Jateng

Puluhan Petani Melakukan Praktek Pembuatan Pupuk Alami di Kursus Tani

Theo Adi Pratama | 20 September 2023, 12:54 WIB
Puluhan Petani Melakukan Praktek Pembuatan Pupuk Alami di Kursus Tani

AKURAT.CO DEMAK, Penggunaan pupuk alami bagi lahan pertanian milik petani di kabupaten Demak terus digaungkan, salah satunya melalui berbagai macam penyuluhan dan praktek langsung di lapangan.

Hal ini dikarenakan penyuluhan yang efektif adalah dengan praktek langsung.

Disini petani selain bisa melihat secara langsung, petani juga bisa mempraktekannya di lahan pertanian mereka, seperti yang dilakukan poktan Sido Makmur Desa Tlogorejo Kecamatan Wonosalam.

Baca Juga: Perubahan Daya di Sektor Agriculture Tingkatkan Produksi Pertanian di Demak

Sebanyak 50 peserta mengikuti praktek pembuatan pupuk alami. 

Tri Murtini, PPL Wonosalam menjelaskan bahwa penyuluhan ini bertujuan supaya petani mampu meningkatkan sikap, pengetahuan dan ketrampilan dalam penerapan teknologi CSA melalui penggunaan pupuk alami. 

"Pupuk alami yang dipraktekkan adalah membuat MOL (mikro organisme lokal) berbahan buah nanas. MOL bermanfaat sebagai dekomposer atau pengurai bahan organik pada tanah. Sehingga dapat bermanfaat meningkatkan sifat fisik tanah dan penyerapan unsur hara oleh tanaman," ujar Tri Murtini pada Selasa (19/9/2023).

Baca Juga: Viral, Uma Oma Cafe Sebuah Cafe dengan Konsep yang Homey dan Dilayani Lansia

Mikroorganisme lokal (MOL) adalah mikroorganisme yang dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk cair.

Bahan utama mol terdiri dari beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme. 

Disebutkan dari berbagai sumber, MOL (Mikroorganisme Lokal) sendiri adalah cairan yang mengandung organisme yang terdiri dari bahan bahan alami yang ada di sekitar kita, dan mudah didapat tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

MOL sebagai dasar komponen pupuk, mikroorganisme tidak hanya bermanfaat bagi tanaman namun juga bermanfaat sebagai agen dekomposer bahan organik limbah pertanian, limbah rumah tangga dan limbah industri. 

Baca Juga: Info Pendaftaran PPPK di Pemkot Semarang, Berikut Formasi dan Persyaratan Lengkap Serta Rincian Penghasilan

Hal ini tentunya sangat penting mengingat banyak tanah pertanian mengalami kerusakan akibat adanya ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida buatan.

Dengan adanya MOL diharapkan tanah pertanian yang rusak dapat pulih seperti sedia kala.

Sebab keberadaan MOL dapat meningkatkan peran mikroorganisme tanah yang bermanfaat melalui berbagai aktivitasnya yaitu meningkatkan kandungan beberapa unsur hara didalam tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara didalam tanah, dan meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang bermanfaat melalui aplikasi bahan organik. 

Selain MOL peserta dilatih membuat biosaka.

Tri Murtini, PPL Wonosalam, menyampaikan biosaka bermanfaat sebagai zat elisitor sehingga diharapkan mampu meningkatakan produktivitas tanaman.

Baca Juga: Mencicipi Tahu Kupat plus Telur Sido Mampir Surakarta, Kuliner Khas yang Sudah Melegenda Sejak Dulu

Peserta mempraktekkan pembuatan biosaka dengan bahan aneka daun dan rumput.

Sedangkan Deni Hestina, S.Pt PPL Wonosalam menjelaskan bahwa materi yang tak kalah menarik bagi peserta pada hari ini adalah praktek penggunaan PUTS (Perangkat uji tanah sawah).

Dengan PUTS ini petani belajar mengetahui kandungan hara yang ada di tanah sawahnya. 

“Nantinya hasil uji tanah ini bermanfaat untuk menentukan jumlah pupuk kimia yang perlu ditambahkan. Sehingga menghindari pemupukan yang berlebihan,” jelasnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.