Menyusuri Hal Unik Kelurahan Kranggan: Jelajah Titik Center Kampung Pecinan di Semarang, dari Sejarah, Toleransi hingga Kuliner Kentalnya

JATENG.AKURAT.CO, Terletak di jantung Kota Semarang, Kelurahan Kranggan merupakan sebuah kampung Pecinan yang kaya akan sejarah, budaya, dan kuliner.
Di sini, Anda akan menemukan perpaduan harmonis antara tradisi Tionghoa dan Jawa yang telah terjalin selama berabad-abad.
Mari kita jelajahi keunikan Kranggan, titik center kampung Pecinan di Semarang, dan rasakan atmosfer budaya Tionghoa yang begitu kental.
Demografi Kelurahan Kranggan
Kelurahan Kranggan terletak di Kecamatan Semarang Tengah, dengan luas wilayah 25,25 hektar.
Wilayah ini dihuni oleh sekitar 2.069 laki-laki dan 2.294 perempuan. Terdapat 30 Rukun Tetangga (RT) dan 5 Rukun Warga (RW) di sini.
Mayoritas penduduknya adalah keturunan Tionghoa, menjadikan Kranggan pusat bisnis dan aktivitas kebudayaan Tionghoa di Semarang.
Perjalanan Sejarah
Kelurahan Kranggan memiliki sejarah panjang yang dimulai dari peristiwa Geger Pecinan pada masa kolonial.
Awalnya, masyarakat Tionghoa menetap di daerah Simongan sekitar Klenteng Sam Poo Kong.
Namun, Belanda memindahkan permukiman ini ke sekitar Kali Semarang untuk pengawasan yang lebih ketat.
Sejak itu, kawasan ini berkembang menjadi Pecinan yang ramai dan berdaya tarik wisata.
Klenteng di Kranggan
Di Kelurahan Kranggan, terdapat sekitar tujuh klenteng. Salah satu yang tertua adalah Klenteng Siu Hok Bio yang didirikan pada tahun 1753.
Klenteng ini merupakan ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diterima oleh penduduk setempat dan menjadi pusat kegiatan keagamaan.
Pasar Semawis
Pasar Semawis, yang juga dikenal sebagai Warung Semawis, merupakan pasar malam yang buka setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu malam.
Pasar ini awalnya adalah Pasar Imlek Semawis yang dimulai pada tahun 2004 oleh komunitas Pecinan Semarang.
Di sini, Anda bisa menemukan berbagai macam makanan yang lezat dan unik.
Perayaan Imlek
Menjelang Imlek, Kranggan dihiasi dengan lampion, tebu, dan terong susu yang melambangkan kebahagiaan, keselamatan, dan kemakmuran.
Tradisi Ketuk Pintu, yaitu acara selamatan bersama di klenteng, dan Tradisi Tok Panjang, jamuan makan bersama di meja panjang, menjadi bagian dari perayaan ini.
Perayaan Imlek ditutup dengan Cap Go Meh yang dirayakan dengan barongsai dan wayang potehi.
Toleransi
Kelurahan Kranggan terkenal dengan tingginya toleransi antarumat beragama. Salah satu buktinya adalah keberadaan Masjid Annur di tengah kawasan Pecinan.
Masjid ini berdiri sejak tahun 1600-an dan masih aktif digunakan hingga kini.
Kuliner
Di Kranggan, Anda bisa menikmati kuliner khas seperti Es Marem dan Nasi Ayam Bu Pini.
Es Marem merupakan sajian es yang terdiri dari campuran buah, kacang, cincau, kelapa, dan kolang-kaling dengan berbagai pilihan kuah segar.
Sementara itu, Nasi Ayam Bu Pini menyajikan nasi gurih dengan topping ayam suwir, tahu bacem, telur pindang, krecek, sayur labu, dan kuah santan gurih.
Kelurahan Kranggan menawarkan perpaduan sempurna antara sejarah, budaya, dan kuliner yang membuat setiap kunjungan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Jadi, mari kita menyusuri keunikan Kelurahan Kranggan dan menikmati segala pesona yang ditawarkannya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 8FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 9Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










