Jateng

CEO Huawei: Kirin 9050 Pro adalah 'Chip Kirin Terkuat yang Pernah Kami Buat'

Theo Adi Pratama | 9 September 2026, 20:11 WIB
CEO Huawei: Kirin 9050 Pro adalah 'Chip Kirin Terkuat yang Pernah Kami Buat'

JATENG.AKURAT.CO, Akhir pekan lalu, dunia teknologi sempat dihebohkan dengan peluncuran ponsel lipat tiga Huawei Mate XT 2 di Guangzhou, Senin (7/9/2026).

Namun, di balik kemegahan layar 10,2 inci dan banderol 19.999 yuan, ada satu nama yang benar-benar mencuri perhatian: Kirin 9050 Pro.

Ini bukan sekadar chip anyar. Ini adalah pernyataan. Enam tahun telah berlalu sejak terakhir kali Huawei memperkenalkan chip flagship barunya di panggung peluncuran besar—saat Mate 40 series debut dengan Kirin 9000 pada 2020.

Enam tahun yang terasa panjang bagi perusahaan yang pernah menjadi pemimpin pasar chip mobile, sebelum sanksi AS menghantam dan memaksa mereka mengandalkan pasokan dari Qualcomm.

Kini, dengan Kirin 9050 Pro, Huawei tidak hanya kembali ke panggung yang pernah ia tinggalkan—ia datang dengan pendekatan yang sama sekali berbeda: bukan mengejar ukuran transistor yang lebih kecil, melainkan menata ulang arsitektur chip dari dasar.

'Logika Bertingkat': Saat Chip Berubah dari Rumah Datar menjadi Rumah Tingkat

Apa yang membuat Kirin 9050 Pro begitu istimewa? Jawabannya terletak pada teknologi yang disebut LogicFolding atau "logika pelipatan".

Bayangkan sebuah chip konvensional sebagai rumah tinggal satu lantai: semua sirkuit diletakkan berdampingan di bidang datar.

Semakin banyak komponen yang ingin ditambahkan, semakin luas area yang dibutuhkan—dan di situlah batas fisik "geometri" mulai menghambat. LogicFolding mengubah pendekatan itu.

Alih-alih memperluas area, Huawei memilih untuk menumpuk logika ke atas—seperti merenovasi rumah menjadi dua lantai dan memasang "elevator" berupa saluran koneksi vertikal.

Hasilnya? Jalur sinyal menjadi lebih pendek, latensi berkurang, dan performa melonjak tanpa harus mengecilkan transistor secara fisik.

Dalam satu generasi, kepadatan transistor melonjak 53,5% menjadi 238 juta transistor per milimeter persegi—setara dengan lompatan yang biasanya membutuhkan tiga tahun teknologi geometri konvensional.

'Tao Law': Dari Geometri ke Waktu

Di balik LogicFolding, ada sebuah kerangka teoretis yang disebut "Tao (τ) Law" atau Hukum Tao.

Dikemukakan oleh He Tingbo, Presiden Bisnis Semikonduktor Huawei, pada Mei 2026, hukum ini mengusulkan pergeseran paradigma: alih-alih mengukur kemajuan chip dari seberapa kecil transistor (geometri), ukurlah dari seberapa cepat sinyal bisa berpindah dari satu titik ke titik lain (waktu).

Dalam metafora He Tingbo, energi yang dikonsumsi chip modern sebagian besar tidak berasal dari perhitungan itu sendiri, melainkan dari "perjalanan" data melintasi kabel di dalam chip—seperti energi pekerja habis bukan karena bekerja di meja, tetapi karena perjalanan pulang-pergi.

LogicFolding memperpendek "perjalanan" itu hingga 20% pada jalur inti dan hingga 70% pada jalur kritis. Waktu yang dihemat itu kemudian dikonversi menjadi tegangan dan frekuensi yang lebih rendah, menghasilkan efisiensi daya yang jauh lebih baik.

Dampaknya nyata: pada performa yang sama, NPU turun 66%, GPU turun 58%, dan CPU turun 41%.

Spesifikasi yang Tak Main-main

Kirin 9050 Pro bukan hanya soal arsitektur. Di dalamnya, Huawei menyematkan CPU 9-core "Lingxi" dengan dukungan hyper-threading, yang meningkatkan performa single-core sebesar 24% dan multi-core sebesar 52%.

GPU "Maleoon" dengan cache berlipat ganda mendukung ray tracing 50 juta garis dan peningkatan performa rendering 142%.

Sementara itu, NPU berbasis arsitektur Da Vinci menjadi yang pertama di industri yang mampu menjalankan model AI multimodal dengan 30 miliar parameter secara langsung di perangkat—cukup untuk menjalankan model Pangu 30B-A2B MoE tanpa koneksi internet.

Secara keseluruhan, perangkat yang menggunakan chip ini—dalam hal ini Mate XT 2—mengalami peningkatan performa 42% dibandingkan pendahulunya.

'Super Fast, Super Intelligent, Super Cool'

Di atas panggung, Yu Chengdong (Richard Yu), Ketua Terminal BG Huawei, tak bisa menyembunyikan emosinya.

Enam tahun penantian, enam tahun perjuangan di tengah sanksi yang semakin ketat.

Saat memperkenalkan Kirin 9050 Pro, ia menyebutnya dalam tiga kata bahasa Inggris: "Super fast, Super intelligent, Super cool"—dan menambahkan, "The most powerful Kirin chip ever!".

Penonton bersorak. Beberapa sumber bahkan menyebut ia sempat terbata-bata. Bagi Huawei, ini bukan sekadar peluncuran produk. Ini adalah momen kebangkitan.

Dukungan dari Lini Bisnis Lain

Kebanggaan atas Kirin 9050 Pro juga datang dari lini bisnis lain Huawei. Jin Yuzhi, CEO Huawei Smart Automotive Solutions Business Unit, turut mengunggah rasa syukurnya di Weibo.

Ia mengaku selama ini setia menggunakan Mate 40 dengan Kirin 9000, dan kini menyaksikan "kelahiran kembali" Kirin setelah enam tahun. "Jalan chip yang dikembangkan sendiri akhirnya mulai terlihat terang!" tulisnya.

Ia menegaskan bahwa kembalinya Kirin menandai tonggak baru bagi chip buatan domestik dan jalan menuju kemandirian teknologi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.