap korban jelas pasti. Tim Pemenangan Daerah (TPD)dan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud M.D. sudah akan meninjau dua korban yang masing dirawat di RSUD Pandan Arang," kata Susetya Kusuma.
Tim Pemenangan Daerah (TPD) dan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud Md telah berkunjung ke RSUD Pandan Arang untuk meninjau kondisi dua korban yang dirawat intensif.
Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, telah membenarkan kejadian ini dan menegaskan bahwa Denpom IV/Surakarta sedang melakukan penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut. Kejadian ini menjadi sorotan di tengah masyarakat, menunjukkan pentingnya keadilan dan perlindungan hukum bagi semua warga negara, terutama dalam situasi konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional







