Ditanya Youtuber, Eiichiro Oda Mengaku Sangat Gila Kerja dan Tidak Pernah Libur saat Mengerjakan One Piece

AKURAT.CO Anime, Ditanya sekelompok Youtuber asal Jepang, Eiichiro Oda mengaku sangat gila kerja dan tidak pernah libur saat mengerjakan serial manga One Piece.
One Piece adalah salah satu serial manga atau komik Jepang yang sangat populer di dekade ini. Kesuksesannya membawa One Piece dinobatkan sebagai manga terlaris di dunia oleh Shonen Jump.
Pencapaian ini juga membawa dampak kepada sang pencipta One Piece Eiichiro Oda. Pria yang akrab disapa Oda Sensei ini juga dinobatkan sebagai mangaka terkaya di dunia oleh Guinness World Record.
Tentu tidak mudah bagi Eiichiro Oda untuk bisa mencapai hasil seperti ini. Ada banyak sekali kerja keras yang dilakukan Oda sampai mencurahkan semua hidupnya untuk mengerjakan One Piece.
Baru-baru ini beredar video di akun Instagram @one.piece.id yang berisi wawancara langsung dengan Eiichiro Oda bersama beberapa Youtuber di Jepang.
Baca Juga: TERUNGKAP Inilah Cara Kerja Eiichiro Oda Dalam Mengerjakan Manga One Piece Selama 26 Tahun Ini
Dalam video tersebut nampak Oda Sensei yang sedang berada di studio pribadinya didatangi oleh sekelompok Youtuber asal Jepang yang ingin mengetahui bagaimana keseharian pengarang One Piece ini.
Nampak juga beberapa asisten dan editor Oda sensei yang menemani dia mengerjakan manga One Piece pada saat itu.
Oda lalu bercerita kalau dia senang melakukan pekerjaan konyol untuk mendapatkan uang, lalu uangnya dibelikan suatu barang yang konyol juga.
Salah seorang Youtuber bertanya, apakah itu artinya dalam mengerjakan serial One Piece. Oda sensei menjawab iya.
Lalu lagi, berdasarkan hasil pertanyaan Youtuber yang satunya lagi. Diketahui Oda tipe orang yang sangat bekerja keras, bahkan dia tak sempat beristirahat.
Baca Juga: Ini 5 Rahasia di Dunia One Piece yang Diketahui Sabo, Dia Tahu Siapa Dalang Pembunuhan Ayah Vivi
Sekedar info saja, serial manga One Piece terbit satu chapter sekali pada tiap hari Minggu di majalah Shonen Jump. Ini artinya deadline Oda sangat pendek hingga membuatnya jarang istirahat.
Obrolan di video itu berlanjut saat salah seorang asistennya bercerita kalau Oda memang jarang beristirahat, bahkan Oda masih terbangun jam 3 hingga 5 dini hari untuk chatting dengan asisten atau editornya.
Anehnya, meski jarang beristirahat Oda Sensei mengaku kalau dia baik-baik saja, sebaliknya sang asisten malah menyarankan Oda untuk mengatur banyak waktu untuk beristirahat.
Para Youtuber kemudian bertanya hal lain, yakni apakah Oda pernah merasa frustasi dalam mengerjakan serial One Piece. Apalagi Oda bekerja full dalam seminggu dan hal ini telah berlangsung selama lebih dari 26 tahun sejak pertama kali One Piece terbit di tahun 1997.
Baca Juga: 5 Rahasia Pemerintah Dunia yang Diketahui Oleh Sabo, Dia Sudah Tahu Sosok Asli Im Sama
Menjawab pertanyaan sang Youtube, Oda mengaku tidak pernah frustasi dalam mengerjakan One Piece, ia sangat menikmati pekerjaannya bahkan dia bekerja sangat keras agar One Piece menjadi manga terbaik di dunia.
Disambung sang asisten, menurutnya Oda ini orangnya sangat workaholic jadi tidak ada waktu untuk frustasi. Yang dipikirkan hanya kerja dan kerja.
Oda juga mengaku kalau tidak pernah memasukan hari libur ke dalam jadwalnya. Ia menyadari kalau dirinya tidak bekerja keras mengerjakan One Piece suatu saat dia akan diberhentikan dari penerbit manganya dan kehilangan banyak pengemar setia.
Fakta uniknya adalah Eiichiro Oda bisa gelisah jika dua minggu tidak memegang pena untuk menggambar One Piece. Dia mengaku gambarnya bisa jadi jelek bisa kelaman tidak memegang alat gambar.
Hingga saat ini serial manga One Piece masih berlanjut dan konsisten terbit di majalah Shonen Jump.
One Piece juga saat ini bisa dibilang menjadi serial fiksi dari Jepang yang sukses diadaptasi ke format anime dan live action.
Itulah sekilas cerita tentang bagaimana cara kerja Eiichiro Oda dalam mengerjakan serial One Piece yang sudah berjalan lebih dari 26 tahun ini. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










