SMK Bhumi Phala Parakan Salurkan Bantuan Air Bersih, 23 Desa di Temanggung Alami Kekeringan

AKURAT.CO, Kekeringan yang melanda beberapa wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, telah memicu aksi sosial dari SMK Bhumi Phala Parakan. Sekolah menengah kejuruan ini bergerak membantu penduduk setempat dengan menggelar droping air bersih di sejumlah lokasi yang terdampak kekeringan.
Salah satu lokasi yang mendapatkan bantuan droping air bersih adalah Dusun Balong, Desa Bansari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Wilayah ini telah mengalami kesulitan ekstrem dalam memperoleh pasokan air bersih selama beberapa waktu terakhir, memaksa warga untuk melakukan perjalanan jauh ke desa lain hanya untuk mendapatkan air bersih.
Hedi Susanto, Humas SMK Bhumi Phala, menyatakan bahwa dana untuk penyediaan air bersih berasal dari sumbangan sukarela siswa, guru, dan sekolah itu sendiri yang memiliki kepedulian terhadap nasib warga yang menghadapi krisis air bersih.
Baca Juga: KBPP Deklarasikan Ganjar Pranowo
"Kemarau panjang berdampak pada kekeringan dan krisis air bersih, SMK Bhumi Phala membantu warga yang mengalami krisis air," ujarnya.
Aksi droping air bersih yang dilakukan oleh SMK Bhumi Phala ini akan terus dilanjutkan di berbagai daerah yang membutuhkan bantuan serupa dalam waktu mendatang. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Selain memberikan bantuan praktis, kegiatan ini juga memiliki nilai pendidikan yang signifikan bagi siswa-siswa SMK Bhumi Phala. Mereka belajar tentang meningkatkan jiwa kepedulian dan kemanusiaan terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan.
Baca Juga: Pria Beratribut Banser dalam PKS Bersholawat Punya KTA PKS
Salah satu siswa SMK Bhumi Phala, Arlinda (16), mengungkapkan harapannya bahwa aksi sosial yang mereka lakukan dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dalam hal pasokan air bersih.
"Kami tersentuh dengan yang dialami warga Dusun Balong, kemudian iuran untuk membantu mereka dalam mencukupi air bersih," kata Arlinda.
Sementara itu, Kasi Darlog BPBD Kabupaten Temanggung, Priyo Hardjanto, menjelaskan bahwa BPBD telah melaksanakan droping air bersih dengan mengirimkan lima hingga enam tangki per hari.
Baca Juga: Menyesal Ikut Pengamanan PKS Bersholawat, Banser Semarang Terima Sanksi Kode Etik
Saat ini, ada 23 desa yang mengalami kekeringan, yang merupakan peningkatan dari 15 desa pada tahun sebelumnya. Kekeringan paling parah terjadi di Kecamatan Kranggan dan Pringsurat, yang memerlukan pasokan air bersih yang signifikan.
Untuk mengatasi masalah ini, APBD tahun 2023 telah mengalokasikan dana untuk 150 tangki air, namun saat ini hanya tersisa 15 tangki. Oleh karena itu, pada APBD perubahan, mereka meminta tambahan 50 tangki.
Mengingat dana tersebut masih kurang, pihak berwenang telah menggandeng perusahaan dan berbagai pihak lainnya untuk ikut serta dalam upaya penanganan air bersih melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga warga tetap dapat menerima pasokan air, meskipun kemarau berlanjut.
Kadus Balong, Ngadiyem, mengungkapkan bahwa wilayahnya telah menghadapi krisis air bersih selama beberapa waktu terakhir, dan bantuan dari SMK Bhumi Phala sangat membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih mereka.
"Sumber mata air bersih sudah tidak lagi bisa diandalkan, warga kesulitan air bersih," ujar Ngadiyem.
Aksi sosial ini merupakan contoh nyata bagaimana kepedulian dan kerjasama antara berbagai pihak dapat membantu masyarakat yang terdampak oleh bencana alam seperti kekeringan. SMK Bhumi Phala Parakan dan pihak berwenang setempat berharap bahwa tindakan ini dapat menjadi inspirasi bagi yang lainnya untuk turut serta dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di saat-saat sulit seperti ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









