Jateng

Mitos Larangan Menikah antara Lamongan dan Kediri: Jejak Sejarah Tragedi Cinta Panji Laras dan Panji Liris

Theo Adi Pratama | 29 Januari 2024, 13:00 WIB
Mitos Larangan Menikah antara Lamongan dan Kediri: Jejak Sejarah Tragedi Cinta Panji Laras dan Panji Liris

AKURAT.CO Sejarah, Di balik indahnya kota Lamongan, Jawa Timur, tersimpan sebuah mitos yang menyatakan bahwa warga Lamongan dilarang menikah dengan warga Kediri.

Mitos ini tidak sekadar cerita tanpa dasar, melainkan memiliki akar dalam legenda Panji Laras dan Panji Liris, serta tragedi cinta Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi.

Baca Juga: Tempat Sejarah di Yogyakarta: Kembang Lampir, Bukit Suci Petilasan Ki Ageng Pemanahan

Asal Usul Legenda

Cerita dimulai dengan Adipati Kediri yang memiliki dua putri kembar cantik, Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi.

Sebuah kabar mengenai Adipati Lamongan, Raden Panji Puspokusumo, yang keturunan Raja Majapahit ke-14 Hayam Wuruk, memiliki dua putra kembar, Panji Laras dan Panji Liris, mencapai telinga Adipati Kediri.

Adipati Kediri menginginkan hubungan besan dengan Adipati Lamongan, dan inilah awal dari legenda tragis ini.

Syarat-Syarat Pernikahan yang Menentukan

Adipati Lamongan, merasa bingung dengan lamaran Adipati Kediri, mengajukan beberapa syarat yang cukup unik.

Syarat tersebut melibatkan penerimaan Islam oleh Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi, proses lamaran yang dilakukan oleh pihak perempuan, serta kedatangan mereka ke Lamongan dengan membawa hadiah berupa gentong air dan alas tikar batu.

Baca Juga: Peninggalan Bangunan Bersejarah: Candi Risan, Jejak Agama Buddha di Tepian Sejarah Yogyakarta

Tragedi di Tengah Banjir

Dengan diiringi rombongan besar, Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi berangkat ke Lamongan.

Namun, perjalanan mereka tidak terlepas dari drama. Lamongan saat itu tengah dilanda banjir karena meluapnya Kali Lamong.

Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi terpaksa mengangkat kain mereka sampai paha agar tidak basah.

Sayangnya, keadaan ini membawa akibat buruk.

Melihat kaki mereka yang berbulu lebat, Panji Laras dan Panji Liris menolak menikahi mereka dan membatalkan rencana pernikahan.

Tragedi Bunuh Diri

Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi, merasa terhina dan malu, memilih untuk bunuh diri di hadapan Panji Laras dan Panji Liris.

Keputusan ini mengguncang kedua keluarga dan menciptakan dendam yang mendalam.

Baca Juga: Sejarah dan Arsitektur Kantor Kecamatan Kalasan: Jejak Bersejarah di Tanah Sleman

Pemicu Larangan Menikah

Bunuh dirinya Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi memicu kemarahan orang-orang Kediri.

Perang tak terhindarkan, dan tragisnya, terbunuhnya Panji Laras, Panji Liris, Ki Patih Mbah Sabilan, serta Adipati Lamongan Raden Panji Puspokusumo.

Sebelum gugur, Adipati Lamongan mengucapkan pesan agar keturunannya tidak menikah dengan orang Kediri.

Mitos larangan menikah antara Lamongan dan Kediri pun muncul dari tragedi cinta yang penuh luka dan dendam ini.

Pemberian Makna

Mitos ini mengandung hikmah dan pelajaran tentang pentingnya memahami dan menghormati perbedaan.

Meskipun hanya mitos, cerita ini menjadi bagian dari sejarah dan budaya Lamongan, mengajarkan kita untuk tidak melupakan nilai-nilai cinta, pengorbanan, dan akibat dari dendam yang berlarut-larut.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.