Xiaomi Resmi Rilis HyperOS 4 di China, Bawa Android 17 dan Tinggalkan Legacy MIUI

JATENG.AKURAT.CO, Xiaomi resmi memperkenalkan HyperOS 4 di China pada 13 Agustus 2026. Sistem operasi terbaru ini menjadi salah satu pembaruan paling penting bagi Xiaomi sejak perusahaan mulai meninggalkan MIUI dan beralih ke HyperOS.
HyperOS 4 hadir dengan sejumlah perubahan besar, mulai dari tampilan antarmuka yang lebih modern, peningkatan performa, fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga sistem keamanan dan privasi yang semakin diperkuat.
Menariknya, Xiaomi juga membawa konsep “Zero-Legacy” pada HyperOS 4. Melalui pendekatan tersebut, Xiaomi berupaya menghapus kode-kode warisan MIUI dari sistem operasi barunya sehingga HyperOS dapat dibangun dengan fondasi yang lebih bersih dan terintegrasi.
Salah satu perubahan penting pada HyperOS 4 adalah basis sistem operasinya yang menggunakan Android 17.
Xiaomi tidak hanya melakukan pembaruan visual, tetapi juga mengoptimalkan sistem agar lebih responsif dan mampu memberikan pengalaman penggunaan yang lebih konsisten.
HyperOS 4 memiliki tiga fokus utama, yakni peningkatan performa, desain antarmuka baru bernama Soft Light Glass, serta kehadiran Super XiaoAi 2.0 yang ditenagai model AI MiMo milik Xiaomi.
Dari sisi tampilan, Xiaomi memperkenalkan ikon dengan desain 2.5D Rounded Icons serta penyempurnaan konsep Liquid Glass UI.
Kombinasi tersebut membuat antarmuka HyperOS 4 terlihat lebih modern, halus, dan memiliki kedalaman visual yang lebih kuat.
Perubahan juga menyentuh bagian lock screen. Pengguna kini mendapatkan opsi untuk mengatur ukuran jam berukuran besar sesuai preferensi.
Xiaomi turut menghadirkan fitur stacked notifications sehingga notifikasi dapat ditampilkan dengan susunan yang lebih rapi.
Peningkatan performa menjadi salah satu bagian yang cukup mendapat perhatian di HyperOS 4.
Xiaomi memperkenalkan sistem memory preloading yang memanfaatkan AI untuk memprediksi aplikasi dan aktivitas yang kemungkinan akan digunakan pengguna.
Sistem tersebut memungkinkan perangkat melakukan persiapan sumber daya secara lebih proaktif, termasuk mengatur penggunaan RAM berdasarkan pola pemakaian.
Pendekatan ini berbeda dengan optimalisasi memori konvensional yang cenderung bekerja setelah kebutuhan sumber daya muncul.
Dengan prediksi berbasis AI, Xiaomi berusaha membuat perpindahan antar-aplikasi terasa lebih cepat sekaligus menjaga efisiensi penggunaan memori.
HyperOS 4 juga membawa pembaruan pada launcher, aplikasi inti, dan berbagai komponen sistem agar keseluruhan pengalaman penggunaan terasa lebih konsisten.
Fitur HyperIsland juga mendapatkan pengembangan pada HyperOS 4. Area yang menyerupai konsep dynamic island tersebut dapat digunakan untuk menampilkan informasi aktivitas yang sedang berlangsung tanpa harus menutup atau meninggalkan aplikasi yang tengah digunakan.
Dengan demikian, informasi seperti status tugas tertentu dapat dipantau secara cepat melalui area tersebut.
Xiaomi juga menambahkan berbagai kemampuan lintas perangkat atau cross-device tools, yang semakin memperkuat integrasi antara smartphone, tablet, dan perangkat pintar lain dalam ekosistem Xiaomi.
Aspek kecerdasan buatan menjadi bagian penting lainnya dari HyperOS 4. Xiaomi menghadirkan Super XiaoAi 2.0 dengan dukungan model MiMo.
AI pada sistem operasi terbaru ini tidak hanya ditujukan untuk perintah suara, tetapi juga mendukung berbagai kebutuhan kontekstual, termasuk pembuatan konten dan pengoperasian sejumlah fungsi perangkat.
Integrasi AI yang lebih mendalam tersebut menunjukkan arah Xiaomi dalam mengembangkan HyperOS bukan sekadar sebagai sistem operasi smartphone, melainkan sebagai pusat ekosistem perangkat pintar.
Fokus pada Privasi dan Keamanan
Selain performa dan desain, Xiaomi turut memperkuat aspek privasi serta keamanan pada HyperOS 4.
Sistem operasi ini mengadopsi berbagai peningkatan keamanan yang tersedia pada Android 17 dan mengombinasikannya dengan sistem keamanan Xiaomi sendiri.
Tujuannya adalah memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap data serta aktivitas pengguna.
Manajemen daya juga menjadi bagian dari optimalisasi HyperOS 4. Xiaomi berupaya membuat penggunaan sumber daya sistem menjadi lebih efisien sehingga performa perangkat tetap terjaga tanpa mengorbankan daya tahan baterai.
Konsep Zero-Legacy menjadi salah satu alasan HyperOS 4 dianggap sebagai pembaruan besar bagi Xiaomi.
Sejak meninggalkan MIUI, Xiaomi secara bertahap membangun HyperOS sebagai platform yang mampu menghubungkan berbagai perangkat dalam satu ekosistem.
HyperOS 4 melanjutkan proses tersebut dengan berusaha menghilangkan ketergantungan terhadap kode-kode lama MIUI.
Langkah ini diharapkan membuat sistem operasi Xiaomi lebih mudah dioptimalkan dan memiliki fondasi yang lebih seragam di berbagai kategori perangkat.
Dengan pendekatan tersebut, HyperOS tidak hanya berfungsi sebagai antarmuka Android pada smartphone Xiaomi, tetapi juga menjadi platform yang menghubungkan ponsel, tablet, perangkat wearable, hingga perangkat rumah pintar.
Program beta HyperOS 4 di China pertama kali menyasar sejumlah perangkat terbaru Xiaomi.
Beberapa di antaranya adalah Xiaomi 17, Xiaomi 17 Pro, Xiaomi 17 Pro Max, Xiaomi 17 Ultra, Xiaomi 17 Max, serta lini Redmi K90.
Sementara itu, perangkat Xiaomi generasi sebelumnya diperkirakan mulai mendapatkan pembaruan stabil secara bertahap sekitar Oktober 2026.
Sebelum HyperOS 4 tersedia secara luas, sejumlah perangkat terbaru Xiaomi telah lebih dulu menerima HyperOS 3.3.
Pembaruan interim tersebut sudah menggunakan basis Android 17 dan mulai digulirkan pada 15 Juli 2026.
Artinya, pengguna sejumlah perangkat flagship terbaru sebenarnya sudah dapat menikmati fondasi Android 17 sebelum nantinya mendapatkan pembaruan besar HyperOS 4.
Untuk saat ini, Xiaomi masih memprioritaskan peluncuran HyperOS 4 di China.
Jadwal pasti versi global belum diumumkan secara resmi.
Namun, Xiaomi disebut telah menjalankan pengujian untuk pasar internasional melalui server di sejumlah wilayah, termasuk Eropa, India, dan Taiwan.
Wilayah lain juga diperkirakan menyusul dalam tahap pengujian berikutnya.
Jika mengikuti pola peluncuran generasi sebelumnya, versi global HyperOS 4 kemungkinan hadir beberapa minggu setelah debutnya di China.
Untuk India, pembaruan stabil diperkirakan baru tersedia sekitar Oktober hingga November 2026.
Dengan berbagai perubahan tersebut, HyperOS 4 bukan sekadar pembaruan tampilan.
Xiaomi tampaknya ingin menjadikannya sebagai fondasi baru yang lebih bersih, cerdas, aman, dan terintegrasi setelah era MIUI berakhir.
Kehadiran Android 17, desain Soft Light Glass, Super XiaoAi 2.0, optimalisasi memori berbasis AI, HyperIsland, serta konsep Zero-Legacy membuat HyperOS 4 menjadi salah satu pembaruan sistem operasi Xiaomi yang paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dikabarkan Sakit Mendadak, Ini Fakta Meninggalnya Putri Juficha Tepat di Hari Ulang Tahunnya yang ke-26
- 2Jadwal dan Prediksi Skor Persib vs Sabah FC Malam Ini: Maung Bandung Tampil Pincang, Mampukah Tetap Menang? Siaran Langsung Indosiar
- 3Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 4Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 5Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 6Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 7Prediksi Skor Persebaya vs Penang FC: Bajul Ijo Incar Kemenangan di Hadapan Bonek dan Bonita
- 8Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 9Diburu Tiga Raksasa Liga Inggris! Victor Osimhen Jadi Rebutan Manchester United, Arsenal dan Tottenham
- 10Jadwal Sepak Bola Hari Ini, Sabtu 15 Agustus 2026: Persebaya, Persib, Chelsea hingga Manchester United Tampil






