Jateng

Apple Uji RAM Buatan Tiongkok untuk iPhone, Apakah Sudah Kantongi Izin AS?

Dody H | 11 Juli 2026, 13:05 WIB
Apple Uji RAM Buatan Tiongkok untuk iPhone, Apakah Sudah Kantongi Izin AS?
Ilustrasi

JATENG.AKURAT.CO, Apple dikabarkan mulai menguji penggunaan chip memori RAM (DRAM) produksi perusahaan asal Tiongkok untuk sejumlah perangkatnya.

Langkah ini menjadi sorotan karena perusahaan yang memproduksi chip tersebut, ChangXin Memory Technologies (CXMT), memiliki status khusus dalam kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Apple telah melakukan pengujian terhadap DRAM buatan CXMT sebagai salah satu opsi komponen untuk produk masa depan.

CXMT sendiri merupakan produsen semikonduktor asal Tiongkok yang dalam beberapa tahun terakhir terus memperluas kapasitas produksi dan kemampuan teknologinya.

Meski demikian, penggunaan chip RAM buatan Tiongkok ini disebut tidak akan diterapkan secara global.

Berdasarkan informasi yang beredar, Apple hanya mempertimbangkan penggunaan DRAM CXMT untuk perangkat yang dipasarkan secara eksklusif di Tiongkok.

Strategi tersebut dinilai sebagai upaya Apple untuk memenuhi kebutuhan rantai pasokan lokal sekaligus menghindari potensi masalah regulasi di pasar Amerika Serikat dan negara lainnya.

Dengan membatasi penggunaan komponen tersebut pada produk yang beredar di Tiongkok, Apple dapat mengurangi risiko yang berkaitan dengan kebijakan perdagangan dan teknologi antara Washington dan Beijing yang masih berlangsung hingga saat ini.

Salah satu alasan langkah Apple menjadi perhatian adalah karena CXMT masuk dalam daftar Entity List yang diawasi pemerintah Amerika Serikat.

Perusahaan yang masuk dalam daftar ini dianggap memiliki keterkaitan tertentu yang menjadi perhatian keamanan nasional AS.

Meskipun status tersebut tidak secara langsung melarang perusahaan Amerika membeli produk dari CXMT, terdapat sejumlah konsekuensi yang perlu dipertimbangkan.

Salah satunya adalah kemungkinan pembatasan penggunaan perangkat yang mengandung komponen tertentu dalam proyek atau pengadaan yang berkaitan dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Selain itu, ketegangan geopolitik antara AS dan Tiongkok sewaktu-waktu dapat memengaruhi hubungan bisnis perusahaan teknologi yang memiliki keterkaitan dengan pemasok dari kedua negara.

Keputusan Apple untuk menguji DRAM dari CXMT juga dapat dilihat sebagai bagian dari strategi diversifikasi rantai pasokan.

Selama ini, Apple banyak mengandalkan pemasok memori besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron.

Dengan menambahkan alternatif pemasok, Apple berpotensi memperoleh fleksibilitas yang lebih tinggi dalam menjaga ketersediaan komponen, terutama di pasar Tiongkok yang merupakan salah satu pasar smartphone terbesar di dunia.

Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Apple terkait penggunaan massal chip RAM produksi CXMT pada perangkat komersial.

Pengujian DRAM buatan CXMT menunjukkan bahwa Apple terus mencari berbagai opsi untuk memperkuat rantai pasokan globalnya.

Meski demikian, penggunaan chip RAM asal Tiongkok kemungkinan akan dibatasi untuk perangkat yang dipasarkan di Tiongkok guna meminimalkan risiko regulasi dan geopolitik.

Jika rencana ini benar-benar diterapkan, langkah tersebut dapat menjadi babak baru dalam hubungan industri teknologi global, terutama di tengah persaingan dan dinamika kebijakan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang masih terus berkembang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dody H
Arixc Ardana