Jateng

Peninggalan Bangunan Sejarah di Yogyakarta: Pasar Jimbaran, Pusat Perdagangan Bersejarah di Paling Timur Gunungkidul

Theo Adi Pratama | 20 Januari 2024, 14:00 WIB
Peninggalan Bangunan Sejarah di Yogyakarta: Pasar Jimbaran, Pusat Perdagangan Bersejarah di Paling Timur Gunungkidul

AKURAT.CO Sejarah, Pasar Jimbaran, sebagai salah satu pasar pemerintah di Gunungkidul, menawarkan sejarah panjang dan keunikan tersendiri.

Berlokasi di wilayah Dusun Bulurejo, Kalurahan Tambakromo, Kapanewon Ponjong, pasar ini menjadi destinasi utama masyarakat dari berbagai daerah, termasuk lintas kabupaten dengan berbatasan langsung ke Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri.

Sejarah Pasar Jimbaran mencatat perpindahan lokasi dari tempat semula, sekitar 100 meter dari lokasi sekarang.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pasar Gatak, Pusaka Sejarah Pasar yang Tetap Hidup

Kini, pasar ini menjadi salah satu pasar terbesar di wilayah desa dengan daya tarik utama pada hari pasaran wage.

Posisi Pasar Jimbaran yang menghadap ke utara, berada di pinggir jalan Wonosari–Pracimantoro, menambah daya aksesibilitasnya bagi masyarakat sekitar.

Pasar Jimbaran memiliki dua bagian utama, yaitu pasar umum dan pasar hewan.

Lokasi pasar hewan berada di sisi timur pasar umum. Keunikan ini menciptakan atmosfer berbeda di antara pedagang dan pembeli yang datang.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Rumah Tradisional Jawa Eks Kantor Kalurahan Mojohuro, Keindahan dan Sejarah yang Terpatri

Hari pasaran wage di Pasar Jimbaran menjadi momen ramainya pasar, menarik pengunjung dengan beragam barang dagangan yang ditawarkan.

Adapun, hari selain pasaran, pasar ini ditutup.

Sejarah dan tradisi pasar yang masih terjaga memberikan kesan khas pada Pasar Jimbaran.

Bangunan di Pasar Jimbaran dirancang untuk menampung para pedagang, terdiri dari bangunan depan berbentuk toko dua lantai dan 17 los pasar.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah: Rumah Tradisional Jawa Eks Kantor Kalurahan Kedungmiri, Keindahan Arsitektur dan Sejarah yang Terabadikan

Bangunan depan ini, hasil rehabilitasi oleh Dinas Pasar Gunungkidul pada tahun 2018, berfungsi sebagai kantor administrasi dan petugas pasar.

Sebagai pintu akses utama ke pasar, bangunan ini menjadi pusat aktivitas dan transaksi.

Seluruh los pasar di Pasar Jimbaran didesain semi-terbuka, menggunakan atap kampung tanpa sekat.

Khusus untuk Los B1, B2, dan B3, yang merupakan los pasar berbahan besi, menambah daya tarik dan keunikannya.

Baca Juga: Perjalanan Kisah Bangunan Bersejarah: Menapak Sejarah dan Kesejukan Kompleks Masjid Pathok Negoro Mlangi, Sleman Yogyakarta

Los tersebut memiliki karakteristik konstruksi berbeda, dengan bentuk dan bahan yang membedakannya dari los lain yang terbuat dari cor semen atau kayu.

Konstruksi baja pada Los B1, B2, dan B3 memberikan tampilan yang unik dan estetis.

Penggunaan genteng press merk Sokka sebagai penutup atap memberikan sentuhan modern pada struktur tradisional pasar.

Struktur modular dengan komponen yang dapat dibongkar pasang memperlihatkan kecanggihan dalam perancangan.

Melalui perjalanan sejarah dan perkembangannya, Pasar Jimbaran menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat sekitarnya.

Pergeseran pasar dari lokasi semula, renovasi bangunan, hingga tradisi hari pasaran, semuanya menciptakan warisan bersejarah yang dijaga dan dihargai.

Pasar Jimbaran, sebagai pusat perdagangan di paling timur Gunungkidul, bukan hanya menjadi tempat jual-beli, tetapi juga menjadi saksi perjalanan waktu dan jejak tradisi di wilayah ini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.