Sejarah dan Perjalanan Klenteng Pan Kho Bio: Jejak Kuno dan Kekayaan Warisan Bogor

AKURAT.CO Sejarah, Bogor, kota yang kaya akan sejarah dan budaya, menyimpan sebuah permata bersejarah yang tak tergoyahkan.
Klenteng Pan Kho Bio, atau dikenal juga sebagai Wihara Maha Brahma, merupakan salah satu klenteng tertua di Bogor, bahkan di Nusantara.
Terletak di sebuah pulau kecil yang disebut Pulo Geulis di tengah Sungai Ciliwung, klenteng ini tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga sebuah tempat yang menyimpan sejarah yang kaya.
Baca Juga: Sejarah Klenteng Hong San Kiong: Warisan Bersejarah dan Keberagaman Kota Jombang
Nama "Pan Kho Bio" berasal dari Dewa Pan Kho yang disembah di klenteng ini, menjadikannya sebagai tempat ibadah yang kaya akan keagamaan dan budaya.
Saat memasuki klenteng, pengunjung akan disambut dengan altar yang menghadap pintu utama, di mana patung Dewa Pan Kho yang tertinggi dihormati.
Bangunan seluas 400 meter persegi ini dihiasi dengan berbagai ornamen budaya, seperti arca kura-kura yang melambangkan ketekunan, patung harimau hitam dan putih yang melambangkan kegagahan, serta patung-patung yang berkaitan dengan sejarah kerajaan Pajajaran.
Baca Juga: Mengungkap Keindahan Arsitektur dan Sejarah Perjalanan Klenteng Seng Hong Bio di Singaraja, Bali
Menurut penelitian, klenteng ini sudah berdiri sejak zaman Kerajaan Pajajaran pada abad ke-15.
Sebelum menjadi klenteng, tempat ini bahkan digunakan sebagai tempat peristirahatan Raja Prabu Siliwangi, memberikan nilai sejarah yang lebih mendalam pada tempat ini.
Klenteng Pan Kho Bio juga memiliki makam dan petilasan dari tokoh-tokoh penting dalam sejarah, seperti Raja Surya Kencana dan Embah Sakee, serta beberapa anggota kerajaan Pajajaran.
Baca Juga: Mengungkap Sejarah dan Arsitektur Khas dari Klenteng Ban Hin Kiong di Pecinan, Manado
Makam-makam dan petilasan ini menjadi saksi bisu dari sejarah kejayaan kerajaan dan penyebaran agama Islam di Bogor.
Meskipun mengalami beberapa kali renovasi, klenteng ini tetap mempertahankan keaslian dan kekayaan warisan budayanya.
Bahkan, pada tahun 2012, klenteng Pan Kho Bio ditetapkan sebagai cagar budaya karena bukan hanya berdasarkan bangunannya, tetapi juga karena warisan sejarah purbakala yang terkandung di dalamnya, seperti batu-batu besar yang berasal dari zaman Megalithikum.
Baca Juga: Perjalanan dan Perkembangan Masjid Darul Muttaqin: Jejak Sejarah dan Kebesaran di Purworejo
Klenteng Pan Kho Bio bukan hanya sebuah tempat ibadah, tetapi juga sebuah penjaga sejarah yang hidup.
Dengan mengunjungi klenteng ini, kita tidak hanya menghormati kepercayaan agama dan budaya, tetapi juga merenungkan kekayaan warisan yang telah ditinggalkan oleh para leluhur kita.
Bogor yang kaya akan sejarah dan kebudayaan memang tidak bisa dilewatkan tanpa mengunjungi klenteng Pan Kho Bio yang megah dan bersejarah ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










