Jateng

Menghayati Filosofi, Sejarah dan Keunikan Candi Sukuh: 5 Fakta Tersembunyi dari Candi yang Menyerupai Piramida Kuno

Theo Adi Pratama | 19 Februari 2024, 15:00 WIB
Menghayati Filosofi, Sejarah dan Keunikan Candi Sukuh: 5 Fakta Tersembunyi dari Candi yang Menyerupai Piramida Kuno

AKURAT.CO Sejarah, Candi Sukuh, dengan bentuknya yang menyerupai piramida, telah menjadi salah satu situs bersejarah yang menarik perhatian banyak orang.

Dengan keunikan arsitekturnya dan alasan-alasan filosofis serta geografis di balik pembangunannya, Candi Sukuh menawarkan wawasan mendalam tentang kebijaksanaan dan pemikiran masyarakat Jawa kuno.

Baca Juga: Sejarah Stadion Sultan Agung Bantul, Kandang Baru Barito Putera Bersama RANS Nusantara Hingga Akhir Musim Liga 1 2023/24

1. Pembagian Teras dan Tata Letak:

Candi Sukuh memiliki tiga mandala yang tersusun secara linier, menampilkan ciri khas Majapahit dengan bagian tersuci di bagian belakang.

Berbeda dengan candi-candi Medang, Candi Sukuh tidak mengikuti pola konsentris, melainkan lebih mengedepankan garis lurus.

Arsitektur ini memberikan pandangan unik tentang struktur keagamaan dan kepercayaan masyarakat pada masa itu.

2. Waktu Pembangunan:

Relief-relief yang ditemukan di Candi Sukuh memberikan petunjuk tentang waktu pembangunannya.

Panel relief yang menggambarkan kisah Sudamala dan Bima Swarga menyertakan inskripsi yang menandakan pembuatan bangunan kecil pada tahun 1361 Saka (1439 M).

Hal ini menegaskan bahwa Candi Sukuh dibangun pada periode Majapahit akhir, menunjukkan hubungan erat dengan zaman kejayaan Majapahit.

Baca Juga: Memukau di Tengah Kota: Hotel Tugu Malang, Destinasi Penuh Keajaiban dengan Berbagai Barang Seni Dalam Atmosfer Sejarah

3. Gaya Arca dan Relief Khas Majapahit:

Arca-arca dan relief-relief yang ditemukan di Candi Sukuh sangat mirip dengan gaya yang ada di candi-candi Gunung Penanggungan, yang berasal dari zaman Majapahit.

Kisah-kisah yang dipahatkan dalam relief, seperti kisah Sudamala dan Bima Swarga, mencerminkan popularitas tema-tema tersebut pada masa Majapahit akhir.

4. Prasada Berbentuk Piramida:

Prasada yang berbentuk piramida di Candi Sukuh memberikan kesan kuat tentang keamanan dan kekokohan bangunan suci ini.

Meskipun tidak lagi utuh, prasada tersebut merupakan penunjang dari sesuatu yang disucikan di puncaknya.

Keberadaan prasada ini menegaskan konsep Candi Sukuh sebagai simbol Gunung Mahameru.

Baca Juga: Sejarah Gemilang Jepara: Kisah Kejayaan Negeri Niaga dan Patriotisme Anti Penjajah

5. Lingga dan Simbolisme Mahameru:

Pada masa Majapahit, lingga yang terletak di puncak candi diyakini sebagai objek pemujaan utama.

Inskripsi yang ditemukan mengungkapkan bahwa pada tahun 1440 M, seorang Bagawan ditahbiskan di sini.

Pemilihan bentuk piramida untuk prasada Candi Sukuh di lereng gunung menunjukkan kebijaksanaan dalam menjaga keamanan serta kecocokan dengan konsep candi sebagai simbol Gunung Mahameru.

Candi Sukuh, dengan segala kompleksitas dan keunikan arsitekturnya, tidak hanya menjadi bukti kejayaan peradaban Majapahit, tetapi juga menyiratkan pemikiran filosofis dan kearifan lokal masyarakat Jawa kuno.

Dengan mempelajari dan memahami candi ini, kita dapat lebih memahami perjalanan sejarah dan budaya yang kaya di Nusantara.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.