Keunikan Tersembunyi! 4 Desa di Sukoharjo Ini Ternyata Memiliki Nama yang Gak Biasa! Salah Satunya Berasal dari Pohon yang Tumbuh Disana

JATENG.AKURAT.CO, Pernahkah kamu mendengar tentang Desa Manisharjo di Sukoharjo? Atau Desa Bulu? Nama-nama desa ini mungkin terdengar asing dan unik bagi sebagian orang.
Ternyata, di balik nama-nama unik tersebut terdapat cerita dan sejarah menarik yang mencerminkan kekhasan budaya dan tradisi setempat.
Penasaran ingin tahu apa saja desa-desa di Sukoharjo yang memiliki nama unik dan apa asal-usulnya? Yuk, simak artikel ini!
Desa Manisharjo
Desa Manisharjo merupakan salah satu desa di Kecamatan Bendosari. Nama desa ini memiliki kaitan dengan kisah Pangeran Diponegoro.
Dikisahkan bahwa pengikut Pangeran Diponegoro bergerilya melawan pasukan Belanda.
Karena dikejar, mereka menyebar di hutan belantara. Salah seorang pengikut Diponegoro yang bernama Ki Honggo Suto terpencar dari kelompoknya.
Saat di tengah hutan, ia dimintai tolong oleh masyarakat yang kehausan karena berjalan jauh. Mereka meminta tolong untuk memetikkan buah kelapa yang sangat tinggi.
Ki Honggo Suto menelungkupkan batang pohon kelapa dengan lutut kakinya sehingga buah kelapa bisa dipetik.
Ki Honggo Suto diketahui memiliki daya linuwih tinggi sehingga bisa menelungkupkan batang pohon kelapa hanya dengan lutut kaki.
Akibat kejadian tersebut, maka kemudian diberi nama Jogo Dengkul.
Cerita rakyat ini diturunkan secara turun temurun dan diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Desa Manisharjo.
Nama Jogo Dengkul diubah menjadi Manisharjo pada masa pemerintahan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat karena dirasa kurang enak dilafalkan secara administratif.
Desa Sugihan
Kisah asal-usul Desa Sugihan di Kecamatan Bendosari tidak lepas dari cerita rakyat mengenai adanya serombongan saudagar yang sedang mencari tanah untuk ditinggali.
Mereka akhirnya menemukan lahan tersebut dan menetap di daerah itu karena terpikat oleh kesuburan tanah dan keteduhan pepohonan.
Setelahnya, wilayah tersebut diberi nama Desa Sugihan. Nama Desa Sugihan berasal dari bahasa Jawa sugih yang berarti kaya.
Sebagian besar masyarakat di Desa Sugihan konon mempunyai harta benda yang banyak. Mereka membangun rumah besar dan membeli perhiasan emas yang disimpan di kamar.
Desa Bulu
Cikal bakal nama Desa Bulu berasal dari nama satu pohon yang tumbuh di sana, yakni pohon bulu.
Pohon ini sejenis beringin yang tumbuh di Desa Bulu sejak zaman penjajahan Belanda, sekitar tahun 1800-an.
Pohon bulu tumbuh besar dengan diameter dua meter dan lingkar batang lebih dari tiga meter. Pohon bulu berdiri di pinggir jalan di tengah lahan persawahan.
Di zaman Belanda, pohon tersebut digunakan untuk bersembunyi mata-mata dari Indonesia. Dari pohon itu, nama desa ini diambil.
Desa Cemani
Pada masa penjajahan Belanda dan pemerintahan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, sebelah barat keraton merupakan tempat berburu keluarga keraton.
Daerah tersebut juga merupakan perkebunan keluarga Keraton Mangkunegaran, tepatnya pada pemerintahan Raja Mangkunegara V.
Pada waktu itu, keluarga kerajaan bersama abdinya sedang berkuda ke daerah tersebut untuk berburu dan mengunjungi kebun.
Namun saat itu ada yang aneh, rombongan kerajaan bertemu dengan kuda dan ayam hitam dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ayam itu membuat seluruh rombongan kerajaan terkesima.
Oleh rasa kagum dan senang tersebut, akhirnya daerah itu dinamakan Cemani, diambil dari nama ayam berwarna hitam tersebut, yaitu ayam Cemani.
Hingga kini, nama Cemani digunakan dan berkembang menjadi sebuah Desa Cemani di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
Baca Juga: Bentuknya Kok Mirip Rawon, Ini 5 Hal Unik dari Nasi Grombyang, Kuliner Khas Pemalang
Bagi para pecinta wisata budaya dan sejarah, menjelajahi desa-desa unik di Sukoharjo ini bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Di sana, Anda tidak hanya dapat menikmati keindahan alam dan keramahan masyarakatnya, tetapi juga dapat mempelajari cerita-cerita menarik di balik nama-nama desa yang unik tersebut.
Tertarik untuk menjelajahi desa-desa unik di Sukoharjo? Tunggu apa lagi? Ayo segera kemas tas Anda dan rasakan sendiri sensasi wisata budaya dan sejarah yang tak terlupakan!***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










