Jateng

Rahasia Terbongkar! Ternyata Ini Alasan Negara yang Pernah Mendapatkan Julukan Orang Sakitnya Eropa Bisa Jadi Raksasa Ekonomi Dunia dalam Semalam!

Theo Adi Pratama | 13 September 2025, 07:56 WIB
Rahasia Terbongkar! Ternyata Ini Alasan Negara yang Pernah Mendapatkan Julukan Orang Sakitnya Eropa Bisa Jadi Raksasa Ekonomi Dunia dalam Semalam!

JATENG.AKURAT.CO, Siapa sangka, sebuah negara yang pernah dijuluki "orang sakitnya Eropa" karena kemiskinan dan kelaparan, kini menjadi salah satu raksasa ekonomi paling cemerlang di dunia.

Kisah kebangkitan ekonomi Irlandia adalah cerita yang penuh kejutan, di mana dari masa kelam Kelaparan Besar di abad ke-19, mereka berhasil berubah menjadi raksasa ekonomi yang dikenal sebagai "Celtic Tiger." Bagaimana caranya?

Baca Juga: Terbongkar! Kim Jong Un Ancam Perkuat Senjata Nuklir dan Militer, Ada Apa di Balik Keputusan Mengejutkan Ini?

Dari Kelaparan Hingga Kebijakan Berani

Sejarah modern Irlandia dimulai dengan penderitaan. Setelah merdeka dari Inggris pada tahun 1922, negara ini memiliki ekonomi yang sangat rapuh, bergantung pada sektor pertanian, dan dihantui oleh pengangguran tinggi serta emigrasi massal.

Kebijakan proteksionis awal membuat Irlandia terisolasi, yang hanya memperburuk keadaan dan menyebabkan anak mudanya terus-menerus meninggalkan negara.

Titik balik besar terjadi ketika Irlandia bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa (EEC) pada tahun 1973.

Keanggotaan ini memberi mereka akses ke pasar bebas dan bantuan pembangunan.

Namun, manuver paling berani, dan juga kontroversial, datang di akhir tahun 1980-an dan 1990-an: pemotongan drastis pajak korporat hingga 12,5%.

Kebijakan ini adalah taruhan besar yang berbuah manis. Langkah tersebut berhasil menarik raksasa teknologi dan farmasi global seperti Apple, Google, dan Pfizer untuk mendirikan markas besar Eropa mereka di Dublin.

Era "Macan Keltik" yang Gemilang

Masuknya investasi asing ini memicu ledakan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang berlangsung dari tahun 1995 hingga 2007.

Periode ini dijuluki sebagai "Celtic Tiger" karena pertumbuhan ekonomi yang luar biasa, mencapai 6-9% per tahun.

Angka pengangguran anjlok tajam, dan pendapatan per kapita bahkan melampaui Inggris. Dublin pun berubah total menjadi kota modern dan penuh kepercayaan diri.

Namun, pertumbuhan pesat ini ternyata dibangun di atas fondasi yang rapuh: gelembung properti dan kredit yang longgar.

Ketika krisis keuangan global melanda pada tahun 2008, gelembung itu pecah.

Ekonomi Irlandia terjun bebas, angka pengangguran berlipat ganda, dan pemerintah terpaksa menerima pinjaman sebesar €85 miliar dari Uni Eropa dan IMF, yang mengakibatkan hilangnya kedaulatan fiskal.

Baca Juga: Pejabat Tinggi Taiwan Ungkap Rencana China untuk Invasi, Sebut AS Bakal Kena Efek Domino yang Mengerikan!

Kebangkitan Kembali dan Tantangan Baru

Meski menghadapi kemunduran besar, strategi utama Irlandia—pajak korporat rendah—terbukti tangguh.

Perusahaan multinasional tetap bertahan, dan ekonomi Irlandia pulih lebih cepat dari perkiraan.

Pada tahun 2015, pertumbuhan PDB-nya melonjak hingga 7,8%, mengesankan banyak pihak.

Kini, Irlandia kembali menjadi pusat perhatian dunia, namun model ekonominya juga menuai kritik.

Ketegangan dengan Uni Eropa terkait kebijakan pajak dan kerentanan terhadap perubahan global menjadi tantangan baru yang harus mereka hadapi.

Kisah Irlandia adalah pengingat bahwa kebangkitan ekonomi bisa dicapai melalui kebijakan yang berani, tetapi kesuksesan yang dibangun di atas fondasi yang rapuh selalu menghadapi risiko besar.

Pertanyaannya, apakah kesuksesan ini akan bertahan atau hanya menjadi babak sementara dalam sejarah panjang perjuangan Irlandia?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.