Sejarah dan Perjalanan Masjid Jami Tegalsari Surakarta: Menara Spiritual dan Pusat Pendidikan

AKURAT.CO Sejarah, Masjid Jami Tegalsari di Surakarta, Jawa Tengah, tidak hanya menjadi landmark keagamaan tetapi juga menyimpan sejarah panjang sebagai masjid swasta pertama di kota tersebut.
Dibangun oleh seorang dermawan dan hartawan, K.H. Ahmad Shofawi, pada tahun 1928, masjid ini muncul sebagai simbol keberagaman dan keberlimpahan di kota Bengawan.
Sebuah Inisiatif Swasta Bermakna
Masjid Jami Tegalsari disebut sebagai "swasta" karena seluruh biaya pembangunannya dikeluarkan oleh K.H. Ahmad Shofawi, seorang saudagar batik terkemuka dan saleh di Solo.
Pada masa itu, kota Surakarta telah memiliki empat masjid yang dikelola oleh Keraton Surakarta, dikenal sebagai Masjid Keraton.
Namun, Masjid Jami Tegalsari muncul sebagai langkah swasta untuk memperluas layanan keagamaan di kota tersebut.
Arsitektur Megah dan Peran Prof. K.H. Raden Muhammad Adrian
Dibangun di atas lahan seluas 2000 meter persegi, Masjid Jami Tegalsari memiliki arsitektur megah dengan lantai berlapis marmer.
Pembangunan yang dimulai pada tahun 1928 berhasil diselesaikan selama 19 bulan, dan masjid ini secara resmi berdiri pada akhir tahun 1929.
Arsitek yang merancang masjid ini adalah Prof. K.H. Raden Muhammad Adrian, menantu dari K.H. Ahmad Shofawi.
Peran dalam Kesetaraan dan Toleransi
Setelah berdiri, Masjid Jami Tegalsari menjadi pusat aktivitas Pesantren Modern Ta’mirul Islam.
Pada awalnya, Prof. K.H. Raden Muhammad Adrian, yang juga menjadi takmir masjid, mengajukan izin kepada Keraton Surakarta untuk menyelenggarakan shalat Jumat.
Izin diberikan, dan Masjid Tegalsari menjadi salah satu tempat ibadah penting di kota.
Pusat Pendidikan dan Regenerasi Pengelola
Seiring waktu, sekitar Masjid Tegalsari tumbuh Lembaga Pendidikan Takmir Islam yang terkenal.
Lembaga ini mencakup SD Ta’mirul Islam, SMP, Madrasah Tsanawiyah Ta’mirul Islam, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Diniyah Ulya (Kuliyatul Mu’alim al-Islamiyah).
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Masjid Mantingan: Pusaka Sejarah dan Kearifan Lokal di Jepara
Pendaftaran untuk santri baru dibuka setiap tahun, menarik para pelajar yang ingin mendapatkan pendidikan berbasis agama dan akademis.
Kepengurusan Masjid Tegalsari telah mengalami empat regenerasi sejak tahun 1928 hingga sekarang.
Dengan kepemimpinan yang kuat dan inisiatif pendidikan yang berkelanjutan, masjid ini terus berperan sebagai pusat spiritual dan pendidikan yang berarti di tengah-tengah masyarakat Surakarta.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










