Jateng

Suporter PSS Sleman Kembali Berulah, Tak Jera Disanksi Denda, Netizen: Kalau Ikut Liga 3 Jateng Pasti Didiskualifikasi

Arixc Ardana | 3 Desember 2023, 20:09 WIB
Suporter PSS Sleman Kembali Berulah, Tak Jera Disanksi Denda, Netizen: Kalau Ikut Liga 3  Jateng Pasti Didiskualifikasi

AKURAT.CO, Suporter PSS Sleman Kembali Berulah, Tak Jera Disanksi Denda, Netizen: Kalau Ikut Liga 3  Jateng Pasti Didiskualifikasi

Kericuhan terjadi pada laga PSIS Semarang vs PSS Sleman yang digelar di Stadion Jatidiri Semarang, dalama lanjutan Liga 1 pekan ke-21, Minggu 3 Desember 2023 sore

Bukan pertama kali ini suporter PSS terlibat dalam kericuhan di Liga 1, namun sudah berulang kali, hal ini pun memancing beragam komentar dari netizen

Baca Juga: Berikut Kronologi Kericuhan Suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman Hingga Berujung Cedera CEO Yoyok Sukawi

Pertandingan sengit antara PSIS Semarang dan PSS Sleman di Stadion Jatidiri, yang berakhir dengan kemenangan tipis Laskar Mahesa Jenar 1-0 dalam pertandingan BRI Liga 1 pekan ke-21, sayangnya ditemani oleh insiden kerusuhan suporter yang meresahkan.

Kericuhan tersebut meletus sesaat sebelum peluit panjang wasit menandai akhir pertandingan.

Ketegangan sudah muncul seiring berjalannya waktu, terutama saat injury time mendekat.

Suporter PSIS terlibat dalam pertikaian verbal dengan Brigata Curva Sud dari PSS Sleman, yang sayangnya berujung dengan salah satu pendukung PSIS turun ke lapangan.

Insiden tersebut berlanjut dengan beberapa suporter meninggalkan tribun mereka, menimbulkan indikasi kemungkinan bentrokan lebih besar.

Kejadian ini menimbulkan kecemasan di kalangan penonton umum, terutama di tribun barat stadion.

Baca Juga: SCORE808 Yalla Shoot TV Live Streaming Persija vs Persita di Liga 1 Ilegal, Cek Link Resmi SKOR 0-0 Awal Babak Pertama

Yoyok Sukawi, CEO PSIS Semarang, berusaha meredakan situasi yang memanas.

Dengan niat menjaga keamanan, Yoyok meminta suporter untuk tetap tenang dan menghindari terlibat dalam keributan lebih lanjut.

Namun, dalam upaya menjaga ketertiban, Yoyok Sukawi mengalami cedera kepala yang diduga disebabkan oleh lemparan batu ketika berusaha menenangkan para suporter.

Bos PSIS tersebut akhirnya harus dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis.

Sejauh ini kerusuhan berhasil dicegah agar tidak meluas dan semakin tak terkendali

Namun terlepas dari itu, bukan pertama kali ini saja supoter PSS terlibat dalam kerusuhan di Liga 1

Tercatat sudah beberapa kali Komdis PSSI menjatuhkan hukuman bagi klub PSS Sleman akibat ulah oknum suporter yang tak bertanggung jawab ini

Baca Juga: SCORE808 Yalla Shoot TV Live Streaming Persija Jakarta vs Persita di Liga 1 Ilegal, Tonton GRATIS di INDOSIAR Klik Link Resmi Ini

terbaru kerusuhan di Stadion Jatidiri Semarang pada Liga 1 pekan ke-21 2023/24 

Hal ini pun memancing komentar dari netizen

"Suporter terbaik dunia akhirat ini misal ikut di Liga 3 Jawa Tengah, Pasti sudah di diskualifikasi dari kompetisi. Nggak home nggak away rusuh terus. Panas Kalungan Gunung Merapi," cuit akun Twitter @Titipan_Mafia

Dalam postingan yang diunggahanya tersebut, terlihat video awal mula kerusuhan

"Bayangin aku cwe baru pertama kali seumur hidup nribun, dri rumah berangkat sendiri beli tiket barat masuk gate salah gate barat pss, niat hati dri rumah pengen nyembuhin luka mlh sampai stadion di rusuhin dari atas pdhl lagi zina mata ke gian zola . Aku benci kalian perusuh !" cuit akun @April663526831

Baca Juga: Situasi Memanas di PSIS vs PSS, Yoyok Sukawi CEO PSIS Alami Luka di Bagian Kepala dan Dirawat

Meski demikian ada juga yang membela aksi suporter PSS Sleman

"Kalu gak tau masalh nya yo mbok jangan nyalahin mas putaran pertama semarang di sleman e aman" aja kok mas kalu bicara di timbangin dulu gak usah nyalahin suportter tamu" cuit akun @ridhwan98915

"Pye to mas, sek mudun ki sopo? Kok nyalahke sleman, masalah away, pas putaran pertama opo ora ngoco jah?" cuit akun @PrassBim

***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.