Penting! Jaga Kesehatan Sejak Dini, BPJS Kesehatan Ajak Siswa SMA Skrining Riwayat Kesehatan

AKURAT.CO SEMARANG, BPJS Kesehatan Cabang Semarang secara aktif promosikan pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN, khususnya fitur Skrining Riwayat Kesehatan.
Tidak hanya menggandeng Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam memperkuat fungsi promotif dan preventif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
BPJS Kesehatan juga menggandeng Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan guna menyasar siswa dan siswi menengah atas di Kota Semarang.
Baca Juga: Harga BBM Turun per 1 November 2023, Cek Daftar Lengkap Tarif BBM Tiap Provinsi
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Andi Ashar menuturkan, pihaknya tengah melakukan roadshow ke berbagai sekolah.
Salah satunya SMAN 5 Semarang, untuk mempromosikan, serta mempraktekan fitur Skrining Riwayat Kesehatan yang dapat diakses melalui website maupun Aplikasi Mobile JKN.
Andi berharap,anak-anak usia produktif terekam secara dini kondisi kesehatannya serta meminimilasir potensi penyakit degenaratif.
Tak hanya itu, siswa-siswa juga diperkenalkan beberapa fitur pada Aplikasi Mobile JKN, seperti KIS digital, info peserta, konsultasi dokter non tatap muka, serta bagaimana cara mengetahui fasilitas kesehatan tempat siswa tersebut terdaftar.
Baca Juga: Cerita Nurjanah Warga Kabupaten Semarang, Rasakan Kemudahan Layanan Kesehatan dari Program JKN
“Generasi milenial dan generasi Z ini kan generasi tekhnologi, segala sesuatu yang berbau tekhnologi mereka tertarik. Tentu, Aplikasi Mobile JKN ini perlu kami kenalkan ke mereka," papar Andi disela kegiatan di sekolah tersebut, Selasa (31/10/2023).
Meskipun setiap sekolah memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS), tetapi tidak dipungkiri ada kondisi khusus siswa-siswa ini membutuhkan perawatan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan pada jam sekolah.
"Jika punya Aplikasi Mobile JKN siswa lebih nyaman dalam berobat,” ucapnya.
Program JKN ini dimanfaatkan oleh seluruh kalangan usia, mulai dari lahir sampai lanjut usia dipastikan memanfaatkan prgram ini.
Terlebih mayoritas kota/kabupaten di Indonesia telah menyandang Universal Health Coverage (UHC).
Untuk itu, BPJS Kesehatan tak hanya terjun ke kalangan mahasiswa juga ke tataran siswa menengah atas.
Selain memupuk literasi JKN pihaknya juga ingin siswa-siswa ini punya rasa memiliki Program JKN.
“Saat ini memang Program JKN ada ditangan usia-usia kami, namun keberlangsungan Program JKN seterusnya berada di tangan generasi milenial dan generasi Z, yang saat ini tengah duduk di bangku sekolah menengat atas maupun perkuliahan," paparnya
"Selain mengenal lebih dini Program JKN, perlunya kita bersama-sama memastikan generasi selanjutnya menjadi generasi yang unggul dan sehat,” tambahnya.
Sementara itu salah satu siswa kelas XI-9, Nada Aisha Istiqomah, mengaku senang dengan kehadiran BPJS Kesehatan di sekolahnya.
Ia mengaku baru kali ini mengetahui adanya program Skrining Riwayat Kesehatan, yang bisa dilakukan secara online melalui ponsel.
“Saya jadi tahu, dengan melakukan skrining apakah memiliki resiko penyakit apa saja dengan mengisi berbagai pertanyaan pada aplikasi online. Lalu, kira-kira apa saja yang perlu kita lakukan untuk mengurangi resiko penyakit tersebut,” ucapnya.
Apalagi tadi dijelaskan pula bahwa hasil skrining awal ini akan menunjukkan peserta JKN ini apakah memiliki resiko penyakit diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner.
Harapannya Nada beserta teman-teman sebayanya, dapat terdeteksi lebih dini jika berpotensi memiliki resiko penyakit degeneratif.
Menariknya, cek kesehatan ini bisa diakses oleh usia mulai 15 tahun keatas.
“Dengan hasil sekrining yang sudah ada, kita sejak dini dapat mengatasi resiko-resiko sakit yang ada pada diri kita. Semoga kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin, sehingga siswa seperti kami lebih aware atas kesehatan masing-masing dan mulai melakukan Skrining Riwayat Kesehatan,” tegasnya.
Terakhir, siswa juga memperoleh edukasi lebih lanjut, apabila pada hasil skrining tersebut ditemui resiko sedang atau tinggi, maka peserta JKN dapat mengakses FKTP tempat dirinya terdaftar guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Peserta dapat melakukan konsultasi dokter dan dilakukan pemeriksaan penunjang diagnostik sesuai indikasi medis.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










