Jateng

Bagaimana Masyarakat Memahami Pemilu? Ini Perdebatan Panas dalam Seminar dan FGD PW IKA PMII Jateng

Theo Adi Pratama | 7 November 2023, 19:10 WIB
Bagaimana Masyarakat Memahami Pemilu? Ini Perdebatan Panas dalam Seminar dan FGD PW IKA PMII Jateng

AKURAT.CO WONOSOBO – Penyelenggaraan Pemilu hanya menunggu waktu saja. Setidaknya, terhitung tiga bulan sejak saat ini, yakni tanggal 14 Februari 2024.

Para kontestan mulai dari calon presiden dan wakil presiden hingga calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari pusat hingga daerah sudah bersiap.

Masyarakat terus mendapat himbauan baik dari pemerintah, komunitas independed, aktifis, hingga tokoh masyrakat agar tidak mudah terprovokasi oleh persaingan politik.

Baca Juga: Mbak Ita: BRIDA Dorong Inovasi di Kota Semarang Dalam Penelitian dan Pengembangan Potensi Daerah

Hal tersebut menjadi pembahasan serius oleh Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jawa Tengah di Pondok Pesantren Al-Mubarok Wonosobo pada Selasa (7/11/2023) dalam Seminar dan Forum Group Discussion (FGD) Wawasan Kebangsaan menjelang Pemilu 2024 bersama Kesbangpolinmas Jateng.

Pengamat hukum tata negara dari Universitas Sains dan Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo, Dr Mutho’am SHI MSI mengatakan pentingnya warga negara, dalam hal ini masyarakat yang memiliki hak pilih memiliki pengetahuan tata negara yang memadai.

Baca Juga: Pemkot Semarang Bersama Bawaslu Sosialisasikan Pengawasan Pemilu 2024

“Jadi jika para pemilih ini faham betul dengan hukum tata negara, mereka tidak akan mudah terprovokasi oleh propaganda. Bahkan mereka bisa menelaah program-program yang ditawarkan para calon,” ujar Wakil Dekan Fakultas Hukum UNSIQ Wonosobo tersebut.

Lain halnya dengan Mutho’am, Hasan Asy’arie justru mengatakan bahwa Pemilu adalah ajang pembelajaran demokratisasi bagi masyarakat.

Menurut anggota DPRD Jawa Tengah itu, melalui pemilulah dirinya dan warga berkesempatan saling berdiskusi bersama.

Baca Juga: Anwar Usman Tak Dipecat Hanya Dicopot Jabatan, Putusan Batasan Usai Cawapres Bakal Dibatalkan? Ini Kata MKMK

“memang walaupun tidak pemilu saya bersama warga terus berkomunikasi dan bertemu. Tapi untuk pembicaraan yang intens mengenai pemilu ya saat momen pemilu seperti ini,” tandasnya.

Henry Wicaksono, yang saat ini menjadi calon anggota DPR RI Daerah Pemilihan Temanggung, Wonosobo, dan Magelang justru tidak ingin larut dalam perdebatan apakah Pemilu perlu dipelajari atau tidak.

Bagi Henry, masyarakat berhak menentukan apakah dia mau bekerjasama dalam menjalankan pembangunan atau tidak.

Baca Juga: Panen Cabai dan Sayur, Kelurahan Bulusan Tunjukkan Keberhasilan Urban Farming

“Ya karena Pemilu itu kan sara bagi warga negara untuk berkontribusi bagi pembangunan melalui pemimpin yang dia pilih. Toh nantinya masyarakat juga harus bertanggungjawab atas pilihannya, selain yang dipilih juga harus amanah terhadap masyarakat yang memilihnya,” tuturnya.

Di akhir, Zaenudin Zen yang saat ini maju sebagai calon anggota DPRD Jawa Tengah hanya mengajak para audiens berdoa dan berupaya agar Pemilu 2024 berhasil menelurkan pemimpin yang bertanggungjawab dan amanah.

“Mari kita berdoa bersama-sama agar pemilu 2024 tidak terjadi sesuatu yang memecah belah dan berhasil melahirkan pemimpin dan wakil rakyat yang amanah,” tutupnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.