Jateng

Sejarah Keajaiban Lautan Pasir Bromo: Pesona Mistis dan Fakta Ilmiah di Tengah Taman Nasional

Theo Adi Pratama | 27 Desember 2023, 07:00 WIB
Sejarah Keajaiban Lautan Pasir Bromo: Pesona Mistis dan Fakta Ilmiah di Tengah Taman Nasional

AKURAT.CO Sejarah, Taman Nasional Bromo Tengger, Semeru, selain dikenal dengan perbukitannya yang cantik, kawahnya yang menantang, dan sunrise-nya yang eksotik, memiliki daya tarik lain yang tak kalah memikat, yaitu lautan pasirnya.

Lautan pasir ini dikenal dengan sebutan Segara Wedi dan menjadi salah satu ciri khas unik Bromo, menjadi satu-satunya taman nasional di dunia yang memiliki lautan pasir.

Lautan pasir Bromo, seluas 5.920 hektare, menjadi favorit wisatawan dengan ketinggian mencapai 2.100 mdpl.

Melingkupi lima gunung sekaligus, yaitu Gunung Bromo, Batok, Widodaren, Kursi, dan Watangan, lautan pasir ini telah mencuri perhatian dengan keindahannya.

Salah satu sorotan terkenal dari lautan pasir ini terjadi pada tahun 2002, ketika digunakan sebagai lokasi syuting untuk film "Pasir Berbisik," yang dibintangi oleh Christine Hakim dan Dian Sastro.

Baca Juga: Jembatan Barelang: Keajaiban Teknik, Sejarah Megah, dan Misteri Budaya di Pulau Batam

Film ini meraih penghargaan di berbagai festival film kelas dunia dan membawa popularitas baru pada lautan pasir Bromo, yang sejak itu dikenal sebagai kawasan Pasir Berbisik.

Kawasan ini memang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki daya tarik suara yang khas saat angin bertiup, menghasilkan suara seperti bisikan, memberi nama lautan pasir ini sebagai Pasir Berbisik.

Cerita Rakyat: Keindahan Dibalik Legenda Suku Tengger

Ada beragam versi tentang asal-usul Lautan Pasir Bromo, salah satunya berasal dari cerita rakyat yang berkembang di kalangan Suku Tengger, yang mendiami dataran tinggi Bromo.

Menurut legenda ini, terkait dengan kisah cinta Roro Anteng dan Joko Seger, bersama anak mereka, Raden Kusumo, yang menjadi dasar upacara Kasada tahunan.

Dalam folklor ini, Roro Anteng dan Joko Seger belum menikah.

Baca Juga: Misteri dan Sejarah Kelam Gerbong Maut: Saksi Bisu Perjuangan Melawan Penjajah yang Mengerikan

Roro Anteng, yang sangat cantik, menarik perhatian banyak pria, termasuk para raja dan orang sakti.

Untuk menentukan pasangan hidupnya, Roro Anteng menetapkan syarat bahwa pria yang ingin melamarnya harus mampu membuat lautan pasir sebelum ayam jantan berkokok pada pagi hari.

Meskipun pria yang mencintainya berhasil membuat lautan pasir, sayangnya, ayam berkokok lebih cepat, membuat upaya tersebut dianggap gagal.

Dikatakan bahwa bajak yang digunakan oleh pria itu kemudian berubah menjadi Gunung Batok di sekitar Bromo.

Fakta Ilmiah: Terbentuknya Keindahan Alam yang Menakjubkan

Meskipun cerita rakyat memberikan daya tarik mistis pada asal-usul lautan pasir, catatan ilmiah menunjukkan bahwa lautan pasir ini terbentuk melalui letusan kecil dua gunung yang bertabrakan di kawasan Bromo.

Material vulkanik yang terlempar membentuk lembah besar di kaldera, dan dengan kedalaman yang signifikan, kaldera ini menjadi tempat untuk material vulkanik dari letusan selanjutnya.

Baca Juga: Sejarah Indonesia: Legenda Lubuk Emas di Sungai Asahan, Ada Kisah Pahit di Balik Pemberian Nama

Proses ini menyebabkan penumpukan material vulkanik dan membentuk lautan pasir yang indah di Taman Nasional Bromo Tengger, Semeru.

Dengan struktur pasir yang sangat halus dan warna hitam yang mirip pasir pantai, lautan pasir ini menjadi tempat yang unik dan menakjubkan.

Vegetasi di kawasan ini terbatas, tetapi pemandangan tebing setinggi 200-600 meter yang melingkari pasir menambah kecantikan dan daya tarik visual Lautan Pasir Bromo.

Taman Nasional Bromo Tengger, Semeru, dengan segala pesonanya, tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau tetapi juga membawa warisan budaya melalui cerita rakyat yang melekat erat pada keunikan setiap elemen alamnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.