Sukses Turunkan Angka Stunting Signifikan, Purbalingga Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN

AKURAT.CO PURBALINGGA, Bupati Kabupaten Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, meraih penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dari Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo.
Penghargaan MKK tersebut diberikan atas upaya, dedikasi dan komitmen dalam menyukseskan program Bangga Kencana, dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Purbalingga.
Berdasarkan data SSGI pada tahun 2022 angka prevalensi stunting di Kabupaten Purbalingga berada di angka 26,8 persen, angka tersebut dapat ditekan hingga per Oktober 2023 mengalami penurunan signifikan menjadi 12,3 persen.
“Purbalingga ini, kinerja dalam penyerapan anggarannya bagus, jauh dari rata-rata. Kemudian gerakan di masyarakat seperti Dahsat itu juga bagus, merata. Tadi saya juga cek pengetahuan kadernya seperti apa, ternyata mereka sudah banyak yang tahu. Makanya memang di Purbalingga ini merata lah KIE nya, bagus ” ungkap Hasto.
Hal tersebut disampaikannya, dalam Penganugerahan Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) 2023 dan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Gelanggang Olahraga Sasana Krida Perwira, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (20/11/2023).
Disisi lain, Hasto mengatakan, kawin usia muda merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan Pemkab Purbalingga untuk meningkatkan kualitas SDM di wilayahnya.
"Kalau kita berbicara pembangunan SDM, maka yang saya lihat di Purbalingga ini salah satu yang perlu diperhatikan adalah kawin usia muda," ujarnya.
dr Hasto mengakui pembangunan SDM di Purbalingga sudah bagus karena per 1.000 perkawinan di kabupaten ini tidak lebih dari 26 orang yang menikah pada usia muda.
Menurutnya, jumlah tersebut di bawah angka nasional yang mencapai 26 orang per 1.000 perkawinan.
"Dengan bagusnya pengetahuan para kader menunjukan bahwa sosialisasi tentang bangga kencana dan juga stunting berjalan dengan baik," imbuh dr Hasto.
Untuk diketahui, penghargaan Manggala Karya Kencana merupakan penghargaan dari hasil seleksi penilaian dan skrining sampai di Sekretariat Presiden.
"Penghargaan ini bukan dari saya, tetapi hasil seleksi dan skrining sampai di Sekretariat Presiden. Kami ucapkan selamat," kata dr Hasto.
Ia menilai penghargaan tersebut sebagai bentuk kerja keras Bupati Purbalingga yang menguasai lapangan dan dekat dengan masyarakat, sehingga program Bangga Kencana bisa berjalan sukses.
Hasto dalam pemaparannya pada kegiatan tersebut, juga mengajak dan mengingatkan kembali akan pentingnya mencegah stunting dari hulu ke hilir, dengan terhindar dari 4T.
"Apa itu 4T? yakni terlalu dini untuk menikah dan melahirkan, terlalu dekat jarak antar kelahiran, terlalu banyak memiliki anak, serta terlalu tua untuk melahirkan. Ini juga hal yang harus diingat untuk mencegah stunting," tandasnya.
Di depan 500 Kader KB yang hadir pada kegiatan tersebut, dr. Hasto meyakini jika kerjasama masyarakat Kabupaten Purbalingga, bersama pemerintah daerah, kader KB, TPK, akan berdampak pada tercapainya percepatan penurunan stunting sesuai target nasional, dan suksesnya program Bangga Kencana di Kabupaten Purbalingga.
Baca Juga: Dorong Penurunan Angka Unmet Need dan Peningkatan KB Pasca Persalinan, Ini Strategi BKKBN
Sementara, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengapresiasi dan menyambut baik penghargaan MKK yang diterima, sebagai wujud komitmen Pemkab Purbalingga dalam menyukseskan program Bangga Kencana, dan percepatan penurunan stunting.
“Kami merasa terhormat dan bangga dengan prestasi Kabupaten Purbalingga, kami berharap dengan anggaran akan meningkatkan komitmen dan kerja keras diseluruh jajaran pemerintah daerah dan kader untuk mensukseskan program KB dan penurunan stunting. Sehingga keluarga di Kabupaten Purbalingga merupakan keluarga berkualitas,” papar Dyah.
Lebih lanjut Dyah menjelaskan tentang bagaimana penganan percepatan penurunan stunting dan Bangga Kencana dilakukan.
Ia mengatakan, Ada Bina Keluarga Balita, Remaja, Lansia, UPPKS, yang sudah bergerak dengan cepat dan merata
Begitupun pembangunan kependudukan dengan TFR 2,02 yang artinya wilayah Kabupaten Purbalingga sudah baik dan sukses dalam program keluarga berencana.
Melalui beragam upaya tersebut, pihaknya pun optimis jika target nasional prevalensi stunting 14 persen pada tahun 2024, bisa diraih.
Termasuk di Kabupaten Purbalingga mampu mempertahankan prevalensi stunting saat ini, bahkan bisa turun lagi.
“Target 2024 yaitu 14 persen, kita sudah dibawah target Nasional. Akan tetapi jangan berpuas diri agar angka stunting tidak naik dan kalau bisa 0,” tegasnya.
Ditegaskan jika penghargaan MKK tersebut dapat semakin meningkatkan komitmen kerja keras seluruh jajaran pemerintah kabupaten dan para kader, untuk terus menyukseskan program pembangunan keluarga berkualitas di Purbalingga.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










