Dinlutkan Demak Dorong Masyarakat Pesisir Olah Mangrove Bernilai Ekonomis

AKURAT.CO, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Demak melalui Bidang Perikanan Tangkap turut mendorong upaya pengelolaan mangrove agar bernilai ekonomis.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinlutkan Demak, Sulchan mengatakan, bahwa pemanfaatan mangrove untuk diolah menjadi makanan lebih penting daripada hanya sekedar menanam yang kemudian diabaikan.
Menurutnya, dengan pemanfaatan mangrove dijadikan olahan makanan bernilai ekonomis ini juga berdampak kepada tanaman mangrove agar seluruh masyarakat turut merawat dan melestarikan.
Baca Juga: Kalah 4-1, Tim Siwo PWI Ambil Pelajaran dari Perseto
"Adanya pengolahan-pengolahan tersebut justru lebih penting daripada hanya menanam, karena jika warga bisa memanfaatkan itu ketika tanaman mangrove akan mati pasti mereka berusaha keras untuk menanam kembali," ungkapnya.
Kata Sulchan, olahan mangrove yang saat ini berkembang bisa ditemui di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Masyarakat setempat sudah membuat kopi dan sirup dari mangrove.
"Di Bedono sendiri sudah memproduksi mangrove menjadi olahan kopi yang bekerja sama dengan UMKM," jelasnya.
Baca Juga: Panser Biru Gelar Rapat Kerja Tahunan, Mbak Ita dan Bos PSIS Nampak Mesra
Sulchan mengungkapkan, tidak semua wilayah Pesisir Demak sadar akan potensi mangrove, salah satunya kendala pemasaran. Hal ini terjadi di wilayah Wedung Demak.
"Produk yang bisa dibuat kripik, bolu, dan sirup, karena yang menjadi kendala adalah pemasarannya yang sampai saat ini masih sulit untuk dipasarkan," terangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 7Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat







