Jateng

Meta Siapkan Liontin AI dan Wearable Canggih, Target Jual 10 Juta Unit

Dody H | 2 Juni 2026, 16:50 WIB
Meta Siapkan Liontin AI dan Wearable Canggih, Target Jual 10 Juta Unit

JATENG.AKURAT.CO, Meta terus memperkuat ambisinya di pasar perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI). 

Setelah sukses menghadirkan kacamata pintar dan berbagai perangkat keras lainnya, perusahaan teknologi milik Mark Zuckerberg itu kini dikabarkan sedang mengembangkan perangkat AI berbentuk liontin yang dapat dikenakan sehari-hari.

Berdasarkan laporan terbaru yang dikutip dari NotebookCheck melalui The Information, Meta saat ini tengah menyiapkan perangkat wearable AI baru berbentuk kalung atau liontin pintar. 

Produk tersebut disebut akan memasuki tahap uji coba awal pada tahun 2027 mendatang.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Meta untuk memperluas ekosistem perangkat AI yang dapat digunakan secara praktis dalam aktivitas harian. 

Meski terdengar tidak biasa, pengembangan wearable berbentuk liontin bukanlah hal baru bagi perusahaan tersebut.

Sebelumnya, Meta diketahui telah mengakuisisi perusahaan teknologi Limitless, pengembang perangkat AI bernama Pendant. 

Akuisisi tersebut diyakini menjadi landasan bagi Meta untuk menghadirkan produk-produk wearable generasi baru yang lebih inovatif.

Salah satu konsep yang sedang dikembangkan adalah perangkat mikrofon Bluetooth berbentuk klip yang dapat dipasang pada pakaian atau dikenakan layaknya kalung. 

Perangkat ini memungkinkan pengguna merekam percakapan sepanjang hari, kemudian mengubahnya menjadi ringkasan otomatis, transkrip, hingga arsip data yang dapat dicari dengan mudah menggunakan teknologi AI.

Tak hanya fokus pada perangkat berbentuk kalung, Meta juga tengah menyiapkan sejumlah model kacamata pintar terbaru. 

Beberapa proyek internal yang disebut memiliki nama kode “Modelo”, “Luna”, dan “RBM2 Refresh” diperkirakan akan diperkenalkan dalam beberapa bulan mendatang.

Sementara itu, model lain dengan kode nama “Mojito VIP” disebut-sebut baru akan meluncur menjelang akhir tahun, tepatnya sekitar Desember.

Di sisi lain, Meta juga sedang menguji teknologi kacamata pintar generasi berikutnya yang mengusung konsep “supersensing”. 

Perangkat dengan kode “Artemis” dan “SSG” tersebut dilengkapi kamera serta sensor yang selalu aktif untuk mendukung berbagai fitur berbasis AI secara real-time.

Teknologi ini kabarnya akan ditenagai oleh model AI milik Meta serta agen AI baru bernama Hatch yang saat ini masih dalam tahap pengembangan dan belum resmi diluncurkan ke publik.

Tidak berhenti pada perangkat konsumen, Meta juga menyiapkan layanan berlangganan khusus untuk kalangan bisnis melalui program bertajuk “Wearable for Work”. 

Melalui layanan ini, perusahaan berharap dapat memperluas pemanfaatan teknologi AI di lingkungan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan dari sektor langganan.

Dengan berbagai perangkat baru yang sedang disiapkan, Meta menargetkan penjualan hingga 10 juta unit wearable AI pada paruh kedua tahun 2026. 

Target tersebut menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjadikan wearable berbasis AI sebagai salah satu bisnis utama di masa depan.

Jika rencana ini berjalan sesuai jadwal, Meta berpotensi menjadi salah satu pemain terbesar di industri perangkat wearable AI global yang saat ini berkembang sangat pesat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.