Jateng

Tradisi Natal yang Unik dan Ajaib di Berbagai Belahan Dunia: Keberagaman Meriahkan Perayaan

Theo Adi Pratama | 19 Desember 2023, 11:10 WIB
Tradisi Natal yang Unik dan Ajaib di Berbagai Belahan Dunia: Keberagaman Meriahkan Perayaan

AKURAT.CO, Bagi umat Kristiani, bulan Desember selalu menjadi waktu yang dinanti-nanti karena di dalamnya terdapat perayaan paling sakral, yaitu Hari Natal.

Hari di mana umat Kristiani merayakan kelahiran Sang Juru Selamat, Yesus Kristus, dengan berbagai tradisi yang khas dan memeriahkan.

Meskipun esensi perayaan ini sama, namun setiap negara memiliki cara tersendiri dalam merayakan Natal.

Berikut adalah beberapa tradisi Natal yang memperkaya perayaan di berbagai penjuru dunia.

Baca Juga: Misteri 3 Jembatan Angker di Kota Bandung: Legenda di Balik Pesona Indah dan Gemerlapnya Paris Van Java

1. China: Lentera dan Pesta Keluarga

Di China, perayaan Natal dihiasi dengan lentera dan kertas.

Puncak perayaan terjadi pada tahun baru, di mana keluarga berkumpul, makan bersama, dan menikmati kembang api.

Anak-anak mendapatkan hadiah dan keseruan perayaan terasa meriah.

2. Bethlehem: Arak-arakan dan Hiasan Megah

Di Bethlehem, tempat kelahiran Yesus, perayaan Natal dirayakan secara meriah.

Gereja-gereja dipenuhi umat yang menyaksikan arak-arakan khusus. Kota dihias dengan umbul-umbul dan hiasan Natal, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan.

3. India: Pohon Natal dari Pohon Mangga

India menampilkan tradisi unik dengan menggunakan pohon mangga atau pohon pisang sebagai pohon Natal.

Rumah-rumah dihiasi dengan daun mangga dan lampu minyak, menciptakan nuansa khas Natal yang berbeda.

Baca Juga: Jembatan Barelang: Keajaiban Teknik, Sejarah Megah, dan Misteri Budaya di Pulau Batam

4. Australia: Natal di Musim Panas

Di Australia yang merayakan Natal di musim panas, masyarakat merayakannya di pantai atau kolam renang.

Lomba kriket dan dayung menjadi tradisi yang menyegarkan setelah perayaan Natal bersama keluarga.

5. Norwegia: Melawan Roh Jahat

Norwegia memiliki tradisi unik dengan kepercayaan akan keberadaan roh jahat pada malam Natal.

Masyarakat menyembunyikan sapu sebelum tidur agar roh jahat tidak menemukannya.

Laki-laki keluar rumah menembak senapan untuk mengusir roh jahat yang berkeliaran.

6. Irlandia: Lilin yang Menyala Semalaman

Masyarakat Irlandia merayakan malam Natal dengan menyalakan lilin di rumah.

Lilin dinyalakan oleh anak termuda dan diletakkan di jendela besar.

Lilin yang menyala semalaman dianggap sebagai penerangan bagi mereka yang mencari tempat teduh, diyakini sebagai perwujudan bunda Maria dan Yusuf.

Baca Juga: Menggali Kelezatan Angkringan: Jejeran Menu Andalan dan Juga Sejarah dari Tradisi Masyarakat Jawa

7. Irak: Berkumpul Bersama dan Pembakaran Duri

Masyarakat Irak merayakan Natal dengan berkumpul bersama keluarga, menyalakan lilin, dan membakar duri-duri dari semak.

Pembakaran duri menjadi simbol penting bagi umat Kristiani di Irak.

8. Amerika: Salam Tukar Kado dan Makan Kalkun

Di Amerika, Natal kental dengan tradisi saling tukar kado bersama keluarga atau sahabat.

Pohon Natal dihiasi dengan lampu warna-warni, dan menu kalkun menjadi hidangan utama perayaan Natal.

9. Spanyol: Nacimiento dan Sepatu yang Digantung

Masyarakat Spanyol memasang diorama "Nacimiento" tentang kelahiran Yesus di ruang tengah rumah mereka.

Mereka juga menggantungkan sepatu di jendela yang diisi dengan permen dan kado Natal.

Baca Juga: Mengulik Keindahan 8 Cafe Kekinian dan Instagramable di Kecamatan Depok, Sleman Yogyakarta

10. Jepang: Natal dengan KFC

Di Jepang, masyarakat merayakan Natal dengan menyantap ayam KFC.

Kebiasaan ini dimulai sejak tahun 1970-an setelah masyarakat melihat iklan KFC menjelang Natal. Hingga kini, tradisi ini tetap bertahan.

Melalui berbagai tradisi unik ini, perayaan Natal tidak hanya menjadi momen keagamaan tetapi juga memperkaya keberagaman budaya di seluruh dunia.

Meskipun perbedaan, semangat kasih dan kegembiraan Natal senantiasa menyatukan umat Kristiani di setiap penjuru dunia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.