Wagub Jateng Taj Yasin Ingatkan Isu Strategis Pemilu yang Harus Diwaspadai

AKURAT.CO SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengingatkan sejumlah isu strategis, yang biasanya muncul saat pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) untuk diwaspadai.
Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Rakor Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) "Menjaga Kondusifitas Wilayah Jateng dalam rangka Sukses Pemilu Serentak tahun 2024" di Wisma Perdamaian, Senin (4/9/2023).
Isu-isu strategis yang menjadi potensi permasalahan tersebut, antara lain keberpihakan ASN atau aparat lain dalam mendukung dan memfasilitasi peserta pemilu atau pilpres.
Baca Juga: RKF Ceramic, Pilihan Kaca Film Low Budget Tetap dengan Teknologi Tolak Panas
Ada juga politik transaksional caleg, pasangan calon, tim kampanye, dan tim sukses, penggunaan medsos untuk black campaign, dan penyebaran isu hoax, politik identitas, dan ujaran kebencian serta pelaksanaan tahapan pemilu serta penyusunan daftar pemilih.
"Isu-isu yang berpotensi menimbulkan kerawanan di masyarakat tersebut, harus dicegah. Butuh kerja sama dari berbagai pihak, untuk melakukan pencegahan," terangnya.
Baik dari penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, organisasi masyarakat maupun partai politik.
Baca Juga: Gelar Ajang Terima Kasih Jawa Tengah, Dishub Berlakukan Pengalihan Ruas Jalan
Dari pihak penyelenggara misalnya, pencegahan dilakukan dengan meningkatkan pelayanan, mulai dari proses pencalonan, akurasi data, dan upaya meningkatkan partisipasi masyarakat.
"(Dari) parpol hendaknya meningkatkan akses dan keterlibatan masyarakat dalam proses pencalonan dan melakukan pendidikan politik yang intensif sepanjang tahapan pilkada," tuturnya.
Untuk pemerintah daerah, lanjutnya, punya kewajiban untuk memastikan kelancaran pelaksanaan pilkada.
Baca Juga: Turun Lapangan, Mbak Ita Sentil OPD Supaya Lebih Aware Terhadap Lingkungan
Selain itu, pemerintah daerah harus mengintensifkan forum-forum komunikasi, baik FKPD maupun Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk konsolidasi dan pencegahan potensi kerawanan.
"Saya minta juga Polri/ TNI, BIN, BINDA dan unsur intelijen harus lebih menguatkan koordinasi untuk mencegah potensi konflik horizontal dan vertikal berdasarkan pemetaan indeks kerawanan pemilu 2024," ungkapnya.
Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah peran organisasi kemasyarakatan dan jaringan relawan.
Baca Juga: Peniadaan Retribusi Uji Kir Sesuai Dengan UU No 1 Tahun 2022
Kelompok organisasi kemasyarakatan dan jaringan relawan perlu memperluas jaringan pemantauan pemilu dan pilkada, untuk meningkatkan kesadaran politik yang demokratis.
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jateng Muhammad Amin menyambung, Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Jateng, rata-rata masuk dalam kategori rawan sedang.
Konstruksi IKP ini terdiri dari empat dimensi, yakni konteks sosial politik, penyelenggaraan pemilu, kontestasi dan partisipasi.
Baca Juga: Hati-hati, Polwan Akan Aktif Mengamankan Pemilu 2024
Muhammad Amin menjelaskan, untuk konteks sosial politik, indeksnya sebesar 27,14%, penyelenggaraan pemilu 54,48%, kontestasi 31,24%, dan partisipasi sebesar 0,14%.
Angka indeks ini, menurutnya, bisa berubah melalui upaya-upaya pencegahan, koordinasi dan partisipasi dari pemerintah daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional








