Jateng

Geger Pasar Kamera Vlog! OPPO dan vivo Siapkan Kamera 200 MP, Tantang DJI Osmo Pocket

Dody H | 5 Juni 2026, 11:21 WIB
Geger Pasar Kamera Vlog! OPPO dan vivo Siapkan Kamera 200 MP, Tantang DJI Osmo Pocket

JATENG.AKURAT.CO, Persaingan di segmen kamera vlogging portabel diprediksi bakal semakin panas. 

Dua raksasa teknologi asal Tiongkok, OPPO dan vivo, dikabarkan tengah menyiapkan perangkat kamera saku dengan kemampuan tinggi yang digadang-gadang akan menjadi penantang serius produk populer DJI Osmo Pocket 3 dari DJI.

Kabar ini pertama kali mencuat dari leaker ternama Digital Chat Station di platform Weibo, yang menyebut bahwa kedua perusahaan sedang mengembangkan kamera vlogging portabel dengan spesifikasi flagship.

Sensor 200 MP, Kelas Premium di Kamera Saku

Bocoran menyebutkan bahwa OPPO dan vivo akan menggunakan sensor kamera beresolusi 200 MP dengan ukuran 1/1,12 inci. 

Sensor tersebut diduga kuat merupakan Sony Lytia 901, salah satu sensor kelas atas yang biasanya digunakan pada perangkat flagship.

Jika benar terealisasi, ini akan menjadi lompatan besar untuk kategori kamera vlogging mini. 

Biasanya perangkat sejenis masih berkutat di sensor yang lebih kecil, sehingga kehadiran sensor besar ini berpotensi menghasilkan kualitas gambar yang jauh lebih detail, tajam, dan optimal dalam kondisi minim cahaya.

Kolaborasi Lensa Premium: Hasselblad dan Zeiss

Menariknya, kedua brand ini tidak hanya mengandalkan hardware utama, tetapi juga menggandeng mitra optik ternama.

OPPO disebut akan kembali melanjutkan kerja sama strategis dengan Hasselblad, yang sebelumnya sudah hadir di lini smartphone flagship mereka. 

Sementara itu, vivo dikabarkan tetap setia dengan Zeiss sebagai partner pengembangan kamera.

Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa kedua perusahaan ingin membawa kualitas imaging setara kamera profesional ke dalam perangkat yang ringkas dan mudah dibawa.

Chipset Kelas Flagship dan Performa Tinggi

Tidak hanya kamera, perangkat ini juga disebut akan dibekali chipset kelas flagship. 

Meski detail prosesor yang digunakan belum diungkap, langkah ini menunjukkan bahwa OPPO dan vivo tidak sekadar membuat perangkat “gimmick”, melainkan benar-benar mengincar segmen kreator konten serius.

Dengan kombinasi sensor besar, pemrosesan cepat, dan optimalisasi software kamera, perangkat ini berpotensi menjadi alternatif menarik bagi vlogger, travel content creator, hingga pengguna media sosial yang mengutamakan kualitas video tinggi.

Terintegrasi Penuh dengan Smartphone

Salah satu fitur yang paling menarik adalah integrasi langsung dengan ekosistem smartphone masing-masing. 

Kamera vlogging ini dikabarkan dapat langsung terhubung ke ponsel OPPO maupun vivo, memungkinkan transfer video otomatis tanpa perlu kabel atau proses manual.

Dengan sistem ini, pengguna bisa langsung melakukan editing dan mengunggah konten ke media sosial hanya dalam hitungan menit. 

Hal ini tentu menjadi nilai tambah besar di era konten cepat seperti sekarang.

Tantangan Serius untuk DJI

Kehadiran OPPO dan vivo di segmen kamera vlogging portabel bisa menjadi ancaman nyata bagi dominasi DJI, yang selama ini kuat lewat seri Osmo Pocket.

Kesuksesan perangkat seperti DJI Osmo Pocket menunjukkan bahwa pasar sangat terbuka untuk kamera ringkas berkualitas tinggi. 

Namun dengan masuknya pemain smartphone besar, persaingan diprediksi akan semakin ketat, terutama dari sisi integrasi ekosistem dan kemudahan penggunaan.

Strategi Ekosistem yang Lebih Luas

Langkah OPPO dan vivo ini juga dinilai sebagai bagian dari strategi memperluas ekosistem perangkat mereka. 

Setelah smartphone, smartwatch, TWS, hingga perangkat IoT, kamera vlogging menjadi “puzzle” berikutnya yang melengkapi pengalaman pengguna.

Jika semua perangkat saling terhubung dalam satu ekosistem, pengguna cenderung lebih loyal dan sulit berpindah ke merek lain. 

Strategi ini sebelumnya sudah banyak diterapkan oleh perusahaan teknologi besar global.

Meski masih sebatas bocoran, kehadiran kamera vlogging 200 MP dari OPPO dan vivo ini sudah cukup membuat industri teknologi ramai diperbincangkan. 

Jika benar dirilis, perangkat ini berpotensi menjadi game changer di segmen kamera saku dan memperketat persaingan dengan DJI di pasar global.

Kini, tinggal menunggu bagaimana kedua perusahaan tersebut merealisasikan ambisi besar mereka di dunia kamera portabel.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.