Jateng

Hari Santri Nasional Kota Semarang Digelar Meriah, PCNU Kota Semarang Sampaikan Terimakasih untuk Mbak Ita

Theo Adi Pratama | 22 Oktober 2023, 12:17 WIB
Hari Santri Nasional Kota Semarang Digelar Meriah, PCNU Kota Semarang Sampaikan Terimakasih untuk Mbak Ita

AKURAT.CO SEMARANG – Gebyar Hari Santri Nasional (HSN) disambut meriah oleh Pemerintah Kota Semarang dengan mengadakan rangkaian kegiatan seperti ziarah ke makam wali dan Taman Makam Pahlawan (TMP) Giritunggal, menggelar berbagai lomba, serta menggelar apel di halaman Balaikota Semarang dan tausiyah di Masjid jami’ Pemkot Semarang.

Kesuksesan acara tersebut membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang mengucapkan rasa terimasih kepada Walikota Semarang Hevearita G Rahayu yang membantu secara pebuh kegiatan tersebut.

Baca Juga: 4 Tips Aman Membawa Laptop saat Pergi Berlibur, Jangan Lupa Hapus dan Backup Data Pentingnya

“Terimakasih kepada ibu walikota yang telah membantu menyukseskan rangkaian acara HSN di Kota Semarang dan rangkaian acara ditutup dengan pengajian akbar dengan peserta 4000 jama’ah di Masjid Jami’ Kota Semarang,” tutur Ketua Panitia Lomba HSN PCNU Kota Semarang, KH Said Al-Baihaqi usai penyerahan hadiah pemenang lomba usai upacara HSN di halaman Balaikota Semarang pada Minggu (21/10/2023).

Mubaligh yang menyampaikan tausiyah pada penutupan HSN Kota Semarang adalah KH Syarofuddin Qoumas yang perupakan pengasuh Ponodok Pesantren Leteh Kabupaten Rembang.

Baca Juga: Mendidik Anak dengan Cara Kreatif Melalui Radio Anak Konata yang Diakses dari Aplikasi Solo Destination

“Mubaligh yang kami hadirkan adalah KH Syarofuddin Qoumas, pengasuh Pondok Pesantren Leteh Rembang, salah satu anggota keluarga besar KH Musthofa Bisri atau Gus Mus,” tuturnya.

Kegiatan yang bertema ‘Jihad Santri Jayakan Negeri’ yang diinisiasi oleh PCNU Kota Semarang ini disebut oleh Iswar Aminuddin selaku Sekrtaris Daerah sebagai sarana membangun Kota Semarang semakin maju dan semakin hebat sesuai tagline Pemkot.

Baca Juga: Sejarah Organisasi Pemuda Jong Java yang Sebelumnya Bernama Tri Koro Dharmo, Cikal Bakal Indonesia Muda

“Tradisi ke NU-an ini tetap dijaga sebagai upaya untuk menjaga NKRI. Kemudian kerjasama antara ulama dan umaro juga ditingkatkan dan berjalan dengan baik. Sehingga Kota Semarang yang terkenal adem ayem dan rukun bisa berjalan semakin kompak, semakin maju, serta semakin hebat,” ujar Iswar yang juga salah satu pengurus PCNU Kota Semarang ini.

Dia juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Walikota Semarang Hevearita G Rahayu yang telah membantu secara total dalam menyelenggarakan rangkaian HSN ini.

Baca Juga: Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional, Mbak Ita Dorong Pemberdayaan SDM Unggul yang Bermoral

Mbak Ita sendiri dalam sambutan Upacara Hari Santri mendorong kepada Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Ibu Kota Jawa Tengah agar bersama-sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan bermoral. Menurutnya, santri sangat mempunyai peran penting dalam membangun negeri.

“Tema Jihad Santri Jayakan Negeri mencerminkan semangat, dedikasi, dan kontribusi besar santri dalam membawa kemajuan dan kebaikan bagi negara kita. Jihad santri bukanlah jihad dalam arti konflik bersenjata, tetapi jihad dalam arti berjuang untuk memajukan bangsa ini melalui pendidikan dan pengabdian kepada agama dan masyarakat,” ujarnya dalam sambutannya.

Baca Juga: Berikut Jadwal Film Baru di Bioskop Semarang Minggu 22 Oktober 2023

Sementara itu, lomba-lomba yang diselenggarakan antara lain; Musabaqah Qiroatul Kutub (pembacaan kitab kuning) yang diikuti oleh 60 peserta dari seluruh ponpes se kota Semarang dan dimenangkan oleh Fenida Rahmaawati santri dari Pondok Pesantren As-Salafiy Al-Asror Gunungpati.

Kemudian lomba rebana klasik yang diadakan di Kantor Kemenag Kota Semarang, diikuti oleh 14 kelompok dari seluruh MWC se Kota Semarang. Dan juaranya dari Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) Pedurungan dengan mendapatkan hadiah 2 juta rupiah.

Baca Juga: Berikut Prakiraan Cuaca Kota Salatiga yang Berlaku Hingga Senin 23 Oktober 2023 Pukul 07.00 WIB

Kemudian lomba pidato kebangsaan diikuti oleh 40 peserta dari tingkat SMP/MTs se Kota Semarang yang dimenangkan oleh Alfia Ramadhani Nurussyaiba dari MTS Al-Asror Gunungpati

Lalu lomba lalaran Al-Fiyah dengan irama semarangan di kategori SMA/MA. Diikuti 35 Ponpes dan digelar di halaman DPRD Kota Semarang yang dimenangkan oleh Ponpes Al-Asror Kecamatan Gunungpati.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.