Jateng

Bikin Geger Dunia! Ini Dia 5 Skandal Paling Kontroversial yang Hancurkan Karier Nas Daily, Nomor 1 Bikin Jutaan Penggemar Kecewa!

Theo Adi Pratama | 13 September 2025, 05:30 WIB
Bikin Geger Dunia! Ini Dia 5 Skandal Paling Kontroversial yang Hancurkan Karier Nas Daily, Nomor 1 Bikin Jutaan Penggemar Kecewa!

JATENG.AKURAT.CO, Siapa yang tidak kenal Nas Daily? Dengan branding sebagai pencerita global yang menebarkan optimisme, pria bernama asli Nuseir Yassin ini pernah menjadi sensasi internet.

Video satu menitnya yang penuh semangat berhasil mengumpulkan jutaan follower di seluruh dunia.

Namun, beberapa tahun terakhir, sorotan itu berubah menjadi badai kritik.

Alih-alih mendapatkan pujian, ia kini menjadi sasaran kecaman publik.

Lantas, apa saja skandal yang membuat pamornya merosot drastis? Mari kita bongkar satu per satu!

Perjalanan dari Harvard Menjadi Storyteller Dunia

Lulusan Harvard University dan mantan karyawan di sebuah perusahaan teknologi, Nuseir Yassin, mengambil keputusan radikal pada tahun 2016.

Ia berhenti dari pekerjaannya dan memulai proyek ambisius: membuat satu video setiap hari selama 1.000 hari.

Hasilnya sungguh luar biasa. Dengan gaya editing yang cepat, narasi yang singkat, dan pesan-pesan yang inspiratif, Nas Daily berhasil membangun jutaan komunitas penggemar setia yang terhanyut oleh kisah-kisah manusia dari berbagai penjuru dunia.

Namun, di puncak popularitasnya, mulai muncul retakan-retakan. Niat baiknya untuk "menceritakan dunia" justru berbalik menjadi bumerang.

Skandal No. 1: Skandal Akademi Wang-Od yang Menggemparkan

Ini adalah skandal terbesar yang menjadi titik balik kehancuran Nas Daily.

Pada tahun 2021, Nas Academy, platform pembelajaran online miliknya, mengumumkan kelas masterclass yang diajarkan oleh Whang-Od Oggay, seorang seniman tato tradisional berusia 104 tahun dari suku Kalinga, Filipina.

Masalahnya, keluarga Whang-Od menuduh Nas Daily telah mengeksploitasi seniman tua itu.

Menurut cucu perempuan Whang-Od, Grace Palicas, Whang-Od sama sekali tidak tahu tentang adanya kelas online ini, apalagi menyetujui kontrak.

Investigasi oleh pemerintah Filipina bahkan mengonfirmasi bahwa tidak ada kontrak yang ditandatangani.

Tagar #cancelNasDaily pun langsung trending di seluruh dunia, memicu gelombang boikot besar-besaran.

Meskipun Nas Daily bersikeras ia tidak bersalah, kepercayaan publik sudah telanjur runtuh.

Kritik Bergelombang: Sensitivitas Budaya dan Politisasi Isu

Selain skandal Wang-Od, Nas Daily juga terus dihantam kritik karena dianggap tidak sensitif secara budaya. Beberapa contoh yang paling sering disorot adalah:

Video Bali yang Dikecam: Ia dituduh meremehkan budaya lokal dan memuji influencer asing yang justru merusak warisan budaya Bali.

Sejarah Mauritius yang Disimplifikasi: Akademisi lokal di Mauritius mengkritik video Nas Daily yang dianggap menyederhanakan dan keliru dalam menyajikan sejarah kolonial mereka.

Sikap Pro-Israel yang Kontroversial: Nas Daily, yang merupakan Arab-Israel, dituduh memiliki pandangan yang terlalu pro-Israel dalam konflik Israel-Palestina.

Hal ini membuat banyak orang merasa bahwa ia mengkhianati warisan Palestina-nya.

Komentar-komentarnya tentang solusi "dua negara" dianggap tidak akurat secara historis, dan banyak yang merasa ia telah kehilangan objektivitasnya.

Kegagalan Mengambil Tanggung Jawab

Salah satu alasan mengapa badai kritik ini tidak kunjung reda adalah karena respons Nas Daily sendiri.

Alih-alih meminta maaf dan menunjukkan empati, ia justru memilih untuk menyerang balik para pengkritiknya.

Ia membela diri dengan agresif dan menolak untuk mengakui kesalahannya, bahkan setelah bukti-bukti terungkap.

Sikap ini memperburuk situasi dan membuat para penggemar setianya merasa dikhianati.

Pada akhirnya, kisah Nas Daily menjadi pelajaran berharga bagi para pembuat konten. Popularitas dan niat baik saja tidak cukup.

Dibutuhkan empati, rasa hormat yang mendalam, dan riset yang akurat, terutama saat berurusan dengan budaya dan sejarah orang lain.

Buktinya, beberapa video terbarunya kini sulit menembus 100.000 views, jauh dari jutaan yang ia raih di masa kejayaannya.

Kisah ini adalah pengingat bahwa di dunia online, kepercayaan adalah aset paling berharga, dan sekali hilang, sangat sulit untuk mendapatkannya kembali.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.