Pemkot Semarang Gelar Lomba Pengelolaan Sampah Bertajuk Lampah Kita, Yuk Ikutan!

AKURAT.CO SEMARANG, Kota Semarang terus melakukan pembenahan dalam pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Semarang menggelar Lomba Pilah Sampah Kita (Lampah Kita) yang puncak penentuan juaranya akan digelar pada bulan November mendatang.
Baca Juga: Jangan Bingung, Berikut 4 Rekomendasi TWS yang Mirip dengan AirPods Dan Harga Terjangkau
Walikota Semarang, Hevearita G Rahayu dalam konferensi Pers di GOR Merah Jalan Bukit Beringin Ngaliyan pada Kamis (21/9/2023) mengatakan bahwa lomba ini adalah bagian dari tujuannya dalam pengelolaan sampah agar bisa lebih mengena dari hulu sampai hilir dalam rangka menghindari penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang.
"Karena kebakaran di TPA kemarin adalah hasil dari tumpukan sampah pasif yang sejak 2015 tidak terkelola," ujar perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut.
Untuk diketahui, sampah masyarakat yang dikirim ke TPA Jatibarang sejumlah 1000 ton perhari.
Hal itu berarti, kapasitas pengelolaan dan pertumpukan sampah tidak seimbang.
Baca Juga: Berikut 7 Manfaat Makan Siang Bagi Kesehatan yang Tidak Disadari Banyak Orang
Pemkot Semarang, melalui Lampah Kita yang akan dimulai tanggal 25 September mendatang ini menargetkan pengurangan penumpukan sampah sebanyak 30 persen dan pengurangan pengangkutan sampah sebanyak 70 persen jika sampah-sampah dapat dikelola sejak dari rumah tangga.
"Lomba ini berbasis video dengan kategori lingkungan pendidikan, masyarakat, pasar, rumah sakit, dan tempat-tempat umum," jelas Mbak Ita.
"Selain itu, untuk tempat-tempat umum seperti rumah sakit, pasar, lingkungan pendidikan, dan pabrik agar kita mengetahui cara pengelolaan sampah bagaimana dan muara pembuangannya seperti apa," ungkap Mbak Ita.
Baca Juga: Pantai Drini Gunung Kidul, Salah Satu Wisata Pantai Menarik di Yogyakarta
Kemudian untuk kategori perguran tinggi yang dilombakan adalah inovasi teknologi pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.
Karena menurut Mbak Ita, perguran tinggi adalah pusat keilmuan dan inovasi yang perlu dimaksimalkan potensinya.
Mbak Ita mengatakan hadiah lomba Lampah Kita total berjumlah 189 juta rupiah.
Untuk juara 1 hadiahnya kurang lebih senilai 20 juta rupiah.
Baca Juga: Dua Hasil Minor di Kandang, PSCS Fokus Benahi Lini Belakang
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Bambang Suranggono menjelaekan teknis penilian ada 4 kategori dan 1 inovasi.
"Harapan kami ada 1195 video yang dikirim ke kami dan akan dipilih 177 video terbaik yang mewakili kelurahan, kemudian naik lagi mewakili 16 Kecamatan hingga tingkat Kota," tutur Bambang.
Tim penilai atau juri terdiri dari pakar lingkungan yang akan turun langsung mengecek lapangan terkait dengan kesesuaian isi video tersebut.
"Untuk pengumuman juara akan dilakukan di bulan november," tandas Bambang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










