Jateng

Polisi Dalami Dugaan Pencurian Disertai Kekerasan di Counter HP Royal Phone Ambarawa, Sejumlah Saksi Diperiksa

Muhammad Husni Mushonifi | 7 Agustus 2026, 13:36 WIB
Polisi Dalami Dugaan Pencurian Disertai Kekerasan di Counter HP Royal Phone Ambarawa, Sejumlah Saksi Diperiksa
Tim gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk mengungkap pelaku.

JATENG.AKURAT.CO, Kepolisian Resor (Polres) Semarang bersama Polsek Ambarawa terus mendalami kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Counter HP Royal Phone, Lingkungan Pojoksari, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). 

Tim gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk mengungkap pelaku.

Kapolsek Ambarawa AKP Ririh Widiastuti mengatakan, laporan diterima setelah salah seorang karyawan mendapati kondisi counter dalam keadaan berantakan dan diduga menjadi sasaran aksi kejahatan.

Menurut AKP Ririh, peristiwa bermula saat dua karyawan, M. Danu (21) dan M. Fahmi (19), kembali dari Salatiga sekitar pukul 02.30 WIB.

Keduanya hendak masuk ke counter, namun setelah beberapa kali mengetuk pintu tidak mendapat respons dari dalam sehingga memutuskan pulang ke rumah masing-masing.

Kecurigaan muncul ketika sekitar pukul 14.00 WIB M. Danu kembali ke lokasi untuk bekerja.

Pintu depan masih tertutup rapat, sehingga ia mencoba melihat ke dalam melalui celah pintu dan mendapati kondisi ruangan sudah acak-acakan.

Saksi kemudian mendobrak pintu belakang untuk memastikan situasi di dalam bangunan.

Setelah mengetahui dugaan tindak pidana telah terjadi, ia segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ambarawa.

Korban diketahui bernama Candra Waskito (25), warga Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Hingga kini, jumlah kerugian yang ditimbulkan masih dihitung oleh korban bersama penyidik melalui proses inventarisasi barang yang hilang maupun rusak.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Ambarawa bersama Satreskrim Polres Semarang dan Tim Inafis langsung mendatangi lokasi.

Petugas melakukan olah TKP, mengamankan area dengan memasang garis polisi, serta mengumpulkan berbagai barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

AKP Ririh menegaskan, penyidik masih menyusun kronologi secara utuh berdasarkan hasil olah TKP, keterangan para saksi, dan barang bukti yang ditemukan di lokasi.

Penyelidikan juga difokuskan untuk mengidentifikasi serta memburu pelaku.

Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo menyampaikan bahwa penyidik Satreskrim Polres Semarang masih memeriksa sejumlah saksi dan mendalami motif di balik dugaan tindak pidana tersebut.

"Kasus ini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Semarang. Kami mengajak masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian. Informasi sekecil apa pun akan sangat membantu proses penyelidikan agar pelaku dapat segera diungkap," ujar AKBP Heru.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.