UPDATE! Kronologi Lengkap Misteri Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung, Datang Malam Hari lalu Ditemukan Tak Bernyawa dalam Tenda

JATENG.AKURAT.CO, TEMANGGUNG , Suasana tenang kawasan wisata alam Posong, Kabupaten Temanggung, mendadak berubah mencekam setelah empat orang dalam satu keluarga ditemukan meninggal dunia di area glamping Safari No.3, Rabu (27/5/2026) sore.
Keempat korban diketahui datang dari Semarang dan menginap di kawasan glamping Posong sejak Selasa malam.
Mereka ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam tenda camping mewah setelah petugas berkali-kali mencoba membangunkan untuk proses check out.
Dari hasil awal olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca Juga: Rambo Kembali ke Layar Lebar: Prequel Tanpa Sylvester Stallone Rilis 4 Juni 2027
Namun tim medis menduga para korban mengalami keracunan disertai hipotermia.
Peristiwa bermula pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.
Saat itu sebuah mobil Honda Jazz warna putih bernomor polisi H 1609 PT datang ke area reservasi Posong.
Mobil tersebut membawa satu rombongan yang mengaku sebagai satu keluarga asal Semarang.
Mereka menyampaikan kepada petugas bahwa sebelumnya sudah melakukan reservasi pada siang hari sekitar pukul 10.00 WIB dan telah membayar uang muka sebesar Rp500 ribu.
Petugas reservasi bernama Ahmad kemudian menjelaskan bahwa waktu check in sudah cukup malam sehingga tamu diminta melakukan pelunasan biaya penginapan.
Seorang pria yang mengaku bernama Bagas Amar kemudian melakukan pelunasan sebesar Rp500 ribu tanpa turun dari kendaraan.
Setelah administrasi selesai, rombongan diarahkan menuju area Glamping Safari Nomor 3 sesuai data pemesanan.
Pihak pengelola juga memberikan snack kepada tamu berupa cireng, ubi kukus, dan pisang kukus.
Petugas mengetahui rombongan tersebut terdiri dari empat orang, yakni seorang ayah, ibu, serta dua anak laki-laki berusia sekitar 20 tahun dan 15 tahun.
Tidak ada hal mencurigakan saat keluarga tersebut masuk ke area glamping pada malam itu.
Keesokan paginya, Rabu 27 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, petugas pagi datang untuk mengantarkan sarapan.
Sambil berdiri di luar glamping, petugas sempat memanggil korban dengan ucapan, “Sarapan pak...”
Namun tidak ada jawaban dari dalam tenda.
Awalnya kondisi itu tidak terlalu dicurigai karena petugas mengira para tamu masih beristirahat akibat datang larut malam.
Beberapa jam kemudian sekitar pukul 11.30 WIB, petugas kebersihan kembali mendatangi lokasi sambil melakukan aktivitas bersih-bersih di sekitar area glamping.
Petugas kembali mencoba menyapa keluarga tersebut untuk mengingatkan waktu check out yang sudah mendekat. Akan tetapi lagi-lagi tidak ada respons dari dalam.
Kecurigaan mulai muncul ketika hingga sore hari tidak satu pun penghuni glamping terlihat keluar.
Sekitar pukul 15.45 WIB, seorang petugas bernama Zaki turun langsung ke lokasi camp untuk memastikan kondisi tamu.
Ia kemudian mengetuk pintu glamping dan kembali mengingatkan bahwa waktu check out telah lewat.
Karena tetap tidak ada jawaban, petugas akhirnya membuka pintu tenda glamping tersebut.
Saat pintu dibuka, petugas mendapati empat orang penghuni glamping sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tubuh kaku.
Penemuan itu langsung membuat suasana panik di area wisata. Petugas kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian.
Dari hasil pengecekan awal, diketahui makanan sarapan yang diantar pihak pengelola pada pagi hari masih utuh dan belum sempat disantap korban.
Sementara snack yang diberikan pihak Posong pada malam sebelumnya diketahui sudah dimakan.
Di sekitar lokasi juga ditemukan panci barbeque bekas memasak beserta sisa makanan barbeque yang dibawa sendiri oleh korban.
Petugas dari SPKT Polres Temanggung, Inafis Polres Temanggung, SPK Polsek Parakan, serta Sat Intelkam Polres Temanggung kemudian melakukan olah TKP di lokasi kejadian.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi glamping atau tenda dalam keadaan rapi dan tidak ditemukan tanda-tanda perusakan maupun kekerasan.
Selain itu, tubuh keempat korban juga tidak menunjukkan luka akibat penganiayaan.
Petugas menemukan kondisi yang cukup menyita perhatian, yakni tangan keempat jenazah dalam posisi saling menggenggam.
Dugaan awal penyebab kematian mengarah pada keracunan.
Informasi awal dari tim medis menyebut para korban memiliki ciri-ciri mulut berbusa.
Selain itu, korban juga diduga mengalami hipotermia karena suhu dingin di kawasan wisata pegunungan tersebut.
Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut, termasuk memeriksa makanan, peralatan barbeque, serta kondisi di dalam glamping saat kejadian berlangsung.
Kasus ini pun mengejutkan masyarakat dan pengunjung wisata Posong karena lokasi tersebut dikenal sebagai destinasi favorit wisata alam di lereng pegunungan Temanggung.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Peringkat FIFA Oman vs Indonesia Malam Ini: Jika Menang, Seri, atau Kalah, Posisi Timnas Garuda Bisa Berubah
- 2iPhone 18 Pro Bocor di Internet, Warna Dark Cherry Jadi Daya Tarik Utama
- 3Barcelona Siapkan Siasat Licik: Tawar Rashford Rp 260 Miliar, MU Dipojokkan Demi Bebaskan Gaji
- 4Tanda Bansos Kamu Sudah Diterima dan Siap Diambil! Lakukan Cek dengan 3 Cara Mudah Ini
- 5Terungkap! Ini Alasan Thom Haye Tidak Diturunkan Saat Indonesia vs Oman, Ternyata Masih Jalani Sanksi FIFA
- 6Man City dan Bayern Saling Sikut Rekrut Bek Chelsea, Maresca Ingin Reuni dengan Mantan Anak Buah
- 7Terungkap! Ini Alasan Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung! Dua Pemain Asing Lain Segera Menyusul?
- 8Shearer Buka Suara: Sandro Tonali Bisa ke MU Jika Dua Syarat Ini Terpenuhi, Bandrol £90 Juta!
- 9Gagal Move On, Manchester United Siap Bajak Elliot Anderson dari Bawah Hidung City
- 10Morgan Rogers Siap Gabung Arsenal, Roy Keane: 'Dia Mengingatkan Saya pada Paul Gascoigne'





