Jateng

Terbongkar! Kisah Nyata Wabah Virtual Paling Gila di Sejarah Gaming yang Mirip Pandemi COVID-19!

Theo Adi Pratama | 17 September 2025, 20:34 WIB
Terbongkar! Kisah Nyata Wabah Virtual Paling Gila di Sejarah Gaming yang Mirip Pandemi COVID-19!

JATENG.AKURAT.CO, Pada September 2005, sebuah wabah misterius menyebar di dunia virtual World of Warcraft (WoW), membuat panik jutaan pemain.

Dikenal sebagai Corrupted Blood Incident, insiden ini bermula dari bug di dalam game yang tanpa sengaja menciptakan pandemi virtual.

Yang mengejutkan, perilaku pemain selama wabah ini sangat mirip dengan respons manusia terhadap pandemi di dunia nyata, bahkan menarik perhatian para ilmuwan.

Awal Mula Wabah dari Boss Sakti

Wabah ini berawal dari buff "Darah Rusak" atau Corrupted Blood yang dikeluarkan oleh bos terakhir di dungeon Zul'Gurub, Hakkar si Pencuri Jiwa.

Buff ini seharusnya hanya aktif di dalam dungeon dan akan hilang jika pemain keluar.

Namun, sebuah bug memungkinkan debuff ini terbawa keluar oleh hewan peliharaan (pet) pemain, yang kemudian menginfeksi pemain lain dan karakter non-pemain (NPC) di kota-kota besar.

Yang membuat wabah ini sulit dikendalikan adalah NPC yang terinfeksi bisa menjadi "pembawa tanpa gejala".

Mereka tidak mati, tetapi terus menyebarkan penyakit kepada siapa pun yang mendekat, mirip dengan kasus pembawa virus asymptomatic di dunia nyata.

Baca Juga: Bukan Cuma Monopoli Versi Digital! Ini Rahasia LINE Lets Get Rich Bikin Indonesia Ketagihan!

Cerminan Manusia di Dunia Virtual

Respons para pemain terhadap wabah ini sangat beragam, mirip dengan apa yang kita lihat saat pandemi nyata.

  • Ada yang bertindak sebagai pahlawan: Para pemain dengan profesi tabib atau penyembuh (healer) berjuang mati-matian untuk menyembuhkan pemain yang terinfeksi.
  • Ada yang melakukan karantina: Banyak pemain memilih untuk menjauhkan diri dan bersembunyi di daerah terpencil untuk menghindari infeksi.
  • Ada yang berbuat curang: Sayangnya, ada juga sekelompok pemain jahil yang sengaja menyebarkan virus ini ke kota-kota yang ramai hanya untuk menyebabkan kekacauan.

Reaksi Pengembang dan Relevansi Ilmiah

Pengembang game, Blizzard, awalnya mencoba mengatasi masalah ini dengan perbaikan instan (hotfix), tetapi upaya itu gagal.

Pada akhirnya, mereka harus melakukan server reset total dan menerapkan patch permanen yang mencegah hewan peliharaan membawa debuff keluar dari dungeon.

Yang paling menarik, insiden ini menarik perhatian para ilmuwan dan ahli epidemiologi.

Mereka melihatnya sebagai studi kasus yang berharga untuk memahami perilaku manusia selama pandemi.

Para peneliti mencatat banyak kesamaan antara wabah Corrupted Blood dan pandemi COVID-19, seperti penyebaran cepat melalui "perjalanan" (fast travel), perilaku irasional manusia, dan tantangan dalam menerapkan karantina.

Meskipun terjadi di dunia virtual, insiden Corrupted Blood membuktikan bahwa game bisa menjadi laboratorium yang sangat berguna untuk mempelajari bagaimana manusia bereaksi terhadap krisis global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.