Jateng

Samsung Kembangkan Chip AI PC "Gaia", Siap Tantang Intel, AMD, dan Qualcomm?

Dody H | 13 Juli 2026, 07:05 WIB
Samsung Kembangkan Chip AI PC "Gaia", Siap Tantang Intel, AMD, dan Qualcomm?
ilustrasi Samsung Gaia (istimewa)

JATENG.AKURAT.CO, Samsung dikabarkan sedang menyiapkan langkah besar di industri kecerdasan buatan dengan mengembangkan chip akselerator AI khusus untuk komputer personal (PC).

Produk yang masih menggunakan nama kode Gaia tersebut disebut-sebut akan menjadi senjata baru Samsung untuk memperluas bisnis semikonduktornya di luar chipset Exynos yang selama ini digunakan pada perangkat mobile.

Laporan dari sejumlah media Korea Selatan menyebutkan, bahwa proyek Gaia kini telah memasuki tahap pengujian bersama beberapa produsen komputer ternama, termasuk HP dan Lenovo.

Meski demikian, Samsung masih belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keberadaan maupun detail pengembangan chip tersebut.

Kehadiran Gaia menunjukkan keseriusan Samsung dalam meramaikan pasar AI PC yang saat ini berkembang sangat cepat.

Segmen ini mengacu pada komputer yang mampu menjalankan berbagai fitur kecerdasan buatan secara lokal melalui dukungan Neural Processing Unit (NPU), tanpa harus selalu bergantung pada layanan cloud.

Permintaan terhadap perangkat AI PC terus meningkat seiring hadirnya fitur AI generatif yang membutuhkan pemrosesan data secara real-time di perangkat.

Teknologi ini menawarkan keunggulan berupa respons lebih cepat, privasi yang lebih baik, serta konsumsi daya yang lebih efisien.

Jika nantinya masuk tahap komersial, Gaia berpotensi membuka jalan bagi Samsung untuk memperluas jangkauan bisnis chip mereka ke pasar komputer, bukan hanya smartphone.

Menurut sumber industri, pengembangan Gaia berada di bawah tanggung jawab divisi System LSI Samsung, unit yang selama ini menangani keluarga chipset Exynos.

Chip tersebut dikabarkan dibuat menggunakan proses fabrikasi 4 nanometer dan dirancang sebagai akselerator AI khusus.

Artinya, Gaia tidak berfungsi sebagai CPU maupun GPU utama, melainkan fokus menangani berbagai tugas berbasis kecerdasan buatan dan machine learning.

Dengan adanya akselerator AI terpisah, beban kerja yang biasanya diproses oleh CPU atau GPU dapat dialihkan ke NPU yang lebih efisien.

Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan performa AI sekaligus menekan konsumsi daya perangkat.

Berbeda dari Strategi Intel dan Qualcomm

Saat ini Intel, AMD, dan Qualcomm telah mengintegrasikan NPU langsung ke dalam prosesor generasi terbaru mereka untuk mendukung fitur AI di Windows maupun berbagai aplikasi produktivitas.

Samsung tampaknya mengambil jalur berbeda dengan menghadirkan chip akselerator AI mandiri yang dapat digunakan pada platform PC tertentu.

Strategi ini memungkinkan produsen komputer menambahkan kemampuan AI tanpa harus mengandalkan prosesor dengan NPU bawaan.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai spesifikasi teknis, performa, kapasitas pemrosesan AI, maupun skema integrasi Gaia dengan prosesor utama pada komputer.

Laporan yang beredar menyebutkan bahwa sampel awal Gaia telah dikirim ke HP di Amerika Serikat dan Lenovo di China untuk menjalani serangkaian pengujian.

Tahap validasi tersebut dilakukan guna mengukur performa serta stabilitas chip sebelum dipertimbangkan untuk digunakan pada perangkat komersial generasi berikutnya.

Apabila proses pengembangan berjalan sesuai target, produksi massal Gaia diperkirakan baru akan dimulai pada akhir 2027.

Produk komersial yang mengusung chip tersebut kemungkinan hadir pada penghujung 2027 atau awal 2028.

Pengembangan Gaia dinilai sejalan dengan strategi jangka panjang Samsung dalam memperkuat ekosistem AI miliknya.

Dalam beberapa tahun terakhir perusahaan terus meningkatkan kemampuan NPU pada chipset Exynos dan menghadirkan berbagai fitur Galaxy AI di perangkat premium.

Selain itu, Samsung juga terus memperbesar investasi pada sektor memori dan manufaktur semikonduktor yang menjadi fondasi utama pengembangan teknologi AI.

Beberapa analis industri bahkan mengaitkan Gaia dengan potensi pengembangan teknologi Processing-in-Memory (PIM) generasi berikutnya.

Teknologi ini memungkinkan sebagian proses komputasi dilakukan lebih dekat dengan memori sehingga dapat mengurangi latensi dan meningkatkan efisiensi energi.

Namun hingga saat ini belum ada bukti resmi yang menghubungkan Gaia dengan proyek PIM Samsung.

Pasar AI PC diperkirakan akan terus tumbuh dalam beberapa tahun mendatang.

Persaingan saat ini didominasi oleh Intel, AMD, dan Qualcomm melalui prosesor yang telah dilengkapi kemampuan AI canggih.

Jika Gaia berhasil mencapai tahap produksi massal, Samsung berpotensi menjadi pemain baru yang menawarkan pendekatan berbeda melalui akselerator AI khusus untuk komputer personal.

Meski seluruh informasi yang beredar masih berasal dari laporan industri dan belum dikonfirmasi langsung oleh Samsung, proyek Gaia menunjukkan bahwa perusahaan asal Korea Selatan tersebut tidak ingin tertinggal dalam perlombaan teknologi AI yang semakin kompetitif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dody H
Arixc Ardana