Jateng

Tragedi Aplikasi Chatting Hijau! Dulu Raja Chat Indonesia, Kini Tinggal Kenangan?! Apa Yang Membunuh Line Messenger?

Theo Adi Pratama | 8 Mei 2025, 07:00 WIB
Tragedi Aplikasi Chatting Hijau! Dulu Raja Chat Indonesia, Kini Tinggal Kenangan?! Apa Yang Membunuh Line Messenger?

JATENG.AKURAT.CO, Para warga medsos setia, inget nggak sih sama masa-masa awal smartphone berjaya di Indonesia? Satu aplikasi yang PASTI nangkring di HP kita adalah LINE Messeger!

Dulu, LINE Messenger itu ibarat pacar pertama, KE MANA-MANA SELALU BARENG!

Bukan cuma buat NGOBROL sama temen atau gebetan, tapi juga buat BACA BERITA, MAIN GAME KEKINIAN kayak Line Kukiran, sampai KOLEKSI STIKER-STIKER LUCU yang jadi CIRI KHASNYA BANGET!

Waktu itu, LINE benar-benar MELEKAT erat di kehidupan digital anak muda Indonesia.

Tapi... coba deh lihat sekarang? Kayaknya aplikasi LINE udah JARAANG BANGET DIPAKAI!

Ke mana perginya semua pengguna setia LINE dulu? Kenapa aplikasi yang dulunya BEGITU POPULER malah mulai DITINGGALKAN?

Nah, buat menjawab rasa penasaran kalian, mari kita NOSTALGIA sambil MENGULITI habis kenapa LINE yang dulu berjaya kini hanya tinggal KENANGAN!

Lahir dari Bencana, Sempat Jadi JAGOAN Komunikasi! Stiker Ikonik Jadi MAGNET!

LINE pertama kali MUNCUL di Jepang pada Juni 2011, buah karya dari NHN Japan.

Aplikasi ini lahir di momen yang SANGAT TEPAT, yaitu pasca bencana gempa dan tsunami dahsyat yang MELUMPUHKAN infrastruktur komunikasi di Jepang.

Jaringan telepon dan SMS SULIT DIAKSES, bikin banyak orang PANIK karena nggak bisa menghubungi keluarga.

Dari SITULAH IDE untuk membuat aplikasi pesan instan yang MENGANDALKAN INTERNET lahir!

LINE diciptakan untuk MENYELAMATKAN komunikasi yang terganggu akibat bencana.

Dengan teknologi peer-to-peer, LINE menawarkan percakapan suara dan video call yang JAUH LEBIH MURAH dibanding telepon biasa!

Fitur UTAMA LINE, yaitu kemudahan komunikasi tanpa biaya mahal, langsung MENARIK PERHATIAN masyarakat Jepang.

Awalnya, LINE nggak cuma fokus di teks aja, tapi langsung MERAMBAH ke berbagai fitur lain kayak panggilan suara, video call, dan berbagi media.

Ini yang bikin LINE terasa LEBIH LENGKAP dibanding aplikasi lain yang waktu itu masih cupu, cuma fokus chatting biasa.

Bahkan, fitur video call di LINE waktu itu masih TERGOLONG CANGGIH!

Salah satu "SENJATA RAHASIA" yang bikin LINE CEPAT DITERIMA adalah STIKER-STIKER IKONIK mereka!

Karakter-karakter lucu kayak Brown, Cony, dan Sally punya DAYA TARIK MAGIS yang bikin percakapan jadi LEBIH SERU dan bikin orang BETAH BANGET pakai LINE!

Invasi ke Indonesia: Fenomena Stiker Lucu dan Video Call Murah Jadi PRIMADONA!

Setelah SUKSES di Jepang, LINE mulai MELEBARKAN SAYAP ke luar negeri, dan Indonesia jadi PASAR POTENSIAL banget!

Tahun 2012, Indonesia mulai jadi PASAR UTAMA LINE di Asia. Kenapa? Karena waktu itu BANYAK BANGET orang Indonesia yang mulai BERALIH ke smartphone dan mulai MENINGGALKAN BBM (BlackBerry Messenger) yang mulai ketinggalan zaman.

LINE hadir di WAKTU YANG TEPAT, membawa fitur-fitur yang LEBIH SEGAR dan MENARIK buat anak muda Indonesia!

Setelah MASUK ke Indonesia tahun 2012, aplikasi ini langsung jadi FENOMENA!

Waktu itu, Indonesia masih DIDOMINASI BBM, tapi LINE berhasil MENCURI PERHATIAN dengan fitur INOVATIF kayak stiker lucu yang IKONIK, yang bikin percakapan jadi LEBIH HIDUP dan MENYENANGKAN!

Karakter-karakter LINE bahkan jadi BAGIAN DARI BUDAYA POP!

Selain stiker, LINE juga memperkenalkan fitur video call yang waktu itu MASIH JARANG DITEMUI di aplikasi lain.

Fitur ini jadi SOLUSI buat banyak orang yang pengen KOMUNIKASI sama keluarga atau teman yang JAUH DI LUAR NEGERI tanpa harus MEROGOH KOJEK DALAM-DALAM!

Dengan koneksi internet yang makin TERJANGKAU, LINE memberikan KEMEWAHAN komunikasi yang sebelumnya nggak TERBAYANGKAN!

Nggak cuma itu, LINE juga MERAMBAH DUNIA HIBURAN dengan memperkenalkan LINE Games, platform yang memungkinkan penggunanya untuk BERMAIN GAME BARENG!

Berbagai game dari LINE kayak Line Kukiran dan Line Get Rich langsung jadi FAVORIT banyak orang!

Dengan adanya LINE Games, pengguna LINE nggak cuma sekadar chatting biasa, tapi juga TERHUBUNG dalam dunia game yang SERU dan MENGHIBUR!

Bahkan, BANYAK ORANG yang lebih sering BUKA LINE buat MAIN GAME daripada sekadar chatting!

Dengan kombinasi stiker, game, dan video call, LINE berhasil menciptakan EKOSISTEM yang bikin penggunanya BETAH LAMA-LAMA di dalam aplikasi!

Puncaknya, tahun 2013, LINE mencapai LEBIH DARI 30 JUTA PENGGUNA AKTIF di Indonesia!

LINE jadi APLIKASI KOMUNIKASI MULTIFUNGSI yang PALING BANYAK DIGUNAKAN, baik buat anak muda yang pengen chatting maupun buat gamer sekalipun!

Badai Persaingan dan Salah Langkah: Kenapa LINE Mulai Ditinggalkan?

Sayangnya, KEJAYAAN LINE mulai MEROSOT sejak tahun 2016! PERSAINGAN yang semakin KETAT dengan aplikasi lain kayak WhatsApp dan Telegram bikin pengguna LINE mulai BERPINDAH HALUAN!

WhatsApp yang LEBIH SEDERHANA tanpa fitur tambahan yang RUMIT mulai MENGAMBIL ALIH posisi LINE sebagai aplikasi chatting UTAMA bagi banyak orang.

WhatsApp menawarkan KEMUDAHAN berkirim pesan, panggilan suara, dan berbagi foto TANPA PERLU banyak fitur tambahan yang terasa BERAT.

Pengguna juga mulai melihat WhatsApp LEBIH TERINTEGRASI dengan kebutuhan komunikasi sehari-hari, termasuk fitur grup besar yang LEBIH MUDAH DIGUNAKAN untuk percakapan antar keluarga atau rekan kerja.

Di saat yang sama, Telegram juga menunjukkan PERKEMBANGAN PESAT, terutama di kalangan pengguna yang LEBIH PEDULI dengan PRIVASI dan ENKRIPSI end-to-end dengan fitur yang LEBIH AMAN dan kemampuan untuk MENGIRIM FILE BESAR!

Telegram jadi ALTERNATIF MENARIK, terutama di Indonesia di mana banyak orang menginginkan aplikasi yang nggak cuma MUDAH DIGUNAKAN tapi juga AMAN untuk berbagi informasi.

LINE di sisi lain justru mulai MELANGKAH ke area yang KURANG DIMINATI banyak pengguna.

Fitur kayak LINE Pay dan LINE Shopping yang seharusnya jadi PEMBEDA malah bikin aplikasi ini makin KOMPLEKS dan NGGAK SESUAI dengan kebutuhan UTAMA penggunanya!

Tahun 2017, LINE memperkenalkan LEBIH BANYAK FITUR yang lebih berfokus pada e-commerce dan dompet digital.

Sayangnya, hal ini NGGAK MENARIK PERHATIAN banyak orang yang lebih memilih aplikasi yang LEBIH FOKUS pada KOMUNIKASI SAJA!

Bahkan, game-game berbasis aplikasi di LINE kayak Line Cookiran dan Line Get Rich yang sempat POPULER di Indonesia mulai KEHILANGAN DAYA TARIK!

Tren game mobile waktu itu mulai BERALIH ke platform lain yang menawarkan pengalaman LEBIH SERU dan KOMPETITIF kayak Mobile Legends dan PUBG Mobile.

Tahun 2018, meskipun LINE masih punya BASIS PENGGEMAR SETIA, tapi pangsa pasarnya mulai TERGERUS!

WhatsApp, Telegram, dan aplikasi komunikasi lainnya semakin MENDOMINASI, sementara LINE semakin TERPINGGIRKAN!

Pengguna LINE di Indonesia mulai BERALIH ke platform lain yang LEBIH SIMPLE dan EFISIEN, dan LINE hanya menyisakan penggunanya yang masih menikmati fitur SPESIFIK kayak stiker dan LINE Games.

Di era 2020-an, LINE semakin JAUH DARI KEJAYAANNYA, dan di tahun 2025 ini, meskipun masih ada, aplikasinya sudah SANGAT JAUH dari popularitas yang pernah dicapainya di Indonesia!

LINE yang dulunya jadi SIMBOL INOVASI dalam komunikasi kini hanya tinggal KENANGAN!

Di tengah DOMINASI aplikasi lain yang lebih PRAKTIS dan EFISIEN, LINE perlahan-lahan KEHILANGAN RELEVANSINYA!

Aplikasi ini hanya BERTAHAN dengan basis penggunanya yang semakin MENYUSUT dan jadi salah satu CONTOH PERJALANAN TEKNOLOGI yang HARUS BERADAPTASI DENGAN CEPAT atau akan TERTINGGAL!

Jadi, itulah cerita perjalanan LINE di Indonesia, dari aplikasi yang MENGUASAI pasar chatting dan video call hingga akhirnya TERGESER oleh aplikasi lain yang lebih SEDERHANA dan PRAKTIS!

LINE dulu emang punya SEMUA YANG KITA BUTUHKAN, tapi kini, dengan berjalannya waktu dan munculnya aplikasi lain yang LEBIH RELEVAN dengan kebutuhan kita, LINE harus MERELAKAN TAKHTANYA!

Nah, apakah kalian PERNAH menggunakan LINE buat ngeline teman atau gebetan kalian?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.