Misteri dan Sejarah Kelam Gerbong Maut: Saksi Bisu Perjuangan Melawan Penjajah yang Mengerikan

AKURAT.CO Sejarah, Gerbong Maut, sebuah artefak bersejarah yang menjadi bukti perjuangan heroik rakyat Bondowoso melawan penjajah Belanda pada masa Hindia Belanda, kini terpajang megah di Museum Brawijaya, Jl. Besar Ijen No.25A, Gading Kasri, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.
Meskipun menarik perhatian pengunjung karena kebersejarahan dan nilai sejarahnya, gerbong ini juga menyimpan kisah seram yang mencekam.
Gerbong Maut lahir pada tahun 1920 di bawah tangan Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api milik Belanda.
Dengan empat roda besi, dimensi 5,27 meter panjang, 2,82 meter lebar, dan 3,34 meter tinggi, gerbong ini memiliki kode SS1920 menunjukkan tahun pembuatan dan GR10152 sebagai indikator penggunaan sebagai gerbong kereta barang pada masa itu.
Gerbong Maut sendiri adalah saksi bisu dari kekejaman masa penjajahan Belanda, digunakan untuk memindahkan tawanan pada 13 November 1947 dari Bondowoso ke Penjara Bubutan di Surabaya.
Seratus tahanan dipaksa berjejalan dalam tiga gerbong yang sempit, tanpa oksigen cukup, tanpa makanan dan minuman selama perjalanan menuju Stasiun Wonokromo yang memakan waktu 13 jam.
Menurut Monumen Perjuangan Jawa Timur, hanya sedikit yang selamat dari peristiwa tersebut.
Dari 100 tahanan, 46 meninggal, 31 sakit, 11 sakit parah, dan 12 sehat. Kekejaman ini membentuk aura mistis di sekitar Gerbong Maut.
Baca Juga: Sejarah Indonesia: Legenda Lubuk Emas di Sungai Asahan, Ada Kisah Pahit di Balik Pemberian Nama
Kengerian perjalanan tahanan Bondowoso ke Surabaya membuat Gerbong Maut terkenal sebagai tempat yang angker.
Beberapa pengunjung melaporkan penampakan hantu yang muncul secara tidak sengaja dalam foto, sementara pengalaman menyeramkan juga dirasakan di sekitar gerbong tersebut.
Gerbong Maut menjadi pengingat nyata akan perjuangan besar rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda.
Sejarah tragis ini harus diabadikan dan diingat oleh setiap generasi sebagai bukti keteguhan dalam perjuangan menuju kemerdekaan.
Baca Juga: Perjalanan Sejarah Puskesmas: Dari Bekasi, Membangun Kualitas Kesehatan Nasional
Gerbong Maut juga menjadi simbol penghormatan bagi para pahlawan yang gugur dalam perjuangan tersebut.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga dan memelihara Gerbong Maut sebagai bagian berharga dari sejarah Indonesia.
Ia tetap menjadi saksi bisu, mengingatkan kita akan pengorbanan besar yang harus dilalui untuk mencapai kemerdekaan yang kita nikmati saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










