BKKBN Dorong Penganggaran untuk Percepatan Penurunan Stunting di Daerah, Hasto: Harus Jelas dan Transparan

AKURAT.CO SEMARANG, Penanganan dan penuruan angka stunting, masih menjadi prioritas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2024.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo pun meminta agar penganggaran untuk percepatan penurunan stunting di daerah harus transparan dan jelas.
Tercatat, pada TA 2024 total pagu anggaran BKKBN adalah sebesar RP 4,249 T, maka perlu disusun rancangan kegiatan sekaligus rancangan distribusi pagu anggaran.
Baca Juga: Kecewa Kepemimpinan Wasit, PSCS Cilacap Layangkan Surat Protes
Khususnya, dalam menerjemahkan Prioritas Nasional melalui Program Prioritas (PP) dan Kegiatan Prioritas (KP) yang menjadi arahan Presiden RI sebagai fokus penggarapan Pembangunan Nasional Indonesia periode 2020-2024, termasuk penurunan angka stunting.
Pernyataan ini disampaikan Hasto Wardoyo saat menghadiri acara Konsolidasi Perencanaan Program dan Anggaran (KOREN) II Program Bangga Kencana TA 2024 di Semarang, Senin malam 19 September 2023.
"Khusus dari pusat, kita mendorong daerah melalui informasi yang transparan dan jelas. Kita tahu bahwa tidak semua daerah mendapatkan dana alokasi anggaran (DAK), sehingga kita selalu sampaikan kepada kepala daerah dan jajarannya untuk memberikan suplemen atau komplemen dalam penganggarannya di daerah itu untuk percepatan penurunan stunting," tandasnya.
Baca Juga: Menikmati Suasana Kota Solo dan Berfoto di Taman di Keris Cafe and Kitchen
Ditegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh BKKBN saja, namun juga perlu didukung oleh seluruh lapisan stakeholder, termasuk dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Salah satunya lewat Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kemensos, untuk menekan angka stunting.
Selain itu Hasto juga mendorong peran serta seluruh pemerintah kabupaten kota, dalam penanganan stunting di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Liburan Singkat, Coba Terapkan 5 Tips Mengumpulkan Dana yang Efektif Berikut Ini
Termasuk dalam penganggaran anggaran untuk persoalan stunting.
Pihaknya juga mendorong agar pemerintah daerah segera menyusun strategi untuk bertemu kepala desa, agar kepala desa juga turut mengalokasikan dana desa untuk percepatan penurunan stunting.
Meski prevalensi penurunan stunting di Jawa Tengah sudah cukup baik, dari sebelumnya berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 sebesar 20,8 persen menjadi 10 persen di tahun 2023 (hitungan sementara), tetapi menurut Hasto masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Baca Juga: Pj Gubernur Jateng Minta Petugas Antisipasi Kebakaran TPA Jatibarang Tak Meluas
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.
Dalam kesempatan yang sama, Sekda Jateng juga menegaskan pentingnya kerja sama, konvergensi, dan kolaborasi dalam rangka percepatan penurunan stunting, khususnya di Jateng.
"Jadi memang konvergensi dan kolaborasi terus kita lakukan, karena ini permasalahan kita bersama. Lalu, penanganan itu harus di semua lini, bahwa di lingkup masyarakat, ibu-ibu PKK, RT/RW kita libatkan untuk penurunan stunting.
Baca Juga: Bingung Memulai Orbolan dengan Orang Baru, Cobalah 4 Topik Obrolan Ini!
Sumarno juga menegaskan bahwa stunting adalah program prioritas nasional, sehingga setiap daerah wajib mengatur penganggarannya.
"Siapapun kepala daerahnya itu ada indikator (penurunan stunting), itu yang harus kita kejar, selalu. Kalau kita bicara itu, tentu saja penganggarannya kita atur juga," tandasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










