Puluhan Petani Melakukan Praktek Pembuatan Pupuk Alami di Kursus Tani

AKURAT.CO DEMAK, Penggunaan pupuk alami bagi lahan pertanian milik petani di kabupaten Demak terus digaungkan, salah satunya melalui berbagai macam penyuluhan dan praktek langsung di lapangan.
Hal ini dikarenakan penyuluhan yang efektif adalah dengan praktek langsung.
Disini petani selain bisa melihat secara langsung, petani juga bisa mempraktekannya di lahan pertanian mereka, seperti yang dilakukan poktan Sido Makmur Desa Tlogorejo Kecamatan Wonosalam.
Baca Juga: Perubahan Daya di Sektor Agriculture Tingkatkan Produksi Pertanian di Demak
Sebanyak 50 peserta mengikuti praktek pembuatan pupuk alami.
Tri Murtini, PPL Wonosalam menjelaskan bahwa penyuluhan ini bertujuan supaya petani mampu meningkatkan sikap, pengetahuan dan ketrampilan dalam penerapan teknologi CSA melalui penggunaan pupuk alami.
"Pupuk alami yang dipraktekkan adalah membuat MOL (mikro organisme lokal) berbahan buah nanas. MOL bermanfaat sebagai dekomposer atau pengurai bahan organik pada tanah. Sehingga dapat bermanfaat meningkatkan sifat fisik tanah dan penyerapan unsur hara oleh tanaman," ujar Tri Murtini pada Selasa (19/9/2023).
Baca Juga: Viral, Uma Oma Cafe Sebuah Cafe dengan Konsep yang Homey dan Dilayani Lansia
Mikroorganisme lokal (MOL) adalah mikroorganisme yang dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk cair.
Bahan utama mol terdiri dari beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme.
Disebutkan dari berbagai sumber, MOL (Mikroorganisme Lokal) sendiri adalah cairan yang mengandung organisme yang terdiri dari bahan bahan alami yang ada di sekitar kita, dan mudah didapat tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.
MOL sebagai dasar komponen pupuk, mikroorganisme tidak hanya bermanfaat bagi tanaman namun juga bermanfaat sebagai agen dekomposer bahan organik limbah pertanian, limbah rumah tangga dan limbah industri.
Hal ini tentunya sangat penting mengingat banyak tanah pertanian mengalami kerusakan akibat adanya ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida buatan.
Dengan adanya MOL diharapkan tanah pertanian yang rusak dapat pulih seperti sedia kala.
Sebab keberadaan MOL dapat meningkatkan peran mikroorganisme tanah yang bermanfaat melalui berbagai aktivitasnya yaitu meningkatkan kandungan beberapa unsur hara didalam tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara didalam tanah, dan meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang bermanfaat melalui aplikasi bahan organik.
Selain MOL peserta dilatih membuat biosaka.
Tri Murtini, PPL Wonosalam, menyampaikan biosaka bermanfaat sebagai zat elisitor sehingga diharapkan mampu meningkatakan produktivitas tanaman.
Baca Juga: Mencicipi Tahu Kupat plus Telur Sido Mampir Surakarta, Kuliner Khas yang Sudah Melegenda Sejak Dulu
Peserta mempraktekkan pembuatan biosaka dengan bahan aneka daun dan rumput.
Sedangkan Deni Hestina, S.Pt PPL Wonosalam menjelaskan bahwa materi yang tak kalah menarik bagi peserta pada hari ini adalah praktek penggunaan PUTS (Perangkat uji tanah sawah).
Dengan PUTS ini petani belajar mengetahui kandungan hara yang ada di tanah sawahnya.
“Nantinya hasil uji tanah ini bermanfaat untuk menentukan jumlah pupuk kimia yang perlu ditambahkan. Sehingga menghindari pemupukan yang berlebihan,” jelasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










