Puncak Kemarau di Jateng, BMKG Minta Masyarakat Waspadai Kebakaran Hutan

AKURAT.CO SEMARANG - Hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) dan Analisis Curah Hujan yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada September 2023, menunjukkan peluang turun hujan rendah.
BMKG mencatat, peluang turun hujan pada dasarian I bulan September 2023 kurang dari 50 milimeter (mm) untuk seluruh wilayah Jawa Tengah.
Demikian juga, pada dasarian I dan III September 2023, seluruh wilayah Jawa Tengah masuk kriteria rendah kurang dari 10 mm.
Kemudian dasarian II September kurang dari 50 mm dan dasarian I Oktober pada umumnya kurang dari 20 mm, kecuali pegunungan Dieng dan pegunungan Ungaran bisa mencapai kurang 50 mm.
Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan hasil monitoring HTH dan Analisis Curah Hujan pada bulan sebelumnya, Agustus 2023.
Tercatat pada Agustus 2023, sebagian besar wilayah Jawa Tengah masuk kriteria sangat panjang yaitu 31-60 hari tanpa hujan.
Baca Juga: PT Jasamarga Solo Ngawi Salurkan 1.400 Sembako
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mewanti-wanti masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran semak dan hutan.
Termasuk meminta masyarakat untuk bijak dalam penggunaan air tanah, karena berpotensi musim kemarau cukup panjang.
"Bulan Agustus kemarin ada beberapa daerah di Jateng mengalami 60 hari tanpa hujan sehingga pengelolaan air tanah harus dilakukan dengan bijaksana," papar Koordinator Informasi dan Observasi pada Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto.
Baca Juga: Beri Pendampingan UKM Pengolah Keripik Ikan Khas Rawa Pening, Tim PKM Undip Beri Hibah Teknologi
Kejadian kebakaran hutan juga sempat terjadi di Gunung Sumbing pada Sabtu 2 September 2023 lalu.
Selain itu sejumlah titik kebakaran semak ilalang juga dilaporkan terjadi di berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk di Kota Semarang.
HTH yang cukup panjang juga menyebabkan kenaikan suhu udara, meski masih di bawah suhu maksimum.
Dalam catatan BMKG dalam grafik suhu rata-rata maksimum, suhu tertinggi di wilayah Jateng terjadi pada tahun 1991-2020.
Baca Juga: Ganjar Pranowo : Mau Cegah Gizi Buruk, Harus Benahi Kemiskinan Ekstrem
Dalam rentang waktu tersebut, suhu maksimum di bulan September di angka 37,9 derajat celcius.
Meski suhu rata-rata di Jawa Tengah saat ini dikisaran angka 34 derajat celcius, namun masyarkat tetap diminta berhati-hati jika beraktivitas di luar ruangan.
Penggunaan sunblock atau alat pelindung seperti payung, juga disarankan untuk digunakan, demi mengurangi paparan terik sinar matahari.
Masyarakat juga diminta untuk membekli diri dengan air minum, agar tidak terjadi dehidrasi saat berkegiatan di luar ruangan akibat suhu tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








