Nelayan Demak Keluhkan Susahnya Rekomendasi BBM Solar Subsidi, Begini Penjelasan Dinlutkan

AKURAT.CO DEMAK - Sejumlah nelayan di Pesisir Demak mengeluh akan susahnya administrasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) solar untuk nelayan.
Padahal dalam sehari-hari ia membutuhkan minyak solar untuk melaut.
Keluhan ini salah satunya disampaikan nelayan Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Kasmidi.
Kata dia, ketika melaut ia menggunakan kapal berkapasitas 20 GT dengan kebutuhan 200 liter BBM solar.
"Tidak tahu sekarang kenapa membeli solar susah, kadang juga minta yang punya surat, saya ini nelayan kecil," ujarnya Medio Juli 2023.
Kasmidi menyebut, untuk kebutuhan BBM kapal miliknya saat ini ia meminta bantuan nelayan lain yang sudah memiliki surat rekomendasi BBM subsidi.
Baca Juga: Disketapang Kota Semarang Gelar Bimtek Pas Aman Bagi Pedagang Pangan Segar
"Saya sudah daftar, sudah bayar tapi belum jadi, sementara minta yang lain" imbuhnya.
Menanggapi akan keluhan nelayan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, Sulchan mengatakan bahwa, pemberian surat rekomendasi BBM sampai saat ini sudah dilakukan dengan tepat.
Namun, lanjut dia, yang menjadi permasalah saat ini adalah banyak nelayan yang memilih pengurusan surat rekomendasi itu melalui jasa orang lain, padahal apabila datang ke kantor Dinlutkan akan dilayani dengan sepenuh hati.
Baca Juga: Muhammad Fauzi, Wisudawan Terbaik Unnes Jadi Pemimpin Redaksi Jurnal Ilmiah Terkemuka
"Kami di sini sudah memberikan kemudahan-kemudahan untuk itu, apabila mereka itu langsung datang ke sini kami layani sepenuh hati, full totalitas pokoknya," ungkapnya.
Sulchan menegaskan, untuk pengurusan dokumen berkaitan dengan BBM solar subsidi pihaknya memang lebih selektif.
Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya oknum tidak bertanggung jawab, seperti yang pernah terjadi adanya penyalahgunaan KTP milik nelayan lain.
"Kami khawatir rekom ini ketika dikuasakan tidak diberi kepada si pemberi kuasa, tapi untuk membeli sendiri, kadang-kadang yang bilang sulit ya mereka mencari untuk dia beli sendiri," tuturnya.
Baca Juga: Pj Gubernur Jateng Siap Jembatani Buruh dengan Pusat
Sulchan menambahkan, apabila nelayan tidak bisa datang langsung ke Kantor Dinlutkan Demak di Jl Sultan Hadiwijaya No 53 Demak, pihaknya masih bisa memberikan toleransi dengan adanya surat kuasa.
Akan tetapi, lanjut dia, apabila tidak datang langsung ke kantor DKP harus disertai dengan surat kuasa untuk menghindari adanya penyalahgunaan solar subsidi.
"Kami selalu membuat kemudahan bagi rekan-rekan nelayan, kalau mereka datang menguasakan orang lain, karena ini kan subsidi harus tepat sasaran, biar tidak disalahgunakan kami meminta adanya surat kuasa yang ditandatangani oleh si pemberi kuasa dan si penerima kuasa, ini ya nyuwun sewu banyak yang dipalsukan," terangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 7Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat




