Jateng

CJIBF 2026 Jadi Magnet Investor, Jawa Tengah Tawarkan Proyek Energi hingga Pariwisata

Arixc Ardana | 11 Mei 2026, 11:18 WIB
CJIBF 2026 Jadi Magnet Investor, Jawa Tengah Tawarkan Proyek Energi hingga Pariwisata

JATENG.AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan keseriusannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor investasi.

Dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menawarkan berbagai proyek investasi strategis kepada para investor domestik maupun internasional.

Proyek yang ditawarkan mencakup sektor renewable energy, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata, hingga pertambangan.

Forum investasi tersebut menjadi wadah pertemuan antara pemerintah, pelaku usaha, investor, pengelola kawasan industri, hingga kawasan ekonomi khusus di Jawa Tengah.

CJIBF 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman di Ballroom Hotel PO Semarang, Senin (11/5/2026).

Acara tersebut juga dihadiri investor dari berbagai negara, duta besar, asosiasi pengusaha, hingga pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.

“CJIBF ini sudah sepuluh kali dilaksanakan bersama Perwakilan BI Jawa Tengah. Kita gunakan untuk business matching antara pengusaha dan pemerintah, mitra, termasuk dengan pengelola kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di wilayah kita,” kata Ahmad Luthfi usai acara.

Investasi Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Ahmad Luthfi menegaskan, investasi menjadi salah satu sektor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat mencapai Rp23,02 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang.

Sementara sepanjang tahun 2025, capaian investasi Jawa Tengah berhasil menyentuh angka Rp110 triliun.

Menurut Luthfi, tingginya investasi turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,89 persen pada triwulan I 2026, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 5,61 persen.

“Artinya untuk meningkatkan ekonomi di wilayah kita perlu adanya forum-forum seperti ini,” jelasnya.

Untuk memperkuat daya tarik investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menyiapkan sekitar 12 kawasan industri dan ekonomi khusus baru. Langkah tersebut dilakukan melalui collaborative government antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Kita siapkan 12 kawasan industri dan ekonomi khusus. Maka kita minta di-guidance oleh pemerintah pusat agar bisa cepat,” ujarnya.

Pemerintah Pusat Sebut Jateng Sangat Strategis

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu menilai Jawa Tengah memiliki posisi sangat penting dalam peta investasi nasional.

Menurutnya, capaian investasi Jawa Tengah pada 2025 maupun triwulan I 2026 termasuk salah satu yang tertinggi secara nasional.

“Pertumbuhan ekonomi itu sebenarnya 30 persen kontribusinya dari sektor realisasi investasi. Hari ini, CJIBF yang diinisiasi oleh Pemprov Jateng dan Bank Indonesia diharapkan bisa menjaga angka pertumbuhan realisasi investasi ini,” katanya.

Ia menambahkan, CJIBF tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai investasi, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha yang sehat. Mulai dari industri besar hingga UMKM diharapkan dapat tumbuh bersama dan saling bersinergi.

Todotua juga mengapresiasi langkah Jawa Tengah yang mulai memperbanyak kawasan industri dan ekonomi khusus.

“Strategi interline logistik ini juga kita dorong untuk pengembangan infrastruktur ke arah industri. Ini tantangan besar Jawa Tengah untuk menambah kawasan industri. Kalau ada kawasan industri, perizinan akan lebih mudah dan cepat,” ujarnya.

Tawarkan 21 Proyek Investasi Strategis

Pada penyelenggaraan CJIBF 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menawarkan 21 proyek investasi dengan total nilai mencapai Rp30 triliun.

Rangkaian kegiatan forum investasi ini meliputi talkshow bertema “Empowering Green and Sustainable Growth: Unlocking Investment Opportunities in Central Java’s Leading Sectors”, project showcasing, one on one meeting, hingga investment visit ke sejumlah lokasi proyek unggulan.

Sejumlah proyek yang dipromosikan bergerak di bidang energi baru terbarukan, pengolahan hasil pertanian, industri pangan, pengembangan pariwisata, hingga pertambangan.

Anindya Bakrie Nilai Iklim Investasi Jawa Tengah Sangat Positif

Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk sekaligus Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menilai iklim bisnis di Jawa Tengah sangat positif dan memiliki peluang besar untuk terus berkembang.

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki kombinasi ideal berupa luas wilayah, ketersediaan tenaga kerja produktif, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah.

“Sangat positif ya, karena terlihat dari angka pertumbuhan ekonominya yang 5,89 persen, dan juga punya potensi skala yang lebih besar ke depannya,” ucap Anindya.

Ia menyebut keberadaan dua kawasan ekonomi khusus di Batang dan Kendal menjadi nilai strategis bagi Jawa Tengah. Ditambah lagi, potensi sekitar 20 juta tenaga produktif yang didukung pengembangan sekolah vokasi.

Anindya juga mengapresiasi kepemimpinan Ahmad Luthfi yang dinilai aktif membangun komunikasi dengan dunia usaha untuk mengatasi berbagai hambatan investasi.

“Hubungan antara Pak Gubernur dan Kadin setempat bagus sekali. Jadi bisa membuka sumbatan-sumbatan yang mungkin ada. Kemudian insentif juga menarik, yang paling penting Pak Gubernur mau memperjuangkan kemudahan di level nasional,” katanya.

VKTR sendiri telah membangun pabrik perakitan truk dan bus listrik di Kabupaten Magelang yang beberapa waktu lalu diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto.

Dorong Investasi Hijau dan Transportasi Listrik

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa investasi di Jawa Tengah terbuka untuk seluruh sektor, mulai dari industri padat karya seperti alas kaki dan tekstil hingga energi baru terbarukan.

Menurutnya, ekonomi hijau menjadi bagian penting dari visi “Jawa Tengah Maju Berkelanjutan”.

“Dalam hal investasi, kami memberikan insentif terkait pajak bagi ekonomi terbarukan atau ekonomi hijau,” tegasnya.

Luthfi juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mulai mengembangkan elektrifikasi transportasi publik, termasuk armada Trans Jateng.

“Ke depan, Trans Jateng harus kita tambah. Selama ini hanya Semarang, Demak, Kendal, nanti akan kita perbanyak. Tinggal kita diskusikan dengan LLAJ untuk penggunaan kendaraan listrik,” sebutnya.

CJIBF Konsisten Dongkrak Investasi dan UMKM

Ajang CJIBF merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia yang telah digelar selama 10 kali.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah, penyelenggaraan CJIBF dan UMKM Gayeng 2025 berhasil membukukan Letter of Intent investasi sebesar Rp75,03 triliun dan transaksi perdagangan Rp25,88 miliar.

Selain itu, total penjualan UMKM Gayeng mencapai Rp647,8 juta, sementara transaksi business matching menembus Rp544,6 juta.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa forum investasi tidak hanya berdampak pada peningkatan penanaman modal, tetapi juga mampu memperkuat ekosistem usaha dan mendorong pertumbuhan UMKM di Jawa Tengah.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.