Jateng

Petugas Lapas Semarang Gagalkan Aksi Lempar Narkoba, Ratusan Pil dan Diduga Sabu Diamankan

Muhammad Husni Mushonifi | 5 Agustus 2026, 19:50 WIB
Petugas Lapas Semarang Gagalkan Aksi Lempar Narkoba, Ratusan Pil dan Diduga Sabu Diamankan

JATENG.AKURAT.CO, Upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali berhasil digagalkan. Modus yang digunakan pelaku kali ini adalah melempar bungkusan berisi barang terlarang dari luar tembok lapas. Berkat kejelian petugas, aksi tersebut berhasil dipatahkan sebelum barang haram itu masuk ke lingkungan lapas.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/8) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, dua petugas Lapas, Aditya Siko dan Dany Marsa, tengah melakukan patroli sekaligus mengawasi kegiatan pertanian di kawasan brandgang luar sisi utara Lapas Kelas I Semarang.

Di tengah patroli, keduanya menemukan sebuah bungkusan mencurigakan yang dibalut plastik hitam dan dililit lakban. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada Kepala Seksi Keamanan dan Kepala Seksi Pencegahan dan Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban (Portatib) untuk dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur.

Pembukaan paket dilakukan dengan dokumentasi sebagai bagian dari proses pengamanan barang bukti. Hasil pemeriksaan mengungkap isi bungkusan yang diduga merupakan narkotika dan obat-obatan terlarang, terdiri atas sekitar 300 butir yang diduga Alprazolam, 45 butir yang diduga Riklona, serta satu paket yang diduga sabu yang masih menunggu proses penimbangan.

Petugas juga menemukan batu kerikil di dalam bungkusan. Batu tersebut diduga sengaja dijadikan pemberat agar paket dapat dilempar melintasi tembok pembatas lapas.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti efektivitas sistem pengawasan dan deteksi dini yang terus diperkuat di lingkungan lapas.

"Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi upaya penyelundupan narkoba maupun barang terlarang ke dalam Lapas. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kewaspadaan petugas yang selalu menjalankan pengawasan secara optimal," tegas Ahmad Tohari.

Seluruh barang bukti kini telah diamankan dan diinventarisasi oleh jajaran pengamanan. Berdasarkan dugaan sementara, paket tersebut merupakan hasil percobaan pelemparan dari pihak luar yang hendak memasukkan barang terlarang ke dalam lapas.

Pihak Lapas Kelas I Semarang saat ini juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik aksi tersebut, sekaligus mengevaluasi dan memperketat sistem pengamanan guna mencegah kejadian serupa.

Menurut Ahmad Tohari, berbagai langkah preventif terus diperkuat, mulai dari patroli rutin di area rawan, pengawasan berlapis, penggeledahan kamar hunian secara berkala, hingga meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkoba, penggunaan telepon genggam ilegal, serta praktik penipuan dari dalam lapas.

"Kami berharap penggagalan ini menjadi bukti bahwa seluruh jajaran Lapas Semarang tetap siaga menjaga keamanan. Dukungan masyarakat juga sangat dibutuhkan agar upaya pemberantasan narkoba semakin efektif dan lingkungan pemasyarakatan benar-benar menjadi tempat pembinaan yang aman, bersih, dan mampu mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.