Jateng

Keagungan dan Sejarah Masjid Agung Brebes: Simbol Kebijaksanaan dan Kebangkitan Rohani

Theo Adi Pratama | 8 Februari 2024, 17:00 WIB
Keagungan dan Sejarah Masjid Agung Brebes: Simbol Kebijaksanaan dan Kebangkitan Rohani

AKURAT.CO Sejarah, Masjid Agung Brebes, yang berdiri megah di sebelah barat alun-alun Kota Brebes, Jawa Tengah, adalah salah satu masjid terbesar, bersejarah, dan paling megah di kota yang terkenal sebagai penghasil bawang merah ini.

Dibangun pada tahun 1836 pada masa pemerintahan Bupati Raden Adipati Arya Singasari Pranatayuda I (Kyai Sura), masjid ini telah menjadi bagian penting dari warisan budaya kota Brebes.

Meskipun telah mengalami beberapa kali renovasi, termasuk pada tahun 1933, 1979, dan 2007, Masjid Agung Brebes tetap mempertahankan keaslian arsitektur Jawa kuno dengan kubah berbentuk limas.

Baca Juga: Sejarah Masjid Darussalam Temanggung: Kesejukan Spiritual dan Kebesaran Arsitektur

Renovasi tersebut selalu menghormati struktur asli bangunan, terutama karena masjid ini telah diakui sebagai cagar budaya.

Renovasi pertama pada tahun 1932-1933 dilakukan untuk mengatasi masalah banjir dari Sungai Pemali yang sering menggenangi masjid.

Ketika itu, masjid diratakan dan dibangun kembali di atas lahan seluas 666 m2 dengan pondasi ditinggikan 1 m2 menggunakan kayu jati.

Baca Juga: Perjalanan dan Perkembangan Masjid Darul Muttaqin: Jejak Sejarah dan Kebesaran di Purworejo

Salah satu sejarah terkenal dari Masjid Agung Brebes adalah kisah bedug kembar yang pernah berada di dalamnya.

Bedug tersebut terbuat dari kayu sawo raksasa yang diambil dari desa Sawojajar.

Saat ini, hanya satu bedug yang tersisa, sementara yang lainnya telah disumbangkan ke sebuah masjid di Jatibarang.

Baca Juga: Sejarah dan Perjalanan Masjid Agung Payaman: Keberkahan dan Kesakralan di Tengah Magelang

Arsitektur Masjid Agung ini merupakan perpaduan antara gaya Persia dan lokal Brebes.

Bahan material seperti granit untuk pintu masuk berasal dari Italia, sedangkan lantai dan pilar menggunakan marmer dari Makassar dan Tulungagung.

Meskipun telah direnovasi, Masjid Agung Brebes mempertahankan bentuk joglo pada mimbar, mihrab, dan mastaka yang diletakkan di atas kubah masjid. Sisi kanan dan kiri dinding juga ditinggikan sebanyak 1 m2.

Masjid Agung Brebes yang berada di antara Pendopo Kabupaten dan alun-alun mengandung makna filosofis yang dalam.

Pendopo Kabupaten melambangkan pusat pemerintahan dan kebijaksanaan, sementara masjid melambangkan ketakwaan manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Keberadaan lembaga pemasyarakatan menjadi simbol bahwa manusia kadang-kadang lalai dan melanggar aturan, sedangkan alun-alun yang luas mengajarkan manusia untuk memiliki pandangan yang luas dan menatap masa depan dengan optimisme.

Dengan sejarahnya yang kaya dan makna filosofisnya yang mendalam, Masjid Agung Brebes tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol kebijaksanaan dan kebangkitan rohani yang terus menginspirasi umat Islam dan masyarakat sekitarnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.