Jateng

Sejarah Hari Kusta Internasional: Upaya Perawatan dan Pencegahan Penularan Penyakit Kusta

Theo Adi Pratama | 28 Januari 2024, 10:09 WIB
Sejarah Hari Kusta Internasional: Upaya Perawatan dan Pencegahan Penularan Penyakit Kusta

AKURAT.CO Sejarah, Setiap tahun, pada tanggal 28 Januari, dunia memperingati Hari Kusta Internasional sebagai bentuk kesadaran global terhadap masalah kesehatan yang telah menghantui manusia selama berabad-abad.

Tanggal ini terpilih sebagai pengingat akan pentingnya mengatasi dan mencegah penyebaran penyakit kusta yang telah membawa stigmatisasi dan penderitaan.

Baca Juga: Mengungkap Misteri Ajian Pancasona atau Rawa Rontek: Fakta atau Mitos?

Sejarah Hari Kusta Internasional

Hari Kusta Internasional pertama kali diperingati pada tahun 1965 sebagai respons terhadap tingginya tingkat penyakit kusta dan penularannya di seluruh dunia.

Penyakit kusta, atau lepra, disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae dan memiliki karakteristik perkembangan yang lambat, kadang-kadang memerlukan bertahun-tahun untuk menunjukkan gejala yang jelas setelah terinfeksi.

Kusta dapat memengaruhi kulit, saraf, dan organ lain dalam tubuh, menyebabkan kerusakan permanen pada anggota tubuh tertentu.

Selain masalah kesehatan fisik, penderita kusta juga sering kali menghadapi stigma dan diskriminasi dari masyarakat.

World Health Organization (WHO) telah menjadi salah satu pemimpin dalam upaya pemberantasan kusta.

Mereka bekerja sama dengan negara-negara dan mitra kesehatan global untuk menyediakan perawatan, mencegah penyebaran penyakit, dan mengurangi stigma terhadap penderita kusta.

Program-program WHO berfokus pada deteksi dini, pengobatan efektif, dan pemberdayaan penderita untuk hidup tanpa diskriminasi.

Baca Juga: Peristiwa Sejarah yang Diperingati pada 28 Januari: Hari Ulang Tahun Nahdlatul Ulama dan Peringatan Internasional Lainnya

Peringatan Hari Kusta Sedunia

Peringatan Hari Kusta Sedunia pada 28 Januari dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah kusta.

Ini menjadi momen penting untuk mensosialisasikan upaya pencegahan, mendukung hak-hak penderita, dan mengurangi stigma yang melekat pada penyakit ini.

Di seluruh dunia, acara dan kampanye diadakan untuk menggalang dukungan dan memperkuat langkah-langkah pemberantasan kusta.

Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam memastikan keberlanjutan upaya ini, dan peringatan ini menjadi kesempatan bagi individu, organisasi kesehatan, dan pemerintah untuk bersatu dalam perang melawan kusta.

Baca Juga: Sejarah dan Misteri Makam Ragasemangsang di Purwokerto: Tempat Penuh Kesakralan

Fakta Menarik Tentang Hari Kusta Internasional

  1. Pencetus Hari Kusta Internasional: Hari ini dicetuskan pada tahun 1965 oleh humanis Perancis, Raul Follereau. Pemilihan tanggal 28 Januari juga memiliki makna khusus sebagai bentuk penghargaan terhadap Mahatma Gandhi yang meninggal pada tanggal 30 Januari 1948, seorang tokoh kemanusiaan yang sangat peduli terhadap para penderita kusta.

  2. Statistik Penyakit Kusta: Berdasarkan laporan WHO, hampir 600 lebih orang didiagnosis dan memulai pengobatan kusta setiap harinya. Pada tahun 2014, lebih dari 200 ribu orang terdiagnosis, dan perkiraan jumlah penderita yang belum terdiagnosis masih mencapai jutaan.

  3. Peran Indonesia: Indonesia, pada tahun 2012, menduduki peringkat ketiga sebagai negara dengan jumlah penderita kusta terbanyak di dunia, setelah India dan Brasil. Upaya pengobatan kusta di Indonesia dilakukan melalui metode multi drug therapy (MTD).

Baca Juga: Misteri dan Sejarah Makam Gantung di Pesanggrahan Djojodigdan, Blitar: Pemilik Ilmu Pancasona

Pencegahan Kusta: Langkah-langkah Penting

Mencegah penularan bakteri penyebab kusta (Mycobacterium leprae) melibatkan serangkaian tindakan pencegahan yang perlu diadopsi oleh individu, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan.

  1. Vaksinasi: Saat ini, belum ada vaksin yang tersedia secara luas untuk mencegah kusta, namun penelitian terus dilakukan untuk mengembangkan vaksin yang efektif.

  2. Kontak Terbatas: Menjaga jarak dan mengikuti tindakan pencegahan yang dianjurkan oleh petugas kesehatan penting untuk mencegah kontak dekat dengan penderita kusta.

  3. Perawatan Dini: Deteksi dini dan perawatan medis segera sangat penting untuk menghentikan penularan penyakit dan mencegah kerusakan saraf yang parah.

  4. Hidup Bersih dan Sehat: Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah langkah kunci untuk mengurangi risiko penularan kusta. Mandi secara teratur, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga kebersihan lingkungan adalah tindakan yang perlu diadopsi.

  5. Perhatian Khusus pada Kontak Keluarga: Anggota keluarga atau orang-orang yang tinggal serumah dengan penderita kusta perlu mendapatkan penelusuran dan evaluasi kesehatan secara rutin.

  6. Sosialisasi Masyarakat: Edukasi masyarakat tentang fakta dan mitos seputar kusta dapat membantu mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita, serta meningkatkan kesadaran akan langkah-langkah pencegahan.

  7. Dukung Program Pemberantasan Kusta: Mendukung program-program pemberantasan kusta yang dilaksanakan oleh organisasi kesehatan lokal dan internasional adalah cara aktif untuk membantu mengendalikan penyebaran penyakit ini.

Kusta dapat diobati dan sembuh sepenuhnya jika diobati dengan cepat. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung deteksi dini dan akses cepat ke perawatan medis. Pada Hari Kusta Internasional, mari bersatu dalam upaya global untuk mengakhiri stigmatisasi dan menderita yang disebabkan oleh penyakit ini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.