Jateng

Sejarah dan Kemegahan Arsitektur Masjid Agung Keraton Sumenep: Perpaduan Kebudayaan yang Mengagumkan

Theo Adi Pratama | 12 Februari 2024, 17:00 WIB
Sejarah dan Kemegahan Arsitektur Masjid Agung Keraton Sumenep: Perpaduan Kebudayaan yang Mengagumkan

AKURAT.CO Sejarah, Masjid Agung Keraton Sumenep, sebuah monumen bersejarah yang terletak di pusat kota Sumenep, kabupaten paling timur di Pulau Madura, Jawa Timur, adalah salah satu masjid tua yang mempesona di Indonesia.

Dikenal juga dengan nama Masjid Jami’, bangunan ini merupakan simbol penting dari keberagaman budaya dan keagungan arsitektur.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya: Keindahan dan Kemegahan Arsitektur Islam

Perpaduan Unik Budaya dalam Arsitektur

Masjid Agung Keraton Sumenep menggabungkan berbagai unsur budaya dalam rancang bangunnya, mencerminkan keberagaman etnis yang tinggal di Pulau Madura.

Pengaruh Persia, Arab, India, Cina, dan Jawa dapat terlihat jelas dalam setiap detailnya.

Pola arsitektur yang eklektik ini memberikan masjid ini daya tarik unik yang memikat pengunjung.

Pengaruh Arab dan Persia tercermin pada kubah kecil di atap bangunan, sementara sentuhan budaya Cina terlihat dalam warna-warna kontras dan elemen ukiran yang menghiasi masjid.

Sementara itu, atap bergaya tajug kerucut lancip mencerminkan gaya khas arsitektur Jawa dan menghadirkan nuansa kuno yang anggun.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Masjid Agung Tuban: Masjid yang Menjadi Saksi Dakwah Sunan Bonang di Pulau Jawa

Keistimewaan dalam Detail

Masjid Agung Keraton Sumenep memiliki tujuh pintu utama yang besar dan enam jendela yang memungkinkan pencahayaan alami masuk ke dalam ruang.

Mihrabnya, yang dikelilingi oleh dua relung dan dihiasi dengan keramik Cina, menampilkan detail yang indah.

Hiasan pedang di atas imam mengingatkan pada kejayaan masa lalu, meskipun sayangnya salah satu pedangnya telah hilang.

Sejarah dan Legenda

Bangunan ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi juga sebuah kisah yang menarik.

Masjid Agung Keraton Sumenep adalah pengganti Masjid Laju yang dibangun pada tahun 193, karena dinilai kurang luas untuk menampung jamaah.

Kisah tentang pengaruh kuat Cina dalam arsitektur masjid ini juga menambah pesona bangunan tersebut.

Ketika Panembahan Somala meminta seorang tukang keturunan Cina, Lauw Phia Ngo, untuk membantu membangun masjid, keajaiban pun terjadi.

Lauw Phia Ngo memberikan kontribusi besar dengan menambahkan sentuhan-sentuhan Cina yang khas pada bangunan tersebut.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah dan Cerita serta Keunikan Masjid Madekan: Tempat Bersumpah yang Menakutkan di Madura

Wisata Religi dan Sejarah

Mengunjungi Masjid Agung Keraton Sumenep bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang menggali sejarah dan menelusuri jejak budaya yang beragam.

Dengan detail-detail yang mempesona dan kisah-kisah yang menarik, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang dapat memuaskan dahaga sejarah dan keindahan arsitektur.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.