Jateng

DP3A Kota Semarang Terus Beri Bantuan Hukum dan Pendampingan Terhadap Korban Kekerasan Seksual Oleh Guru Ngaji

Theo Adi Pratama | 24 November 2023, 15:27 WIB
DP3A Kota Semarang Terus Beri Bantuan Hukum dan Pendampingan Terhadap Korban Kekerasan Seksual Oleh Guru Ngaji

AKURAT.CO SEMARANG - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang memberikan pendampingan psikologi dan bantuan hukum kepada korban kekerasan seksual di Semarang Barat.

Kepala DP3A Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki mengatakan, telah mendapat laporan terkait kasus kekerasan seorang guru terhadap muridnya. Dia mengaku prihatin dengan kejadian tersebut.

Kasus itu merupakan tindak pindana. Pihaknya pun menyerahkan sepenuhnua kepada aparat penegak hukum. Sementara, DP3A memiliki tugas untuk melakukan pendampingan.

Baca Juga: Neuralgin: Klarifikasi Nafa Urbach dan Rincian Penting Mengenai Obat Nyeri Kontroversial

Laporan yang diterima DP3A, ada 17 korban kekerasan seksual yang dilakukan guru. Pihaknya telah memohon kepada orang tuanya untuk mendampingi korban.

"Kami minta izin kepada orang tua karena tidak semuanya mau. Kita minta ke orang tua, kalau diperkenankan kami mendampingi karena korban pasti trauma," tutur Ulfi, Jum'at (24/11/2023). 

Ulfi memaparkan, DP3A memiliki unit pelaksana teknis daerah (UPTD) yang siap memberikan pendampingan psikologi dan hukum. Ada dua psikolog dan satu lawyer yang siap melayani warga jika terjadi kasus kekerasan.

Baca Juga: Nafa Urbach Buka Suara: Klarifikasi Terkait Kontroversi Penggunaan Obat Keras

"Korban akan jadi saksi di pengadilan. Mereka tentu butuh pendamping bisa, menggunakan lawyer sendiri. Namun, kami juga siap melayani gratis," katanya.

Lebih lanjut, Ulfi menyebut, data kekerasan di Kota Semarang sepanjang 2023 ini sebanyak 199 kasus. Sebanyak 21 korban merupakan anak-anak, dan sisanya perempuan.

"Sejauh ini, tidak ada kornan laki-laki," ungkapnya.

Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Pemeran Dilan Bukan Lagi Iqbaal Ramadhan di Film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995

Dia mengajak seluruh pihak bersam-sama mencegah kekerasan pada perempuan dan anak. Pemerintah membutuhkan kerjasama seluruh pihak.

Apalagi, biasanya pelaku kekerasan merupakan orang terdekat korban.

Tentu, hal ini dapat mendatangkan trauma yang berkepanjangan.

Baca Juga: Inovasi Tanpa Henti: Eksplorasi Serta Rekomendasi 8 Seri HP OPPO Reno Terbaru di Tahun 2023

"Kami harap kekerasan tidak terjadi kepasa siapapun. Kami butuh kerjasama. Masyarakat bisa berpartisipasi dalam pencegahan. Partisipasi keluarga juga sangat dibutuhkan," ucapnya.

Menurutnya, partisipasi keluarha bisa diwujudkan dengan menguatkan edukasi moral, etika, agama, maupun budaya.

Selain itu, keluarga juga harus membangun komunikasi yang baik antaranggota keluarga, membangun ikatan emosional, menjaga anggota keluarha dari pengaruh negatif lingkungan dan pergaulan bebas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.