Jateng

Sosok Dalang Korupsi MBG Segera Terungkap! Eks Wakil Kepala BGN Siap Bongkar Nama-Nama Besar

Arixc Ardana | 5 Juni 2026, 16:06 WIB
Sosok Dalang Korupsi MBG Segera Terungkap! Eks Wakil Kepala BGN Siap Bongkar Nama-Nama Besar
Mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya (kanan) berjalan memasuki mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

JATENG.AKURAT.CO– Kasus dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru yang berpotensi menyeret lebih banyak pihak.

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang kini berstatus tersangka, menyatakan kesiapannya menjadi justice collaborator (JC) dan mengungkap pihak-pihak yang disebut terlibat dalam skandal tersebut.

Langkah Sony ini memunculkan spekulasi baru mengenai siapa sebenarnya aktor utama di balik dugaan penyimpangan program yang menjadi salah satu proyek strategis pemerintah tersebut.

Melalui tim kuasa hukumnya, Sony menegaskan dirinya bukan sosok yang selama ini dituding sebagai otak praktik korupsi dalam pengelolaan MBG.

Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, mengatakan keputusan kliennya untuk mengajukan diri sebagai justice collaborator telah disampaikan kepada penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung saat pemeriksaan berlangsung.

"Pak Sony menyatakan siap menjadi justice collaborator. Tekad ini sudah dituangkan dalam BAP di Kejaksaan," ujar Krisna, Jumat (5/6/2026).

Klaim Siap Buka Nama Tokoh Eksekutif dan Legislatif

Menurut Krisna, pengajuan status justice collaborator bukan sekadar strategi hukum, melainkan bentuk komitmen kliennya untuk membantu penyidik mengungkap perkara secara menyeluruh.

Yang menarik, Sony disebut siap membeberkan nama-nama tokoh penting yang diduga mengetahui atau bahkan terlibat dalam praktik korupsi MBG.

"Menurut klien saya, yang jelas melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif. Klien saya siap buka semuanya," kata Krisna.

Pernyataan tersebut langsung memantik perhatian publik.

Pasalnya, selama ini kasus MBG lebih banyak menyoroti pejabat internal Badan Gizi Nasional. Jika pernyataan itu terbukti, bukan tidak mungkin penyidikan akan berkembang ke pihak lain di luar institusi tersebut.

Bantah Jadi Otak Kasus MBG

Tim kuasa hukum juga membantah anggapan bahwa Sony merupakan sosok utama di balik dugaan praktik jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi salah satu fokus penyidikan.

Mereka menilai kliennya justru memiliki informasi penting yang dapat membantu aparat penegak hukum mengungkap konstruksi perkara secara utuh.

Surat resmi pengajuan justice collaborator disebut akan segera disampaikan kepada Kejaksaan Agung dalam waktu dekat.

"Pada waktunya nama-nama tokoh yang terlibat akan kita buka di pengadilan. Ini adalah itikad baik dari Pak Sony agar kasusnya transparan," ujar Krisna.

Tiga Pimpinan BGN Jadi Tersangka

Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan tiga pejabat tinggi Badan Gizi Nasional sebagai tersangka, yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Ketiganya diduga terlibat dalam berbagai penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis selama periode 2025 hingga 2026.

Penyidik menduga para tersangka melakukan penunjukan yayasan pengelola SPPG yang memiliki afiliasi tertentu sehingga menyebabkan terjadinya pemotongan atau penyunatan insentif harian.

Tak hanya itu, penyidik juga menemukan dugaan praktik mark up dalam sejumlah pengadaan barang untuk mendukung program MBG, mulai dari motor listrik, sepatu, televisi hingga tablet.

Ancaman Hukuman Berat

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 603 dan Pasal 604 juncto Pasal 20 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terbaru.

Saat ini ketiga tersangka telah menjalani masa penahanan selama 20 hari di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung dan cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Dengan adanya rencana Sony Sonjaya menjadi justice collaborator, publik kini menunggu apakah pengakuan tersebut benar-benar akan membuka tabir pihak-pihak yang selama ini berada di balik layar pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis.

Jika hal itu terjadi, kasus yang semula hanya menyeret pejabat BGN berpotensi berkembang menjadi perkara yang lebih besar dan melibatkan aktor-aktor berpengaruh di tingkat nasional.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.