Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Resi Manumayasa, Legenda Kebijaksanaan dan Kepahlawanan di Marcapada

AKURAT.CO Sejarah, Dalam mitologi yang kaya akan cerita dan kearifan, salah satu tokoh yang memancarkan kebijaksanaan dan keberanian adalah Resi Manumayasa, yang juga dikenal dengan nama Kanumayasa atau Kariyasa.
Dilahirkan di Kahyangan Daksinageni sebagai putra kedua dari Bathara Parikenan dengan Dewi Bramaneki, Manumayasa memiliki garis keturunan yang mulia, sebagai cucu buyut Bathara Wisnu dan Bathara Brahma.
Bersama tiga saudaranya, Dewi Kanika, Resi Manobawa, dan Resi Paridarma, ia menjalani tugasnya di Marcapada, dunia manusia.
Tugas di Marcapada dan Pendirian Padepokan Retawu
Manumayasa turun ke Marcapada dengan tugas suci untuk memelihara ketentraman dan kesejahteraan umat manusia.
Dengan seizin Prabu Basukesti, Raja negara Wirata, ia mendirikan padepokan Retawu di Gunung Saptaarga.
Di sana, ia menikah dengan Dewi Kaniraras atau Dewi Retnowati, dan dikaruniai tiga orang putra: Bambang Manudewa, Bambang Sakutrem, dan Dewi Sriyati.
Kepahlawanan melawan Raksasa
Bersama saudaranya, Sakutrem, Resi Manumayasa menunjukkan keberaniannya dalam pertempuran melawan tiga raksasa dari negara Nusahantara: Prabu Kalimantara, Arya Dadali, dan Arya Sarotama.
Mereka berdua berhasil mengalahkan para raksasa yang mengamuk di Suralaya, setelah keinginan mereka untuk memperistri Dewi Irimirin ditolak oleh Bathara Guru.
Jenazah ketiga raksasa tersebut berubah wujud menjadi Kitab Kalimasada, Panah Hrudadali, dan Panah Sarotama, sementara Paksi Banarasa yang menyerang Resi Manumayasa ikut menemui ajalnya dan berubah wujud menjadi Payung Tunggulnaga.
Kehidupan dan Akhir Kehidupan
Setelah usianya lanjut, Resi Manumayasa menyerahkan kepemimpinan Padepokan Retawu kepada Sakutrem.
Ia kemudian menjalani pertapaan di Gunung Saptaarga, di tempat yang dikenal sebagai Pertapaan Paremana. Di sana, ia hidup hingga usia tua dan meninggal dalam ketenangan.
Jenazahnya dimakamkan di Pertapaan Paremana, meninggalkan jejak kebijaksanaan dan keberanian yang akan dikenang selamanya.
Dalam cerita-cerita rakyat dan mitologi Jawa, Resi Manumayasa tetap menjadi simbol kebijaksanaan, kepahlawanan, dan ketenangan di tengah cobaan hidup.
Kisahnya menginspirasi banyak orang untuk menjalani kehidupan dengan penuh dedikasi, keberanian, dan ketenangan hati.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 2Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 3Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 4Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 5Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 6Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 7Apakah Besok Senin 24 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama Maulud Nabi? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 8Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 9Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain
- 10Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta










